Hatimu Dan Hatiku

Hatimu Dan Hatiku
Siapa Kamu


__ADS_3

Malam yang dingin kembali hangat dengan berbagai luka dan penderitaan.


“Siapa anda,”kata Bunga kepada preman yang teleh menolong kami.


“Saya teman dari kakak anda Ilham,”ucap preman.


“Teman kak Ilham,”kata Bunga.


“Aku tidak tahu kalau kakak Ilham memiliki teman preman,”kata Bunga.


“Itu karena kakak anda merahasiakannya dari keluarganya, termasuk anda sendiri,”kata pemimpin preman.


Setelah berpikir panjang untuk penjelasan dari preman dan pimpinan Bunga tahu kalau kakak Ilham menyembunyikan sesuatu. Untuk mencari tahu lebih dalam Bunga bertanya lagi kepada para preman yang masih berjaga di luar ruangan.


“Apa kamu juga kenal dengan kak John,”kata Bunga.


“Tentu saja, kami kenal mereka berdua kakak adik yang memiliki kedudukan paling tinggi di...,”kata pimpinan yang kemudian ter[utus oleh suara pintu ruangan pasien terbuka.


Bunga yang tahu maksud dari kata selanjutnya tidak menayakannya lagi dan menghampiri dokter yang keluar ruangan.”Bagaimana keadaan kakak saya dan teman saya,”ucap Bunga yang khawatir.


“Mereka bertiga baik-baik saja hanya mendapatkan luka bisa tidak terlalu parah. Mungkin tiga hari lagi mereka sudah membaik,”kata dokter.


“Apa saya boleh masuk dok,”kata Bunga yang ingin melihat kakaknya dan temannya.


“Tentu saja silakan, tapi tidak semua boleh masuk,”ucap Dokter yang melihat banyak orang diluar.


“Saya mengerti,”ucap Bunga masuk ke dalam ruangan.


Bunga membuka pintu kamar pasien, dan melihat kedua kakaknya melihat Bunga termasuk Le. “Aku tebak mereka penasaran dengan senjata yang aku bawa,”ucap hati Bunga.


“Aku tahu kalian bertiga melihatku seperti itu karena senjata yang aku bawakan dan bagaimana aku menghindar dari tembakan,”ucap Bunga.


“Aku akan jelaskan. Senjata yang aku berikan itu adalah senjata yang aku buat sesuai keinginanku, karena aku memiliki hobi mengkoleksi senjata di bawah kamar. Dan untuk bagaimana aku bisa menghindar dari peluru itu


hanya kebetulan karena aku melihat arah tembakanya dan kecepatan tembakan dengan perhitungan matematika,”ucap Bunga menjelaskan.


“Kamu tahu tidak apa yang kamu lakukan itu berbahaya,”kata kak Ilham yang mneghampiri sambil menbawa infus yang masih terpasang.


“Aku tahu bahaya kak. Atpi tidak tahu akan terjadi seperti tadi malam. Jika aku tidak menghindar mungkin saja aku tertembak,”kata Bunga yang mulai murung dan menundukan kepala.


Kak Ilham datang menghampiri Bunga dan memeluknya sambil menangis,”Maafkan kakak tidak bisa menjaga kamu, sehingga kamu dalam bahaya.”

__ADS_1


“Itu bukan salah kakak. Yang penting kita semua selamat dan tidak mendapatkan luka yang serius,”kata Bunga.


Mereka berdua duduk bersama. “Bagaimana kondisi tubuh kalian apa baik-baik saja,”kata Bunga.


“Aku tidak apa-apa asalkan kamu baik,”ucap Le.


“Apa kamu serius. Jika kedua kakakku sih aku rasa tidak apa-apa. Karena suka berkelahi,”kata Bunga.


“Iya aku baik saja, Cuma luka luar saja. Aku juga pernah mengalami hal serupa kok,”kata Le.


“Hal serupa.Apa maksud kamu?,”kata Bunga yang binggung.


“Tidak ada salah bicara aku. Tapi siapa orang berbaju hitam tadi malam yang menyerang kita,”kata Le yang mengalihkan pertanyaan.


“Mungkin saja itu orang yang sama saat siang kita di kejar oleh mobil hitam menuju hotel,”kata John.


“Tunggu dulu kak, apa maksudnya dikejar oleh mobil hitam,”kata Bunga yang tambah binggung.


“Kamu sudah makan obatnya belum,”kata kak Ilham.


“sudah kak tadi diluar bersama teman kakak,”kata Bunga.


“kakak kamu mau kemana Bunga,”ucap Le.


“Bertemu dengan temannya,”kata Bunga.


