
Setelah berjalan di taman bersama dengan kedua kakaknya. Bunga melihat ke layar ponselnya untuk melihat chat masuk. “Ternyata banyak juga yang chat aku,”kata Bunga.
“Ada apa dik,”kata John. “Tidak ada hanya melihat chat di ponsel. Sudah lama tidak melihatnya,”ucap Bunga.
“Apa ada yang membuat kamu sedih dari semua chat yang masuk,”ucap Ilham.”Tidak,”ucap Bunga.
“Ayo kita balik, mempersiapkan untuk nanti malam,”kata Ilham yang hendak berdiri.
John dan Bunga berdiri berjalan disamping kak Ilham. “Nanti malam ya,”kata Bunga.
“Iya ada apa. Tidak jadi ikut,”ucap John.
“Tidak hanya binggung saja,”ucap Bunga sambil berpikir.
“Apa yang kamu binggungkan. Kamu sudah bertemu dengan Petrakan tadi walaupun dia tidak menyapa kamu,”kata Ilham.
“Bukan itu,”kata Bunga. “Jika bukan tentang Petra, terus tentang apa?,”kata Ilham.
“Soal barang yang ingin aku beli,”ucap Bunga. “Barang apa yang ingin kamu beli,”kata John.
“Nanti malam juga kakak akan tahu barang apa yang ingin aku beli,”ucap Bunga dengan santai.
Di tengah perjalan menuju parkiran mereka bertiga dihadang oleh Jeri yang memberikan pesan dari pulau. Bunga menerima pesan yang diberikan. Setelah membaca pesannya barulah dia menyuruh Jeri kembali ke posisi jaga.
“Ada apa,”kata Ilham. Bunga menggelengkan kepalanya,”Ayo kembali. Aku ingin istirahat sebentra sebelum nanti malam ke pelelangan.”
Ilham dan John hanya menuruti keinginan adiknya dengan hati yang bertanya-tanya apa isi dari pesan yang diberikan kepada adiknya. Kenapa dia tidak memberitahukan apa isinya. Apa itu akan membuat keadaan adiknya dalam bahaya. Tapi keduanya tidak memberitahukan apa yang isi mereka pikirkan kepada Bunga.
Sampai di toko Bunga membuka leptopnya dan mulai menulis karya barunya. Sambil menuggu malam tiba dimana dia akan bertarung merbutkan barang yang dia inginkan. Saat dia asik menulis, kakaknya datang karena masih khawatir dengan adiknya. “Dik,”ucap Ilham.
Bunga melihat kearah kakaknya yang memanggil dan menghentikan aktifitasnya menulis. “Ada apa kak,”ucap Bunga.
“Kakak ingin bertanya,”kata Ilham. “Apa yang ingin kakak tanyakan kepadaku,”ucap Bunga yang binggung karena melihat wajah kakak yang berbeda.
“Apa isi pesan dari pulau,”kata Ilham. Bunga tersenyum,”Jadi kakak kesini dengan wajah tidak enak dilihat karena khawatir denganku.”
“Tentu saja kakak khawatir. Sekarang beritahu kakak apa isi pesannya?,”ucap Ilham.
“Baiklah akan aku beritahukan. Isi pesannya adalah nanti malam akan ada beberapa orang yang juga menginginkan barang yang sama dengan ku,”ucap Bunga.
__ADS_1
“Apa hanya itu saja, tidak ada yang lain?,”ucap Ilham. “Ada lagi yaitu tentang Karin,”kata Bunga.
“Ada apa dengan gadis itu,”kata Ilham.
“Jeri mengatakan kalau Karin memang datang ke taman mengikuti Petra dari belakang. Tapi saat dia melihat ku, dia ingin menghubungi tunangan Petra yang sekarang,”ucap Bunga dengan santai.
“Maksud kamu memberitahukan tunangannya kalau kamu sudah kembali. Apa begitu maksud kamu,”kata Ilham.
“Iya,”ucpa Bunga. “Apa ada lagi yang ingin kakak katakan,”kata Bunga lagi.
“Tidak ada, sebaiknya kamu istirahat jangan sampai nanti malam kamu ketiduran saat pelelangan berlangsung,”ucap Ilham.
“Tenang saja, aku tidak akan ketiduran,”ucap Bunga.
“Barang apa yang ingin kamu beli saat pelelangan nanti sampai kamu nanti harus waspada seperti itu,”kata John yang sedang berjalan menuju keduanya.
“Kakak juga ingin tahu ya,”kata Bunga. “Tentu saja, masak tidak boleh tahu,”ucap John.
“Barang yang ingin aku beli adalah senjata kristal kuno,”ucap Bunga.
“Bukannya itu palsu,”kata John. Bunga terdiam dan melihatkan wajah senyum manisnya,”Palsu untuk kakak. Asli untukku.”
