
Angin yang berhembus sejuk awan yang indah di atas langit yang biru. Burung-burung berterbangan, itulah dimana aku bisa melihat keindahan dunia yang tidak pernah aku lihat sebelumnya. Aku sunggu senang bisa melihat
keindahan ini. Angin dingin yang sejuk aku menginjakkan kakiku di negeri Bunga sakura.
“Ayo kak, le kta pergi sekarang,”kata Bunga yang bersemangat untuk wisata bunga sakura.
“Iya...iya,”kata John.
Karena Bunga sangat bahagi dan lupa kalau dia tidak boleh terlalu kecapean atau membuat emosinya berluap. Yang membuat Bunga merasa dirinya berkunang-kunang. “Kamu jangan terlalu semangat nanti masuk lagi ke
rumah sakit,”kata Ilhma.
“Iya kak, aku terlalu senang,”ucap Bunga yang kemudian pinsan dipelukan kak Ilham.
“Anak ini,”ucap Ilham.
Le dan John menghampiri ilham dan Bunga yang pinsan. “Kita istirahat di hotel dulu, Bunga butuh istirahat ini,”ucap Ilham yang menggendong Bunga.
“Apa Bunga tidak apa-apa,”kata Le.
“Tidak apa ini sudah sering terjadi sebelum kamu ada,”kata John.
“Apa Bunga sering pinsan seperti ini juga waktu wisata pertama kita bertemu,”kata Le.
John hanya menganggukan kepala. “Jadi waktu itu dia juga pinsan,”kata Le yang merasa bersalah.
“Tidak usah kamu pikirkan,”kata Ilham sambil memasuki Bunga di dalam Mobil.
“Aku yang menyetir. Le, kamu di depan menemaniku mengemudi,”kata John.
“Baik kak,”ucap Le sambil masuk kedalam mobil.
John mengendarai mobil menuju Hotel A yang sudah di pesan. Di tengah perjalan tidak tahu kenapa mobil yang mereka empat tumpangi di ikuti oleh dua mobil hitam yang kami semua tidak tahu.”Kak, kenapa mobil itu selalu
mengikuti kita,”kata Le yang melihat ke sepion mobil.
“John,”kata Ilham.
“Aku mengerti, aku akan menambah kecepatan. Tapi kita tidak menuju hotel duiu. Le, pasang sabuk pengaman kamu,”ucap John.
“Baik kak. Jika kita tidak kehotel kita kemana kak,”kata Le yang binggung dengan pembicaraan kedua kakak Bunga.
Sedangkan Bunga yang masih pinsan masih dipelukan Kak ilham. “Untuk keselamatan lokasi aman, harus mengalihkan perhatian mereka,”kata Ilham.
“Tapi siapa mereka,”kata Le.
“Sebaiknya kamu tidak terlalu mengetahuinya, untuk keamanan kamu,”ucap Ilham.
Le hanya mengikuti perkataan mereka berdua yang kakak Bunga. Mobil melajut kencang, mobil hitam masih mengikuti sampai ditikungan. Kak John menambah kecepatan yang membuat mobil hitan tidak terlihat lagi.
__ADS_1
“Mobil hitan sudah tidak ke lihatan lagi kak,”ucap Le.
Mobil berjalan normal menuju hotel. Dalam pikiran Le,”Apa orang itu ingin berbuat jahan kepadaku seprti waktu penculikan tempo itu. Apa ini salahku melibatkan Bunga dan kedua kakaknya bahaya.”
“Itu bukan salah kamu,”ucap Ilham.
“Apa kak,”kata Le yang binggug sambil melihat ke belakang. Le melihat ekspresi Kakaknya yang tersenyum kepada Le. Yang membuat Le tambah binggung maksudnya apa.
“Kamu tidak harus mengerti,”Kata John.
Setelah sampai di Hotel A mereka masuk kedalam kamar. Yang kebetulan satu ruangan ada 4 kamar. Ilham menaruh Bunga di atas kasur.
“Le,”kata Ilham.
“Ada apa kak,”kata Le.
“Kamu di sini dulu ya. Tolong jaga Bunga. Kami berdua ingin keluar sebentar mencari makan,”kata Ilham.
“Baik kak. Aku akan menjaga Bunga,”kata Le.
“Bagus, kabari kami jika terjadi sesuatu ya,”ucap John.
Mereka berdua keluar ruangan tinggal Le dan Bunga yang masih belum sadakan diri. Sambil menuggu Le membuka ponselnya, terdapat pesan masuk dan telepon tidak terjawab dari teman satu unitnya termasuk Wakil dan Re menayakan kabar. Tapi Le tidak menjawab pesan mereka, karena masih bersalah dengan Bunga.
