Hatimu Dan Hatiku

Hatimu Dan Hatiku
Kembali ke Masa lalu


__ADS_3

Setelah perjalan itu, tidak ada lagi yang mendekati Bunga tau menyakitinya karena musuh sudah dikalahkan. Tapi tidak tahu akan berapa lama Bunga akan merasa dirinya aman. Waktunya kembali kenyataan untuk menyelesaikan tugas akhir yang belum selesai.


Hari yang panjang akan datang dengan irinagn waktu. Pagi yang indah dengan angin yang berhembus. Bunga pergi ke kampus tapi kebetulan hari ini kedua kakaknya tidak bisa mengantar Bunga dijemput oleh Le.


“Maaf ya membuat kamu harus mengantar jemput aku ke kampus,”kata Bunga yang merasa tidak enak.


“Tidak apa-apa. Kebetulan aku mau ke kampus juga,”ucap Le.


Mereka berdua berangkat ke kampus bersama, sampai di lokasi Bunga menemui dosen pembimbingnya untuk melanjutkan bab 1 skripsi. Sedangkan Le juga bimbingan. Sampai di lantai 6 Bunga dan Le bertemu dengan Wakil, Ro, Re, Mei dana Je. Yang kebetulan juga sedang melakukan bimbingan.


“Le, kamu,”kata Je.


“Hai gais, habis bimbingan ya,”kata Le.


“Apa kalian sudah selesai bimbingan,”ucap Bunga.


Mereka semua tidak menjawab. “Le mau ikut tidak kita mau makan ini,”kata Re.


“Tidak aku sedang mau bimbingan bersama Bunga,”kata Le.


“Kamu sudah terpikat dengan iblis ini,”ucap Mei.


“Apa maksud ucapan kamu Mei,”kata Le yang marah.


“Sudah Le, aku masuk bimbingan dulu. Jika kamu mau makan bersama dengan mereka tidak apa. Nanti kamu gak usah antar aku pulang. Nanti aku panggil gocar aja,”kata Bunga yang tidak mau Le dan yang lain marah atau


memusuinya.


“Tidak aku akan tetap mengantar kamu. Kakak kamukan sudah berpesan tadi sebelum berangkat. Ayo kita masuk pasti sudah ditunggu,”kata Le.


Bunga dan Le masuk kedalam ruangan untuk bimbingan. Sedangkan mereka masih mebicarakan Le. “Apa yang terjadi dengan Le. Setelah penculikan itu, dia tidak mengabari kita,”ucap Ro.


“Aku juga tidak tahu, nanti aku tanyakan kalian pergi aja dulu. Aku akan menuggu Le disini,”kata Wakil.


“Kalau gitu kami pergi dulu,”ucap Mei.


Saat mereka pergi, ternayat Re juga ikut menuggu.” Kenapa kamu tidak ikut mereka,”kata Wakil.


“Aku ingin bertemu dengan Bunga,”ucap Re.

__ADS_1


Mereka berdua menuggu Le dan Bunga di depan ruangan, sampai mereka berdua keluar ruangan. “Hai Le Bunga,”kata Wakil.


Le dan Bunga melihat ke arah suara dan melihat Wakil dan Re yang sedang menuggu mereka. Di situlah ada percakapan yang mengingatkan kejadian yang sudah lalu. Tanpa di sadari Bunga menahan rasa yang tidak boleh ia


ungkapkan kepada wakil dan Re.


“Sedang apa kalian disini,”kata Le.


“Sebelumnya aku minta maaf ya Bunga jika kataku setelahnya akan menyinggung kamu,”kata wakil.


Bunga hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya dan duduk dikursi yang ada didepan koridor ruangan untuk istirahat bersama Re.


Le yang masih disampingnya tetap berdiri menjaga Bunga.”Apa yang ingin kalian bicarakan,”kata Le. “Kamu marah dengan kami. Kenapa kami hubungi kamu tidak pernah dijawab,”ucap wakil.


“Aku hanya bosan saja membalas pesan kalian. Karena ketidak jelasan kalian yang marah kepada Bunga,”kata Le yang membela Bunga.


Re dan wakil hanya terdiam. “Kami tahu kalau kami salah. Tapi kamu juga kenapa harusnya mengabari kami bukan,”kata Re.


Bunga hanya mendengarkan mereka berbicara sampai ponselnya berbunyi dan ternyata dokter Erik menelepon. Bunga langsung berpikir dan melihat jadwan kontrol, dan ternyata hari ini ada jadwal kontrol yang aku lupakan dari perjalan keluar negeri untuk beberapa hari.


“Halo kak Erik, ada apa?,”kata Bunga ditelepon.