“Kamu itu tidak bisa ditebak,”kata John yang berjalan meninggalkan mereka berdua.
“Kenapa, apa tidak boleh kakak disini?,”ucap Ilham yang membaringkan tubuhhya di sofa.
“Boleh saja, hanya saja kakak terlalu khawatir dengan adik,”ucap Bunga.
“Kakak tidak ingin kejadian waktu lalu terulang kembali,”kata Ilham.
“Tidak akan terjadi lagi,”ucap Bunga.
Menit demi menit Bunga lalui dengan menulis hingga malam menjelang datang tiba. Bunga menyiapkan dirinya untuk menghadiri pelelangan yang akan diadakan malam ini bersama kakaknya. Bunga yang sedang bersiap-siap
mendapatkan pesan dari pulau kalau salah satu pemimpin dari organisasi kegelapan ingin bertemu dengan dia. Tapi dia tidak ingin bertemu dengan pimpinan itu, yang mengharuskan wakilnya yang menggantikannya untuk bertemu dengan bocah nakal dari organisasi hitam.
Kakaknya yang sudah menuggu diluar menuggu adiknya yang belum selesai merias diri. Menit demi menit mereka menuggu sampai John tidak sabar. “Kemana anak itu pergi, belum selesai saja dia didalam,”kata John.
“Tunggu saja sebentar nanti juga dia akan keluar,”ucap Ilham yang menuggu didalam mobil.
__ADS_1
Tidak lama mereka menuggu Bunga keluar dengan menggunakan menutup wajah. “kenapa kamu lama sekali,”ucap John.
“Kenapa tidak boleh kalau aku lama,”kata Bunga. “Tapi jangan kelewatan,”kata John.
“Iya...iya maaf. Tadi aku harus membalas email dulu baru keluar,”kata Bunga menjelaskan.
“Dari siapa?,”ucap Ilham.
“Dari Reona,”kata Bunga.”Kenapa dia memberikan pesan, apa terjadi sesuatu di pulau,”kata Ilham.
“Tidak ada hanya pertemuan yang harus dihadiri oleh ketua
pemimpin, tapi aku tidak mau jadi aku menyuruh dia saja yang
menghadirinya,”kata Bunga.
“Pertemuan apa,”ucap John yang membukakan pintu mobil untuk adiknya.
“Pertemuan ketua organisasi, bukannya kak Ilham sudah tahu kalau ada pertemuan antar organisasi,”ucap Bunga. “Memang kakak tahu ada pertemuan, tapi kakak tidak menyaka kalau kamu juga mendapatkan undangan hitam
juga,”kata Ilham.
“Apa tidak akan terjadi apa-apa jika kamu tidak hadir,”kata Ilham.
“Tidak ada, dari dulu yang hadir adalah Reona aku hanya menerima hasil jadinya saja. Jika pertemuan itu mendesak yang mengharuskan aku hadir, aku akan hadir. Tapi jika tidak aku tidak menampakan diriku,”kata Bunga.
“Ayo kita berangkat,”kata John. “Tidak ada yang ketinggalankan,”ucap Ilham.
Bunga menggelengkan kepalanya menandakan tidak ada barang yang ketinggalan. Mobil melaku ke tempat tujuan dimana pelelangan diadakan. Malam yang dingin dan menjekam saat sampai di tempat suasana yang tidak biasa
menyelimuti acara pelelangan malam itu.
Petra yang sudah datang sebelum Bunga melihat kesegala arah untuk mencari Bunga tapi tidak melihatnya. Bukan Bunga yang terlihat melainkan Mawar yang sudah ada di pelelangan. Mawar yang menyadari kehadiran Petra, ia
menghampirinya dan mengajak dia duduk disebelahnya. “Kenapa kamu ada disini,”kata Petra yang tidak menyangka akan bertemu dengan Mawar. “Bukanya kamu harusnya di negara L untuk pertemuan keluarga,”ucap Petra.
“Itu benar, tapi sayangnya pertemuan itu diundur beberapa hari. karena aku mendapatkan info ada pelelangan yang menjual barang antik aku datang kesini. Tidak aku sangak hati kita bisa bertemu disini,”ucap Mawar.
Mawar yang merangkul Petra untuk duduk bersamanya tidak bisa mengela karena banyak orang ditempat yang tidak bisa dia lakukan. Dengan terpaksa dia duduk bersama dengan Mawar, hingga dia melihat Ilham dan John
__ADS_1
bersamanya tapidia tidak melihat Bunga bersama mereka.
Dalam hati kecil Petra,”Apa dia tidak hadir, jika dia tidak hadir berati aku aman. Karena dia tidak melihat aku bersama dengan Mawar. Tatatpan mata Petra yang masih melihat kebelang merasa tidak asing dengan seorang wanita yang bertopeng setelah Ilham dan John. “Apa itu Bunga. Tapi dari penampilannya kenapa berbeda,”kata hati Petra.