Sementara John dan Ilham keluar mencari tahu siapa yang mengikuti kami tadi. “Bagaimana?,”kata John.
“Itu bukan orang suruhan Petra,”kata Ilham.
Ilham menelepon temannya yang ada di jepang untuk mencari tahu Mobil plat xxxxxxx. Sambil berjalan mencari makan untuk mereka semua.
“Sebaiknya kamu jangan beritahu Petra kalau kita dikejar,”kata Ilham.
“Siapa juga yang memberi tahu Petra. Aku hanya memantau si pemantau Hotel A,”ucap John.
Ponsel ilham berbunyi, ia mengangkat teleponnya,”Hallo bos.”
“Ada apa,”kata Ilham.
“Kami sudah melacak plat yang anda kirim. Orang itu adalah suruhan perusahan C yang bermusuhan dengan Petra. Tapi setelah diselidiki lagi ada orang dibali perusahan C melakukan pengejaran. Yaitu tunangan petra yang
sudah di batalkan,”kata anak Buahnya.
‘Jadi begitu, baiklah. Selidiki lagi sampai tuntas, dan suruh ketiga anak itu untuk menangkap orang yang mengejar kami,”kata Ilham.
“Bagaimana hasilnya,”kata John.
“Musuh petra, tepatnya tunangannya yang sudah dicampakan oleh Petra,”ucap Ilham.
“Waou... hebat. Terus bagaimana,”kata John.
__ADS_1
“Aku akan mengabari Petra untuk menyelesaikan permasalahannya,”kata Ilham.
John hanya tertawa, perjalan yag indah akan menajadi perjalan yang penuh drama cinta dan patah hati. Ilham menelepon,”Hallo petra.”
Petra mengangkat teleponnya,”Ada apa kamu menelepon.”
“Kamu lagi dimana sekarang,”kata Ilham.
“Pertemuan keluarga. Apa terjadi dengan Bunga?,”kata Petra yang mengalihkan pembicaraan.
“Bunga sekarang istirahat. Apa tunangan kamu yang kamu batalkan ada di pertemuan itu,”kata Ilham.
“Jika iya ada apa,”ucap Petra.
“Jika ada, beri tahu dia. Jangan mencari musuh,”kata Ilham yang kemudian mematikan teleponnya.
Ilham yang mendengar perkataan itu membuat ia marah, masuk kedalam ruangan.”Jes,”kata Petra yang menatap tajam.
“Ada ada apa petar, kenapa kamu menatap aku seperti itu,”kata Jesi.
“Kamu pasti tahukan maksud aku. Jangan membuat aku marah ya,”kata Petra yang pergi keluar ruangan meniggalkan keluarganya.
“Petra kamu mau kemana,”kata Ibu Petra.
Petra tidak mengubril apayag dikatakan oleh Ibunya dan pergi meninggalkan rumah. Sedangakan suasnaa ruangan menjadi kacau yang membuat semua orang keluar dan tidak melanjutkan makannya.
Di saat yang sama jesi mendapatkan kabat dari perusahaan C, kalau perusahaan tersebut mengalami kebangkrutan. Jesi yang mendapatkan berita itu betanya-tanya,”Siapa yang melakukannya, apa itu petra.”
“Aku harus mencari tahu siapa dalang kebangkrutan perusahaan C dan pembunuh itu bagaimana kabarnya berhasil atas tidak?,”kata Jesi yang gelisa.
Jesi yang khawatir kalau identitas pembuuh tersebut adalah dalangnya. Ia menghubungi preman bayaran untuk mencari tahu siapa dalang dibalik kebangkrutan perusahan C dan untuk mencari preman yang akan membunuh
Bunga.
“Karena gadis itu tunanganku dengan Petra bata;,”kata Jesi dalam hati.
“Aku harus membunuh gadis desa tersebut,bagaimanapun caranya,”ucapnya lagi ambil menggigit ujung cari tangannya.
Ilham dan John kembali ke hotel. Pintu ruangan terbuka, Le yang sedang asik melihat ponsel menoleh kearah pintu yang terbuka. Dan ia melihat Ilham dan John kembali dengan membawa makan.”Bagaimana keadaan Bunga,”kata
John.
“Masih di kasur,”kata Le.
“Apa perluh kita panggilkan dokter,”kata Le.
“Tidak perluh, nanti juga dia akan bangun. Ini hanya pinsan biasa karena tdak bisa mengendalikan perasaanya yang berlebihan,”ucap Ilham.
“Ayo kita makan dulu,”kata John.
__ADS_1
Harum dan enak makan yang dibawa oleh kak Ilham, membuat Le merasa lapar dan ingin makan.