“Iya tidak lupa kok,nanti habis ke kampus aku kesitu,”kata Bunga agar orang sekitar tidak tahu kecuali Le tahu maksud dari ucapannya.


Mereka berbincang hingga lama tidak selesai-selesai yang membuat Bunga.” Sampai kapan kalian berargumen yang tidak jelas. Le sebaiknya kamu makanlah bersama mereka. Tapi kamu ingat, jangkan katakan apapun tentangku,”kata Bunga yang mengingatkan Le untuk menjaga rahasia.


“Tungga Bunga, biar aku mengantar kamu pulang,”kata Le.


Bunga hanya tersenyum,”Tidak usah kamu makan saja dengan mereka. Kayaknya mereka ingin berkumpul dengan kamu. Aku bisa pulang sendiri,”kata Bunga yang berjalan.


Tapi di tengah jalan Bunga di hadang oleh seorang pemuda yang tidak asing bagi Bunga. “Biarkan aku yang mengatar kamu,”ucap pemuda. Le yang melihat tidak terkejut kalau pemuda itu adalah Petra yang selalu menjaga


Bunga dari jauh. “Jika tidak keberatan aku titipka Bunga kepada kamu,”kata Le.


“Apa kalian saling kenal,”kata Bunga yang pura-pura tidak tahu kalau didepannya adalah Petra tunangan Jesi tapi dibatalkan.


“Itu teman kakak kamu, kamu tidak tahu,”kata Le.


“Tidak, kakak gak mau buka mulut. Awas aja nanti sampai rumah aku tanya gak dijawab,”ucapa Bunga.

__ADS_1


“Jadi pergi tidak,”kata Petra.


“Jadi. Ayo pergi. Aku


“Pergi dulu ya teman-teman,”ucap Bunga yang berjalan beriringan dengan Petra.


“Apa kita ke rumah sakit sekarang,”kata Petra.


“Kakak tahu ya kalau aku ingin pergi ke rumah sakit,”kata Bunga yang melihat ke arah Petra.


“Karena kakak kamu yang bilang tadi,”ucap Petra yang menghindar dari tatapan mata Bunga.


Mereka tetap berbincang seperti teman biasa. Petra yang menyembunyikan identitasnya mulai mmebuka satu persatu wujud aslinya untuk melindungi Bunga. Karena terakhir kali dia tidak bisa menjaga Bunga dari Jesi


mantan tunangannya.


Bunga yang sudha tahu identitas Petra bermain peran dengan pura-pura tidak mengenalnya. Denga berbagai pikiran yang muncul yang membuat Bunga batuk berdarah. Tapi untungnya saat dia batuk dia sudah ada dalam ruang pasien.


“Kamu harus istirahat dulu, jangan terlalu banyak pikiran,”kata dokter Erik.


“Baik dok,”ucap Bunga yang berbaring ditempat tidur.


“Karena kondisi kamu belum stabil, untuk kemoterapinya kita undur sampai kondisi kamu baik. jadi untuk malam ini kamu harus tinggal di rumah sakit,”kata Dokter Erik.


Mau tidak mau Bunga harus tidur di rumah sakit karena kondisinya yang kembali tidak stabil.”Pasti karena kebanyak Pikirian,”ucap Bunga dengan suara kecil.


“Kamu mau makan apa biar aku belikan,”kata Petra yang masih berjaga sampai kedua kakaknya datang.


“Apa saja tidak apa-apa, tapi nanti belikan kue pae ya sama jus mangga,”kata Bunga.


“Baiklah aku beli dulu, jika ada apa-apa kamu panggil saja suster atau dokter erik. Apa kamu mengerti,”kata Petra yang tidak tega meninggalkan Bunga sendirian.


Untuk berjaga-jaga petra menyuruh dua tentara pilihannya untuk menjaga Bunga dari luar. Tapi penjagaan yang sudah disiapkan ternyata tidak membuahkan hasil. Karena ada beberapa suster yang menyamar untuk melukai


Bunga saat ia sedang tidur.


Bunga yang menyadari bangun dari tempat tidur sebelum dia ditusuk oleh pembunuh. Karena sudah lelah Bunga hanya berteriak meminta bantuan dari luar. Karena penjaga yang di depan pintu mendengar teriakan minta tolong


mereka masuk dan melihat ada pembunuh yang mau mencelakai Nona Bunga. Dengan segera menghentiakn tindakan pebunuh tersebut dengan sukses.”Apa anda baik-baik saja,”kata salah satu penjaga.

__ADS_1


“Aku baik-baik saja tapi siapa orang yang mau membunuhku itu,”kata Bunga yang mulai melemah dan terjatuh dan di tolong oleh dokter Erik.


__ADS_2