“Lanjut yang tadi mobil hitam,”kata Bunga yang masih penasaran. Tapi kakaknya tidak menjawab malah tidur sednagkan Le juga sama langsung istirahat tanpa menjawab pertanyaan Bunga.


Bunga hanya menghela nafas,”Ya sudah jika tidak dikasih tahu.” Bunga yang langsung berbaring diatas sofa untuk istirahat sambil melihat ponselnya. Dibalik Bunga melihat ponsel ia mencari tahu siapa dalang yang menyerang mereka berempat. Karena Bunga memiliki keahlian yang tidak semua orang ketahui, karena dia males untuk mengembangkannya. Setelah mencari tahu hingga keakar dia menemukan nama Jesi yang merupakan seorang putri pengusaha terkenal dan di info yang ia dapatkan terdapat daftar nama orang bayaran yang


telah membunuhnya.


Bunga yang melihat dan membaca dengan seksama menghela nafas,”Apa aku punya masalah dengan orang ini. Tapi kayaknya tidak mungkin.”


Hingga kakaknya masuk ke ruangan dan berjalan kearah Bunga. Dia terbangun dan menutup teleponnya dan jaringan yang terhubung ke ponselnya. “Ada apa kak,”kata Bunga.


“Kenapa kamu tidur di sofa, kakak sudah menyuruh kamu tidur di kasur,”ucap kak Ilham.


“Itukan untuk kakak,”kata Bunga.


“Kakak baik-baik saja. Sana pergi ke kasur biar kakak di sofa,”kata kak Ilham.

__ADS_1


“Tidak mau,”kata Bunga yang langsung berbaring di sofa sambil membuka layar ponsel.


“Kamu itu keras kepala, kakak gendong kamu sampai kasur ya,”kata Kak Ilham.


“Jika kakak menggendong Bunga.Bunga tidak mau minum obatnya lagi,”ucap Bunga yang kesal.


“Kamu itu,”kata Kak Ilham.


“Baik kakak tidak akan memaksa kamu. Tapi jika merasa tidak nyaman bilang kekak ya,”kata ilham lagi.


Bunga hanya tersenyum, tanpa berkata apa-apa. Ilham berjalan menuju kasur pasien dan beristirahat. Bunga yang melihat kakak dan Le sudah tertidur ia membuka jaringannya dan membaca lagi info yang ia peroleh.


Dengan seksama ia mengetahuai siapa orang dibalik orang berbaju hitam dan mobil yang mengejar mereka termasuk daftar nama tentara bayaran. Karena semua sudah ia selaikan ia tidak perduli lagi dan menutup dan


menghapus semua info yang ia peroleh untuk menutu jejek keberadaannya.


“Malam ini di rumah sakit untuk beberapa hari. Jika semua sudah kembali semula aku ingin menikmati tour wisataku dengan nyaman. Tapi kayaknya tidak mungkin bisa nyaman kalau ada kejadian yang tidak terduga.


Ditambah lagi ada beberapa yang harus aku selesaikan,”ucap kata hati Bunga.


Satu hari telah berlalu di rumah sakit, kerena kondisi kakak Bunga dan Le belum membaik studi tournya diperhentikan sampai kondisi mereka membaik.


Bunga keluar ruangan yang masih dijaga oleh teman kak Ilham, yang membuat Bunga aneh dengan kondisi yang terjadi.”Apa akan ada tentara bayaran lagi yang datang,”kata hatinya.


“Tapi itu tidak mungkin, jika mereka mengirim tentara bayaran lagi,”kata hatinya yang berbicara.


“Nona mau kemana,”kata salahs atu preman yang berjaga.


“Saya mau jalan-jalan karena saya bosan. Sambil mencari cemilan,”kata Bunga.


“Saya akan menemani anda untuk pergi,”kata preman tersebut.


“Tidak usah, saya bisa pergi sendiri,”kata Bunga.


“Tapi kakak anda telah berpesan kepada kami,untuk menemani anda jika ingin keluar,”kata Preman.


“Jika itu pesan dari kakak, baiklah. Ayo kita pergi,”kata Bunga.


Bunga yang berjalan ditemani oleh preman suruhan kakaknya, hingga peristiwa yang tidak terduga muncul dihadapan Bunga dan preman yang mengawalnya. Saat ia keluar dari rumah sakit untuk mencari makanan yang


terdekat dari rumah sakit dimana kedua kakak dan temannya dirawat. Sampai digang kecil Bunga dan preman yang mengawalnya dihadang oleh beberapa orang berpakaian jas hitam. “Siapa kalian semua?,”kata Bunga yang tetap diam dan tenang.

__ADS_1


__ADS_2