Hatimu Dan Hatiku

Hatimu Dan Hatiku
Bangun Sesaat


__ADS_3

Sebelum Reona keluar Bunga sudah membuka mata tapi hanya untuk sesaat. Sampai aia mendengar suatu ke ributan di luar. Di dalam percakapan yang di dengar oleh Bunga ada suara yang tidak asing untuk Bunga yaitu Petra.


Hati Bunga saat senang saat dia tahu kalau Petra ada diluar ia ingin sekali melihatnya, tapi dalam kondisi tubuhku yang tidak stabil ini aku tidak bisa bertemu dengan dia.


“Kamu ingin keluar,”kata Bunga dengan suara pelan dan tidak bertenaga.


“Iya. Apa ada pesan untuk orang diluar,”ucap Reona.


“Tidak ada,”kata Bunga.


Reona berjalan menuju pintu, tapi sebelum ia keluar ia melihat gadis yang tidak asing bagi Reona. Setelah lama berpikir, sambil melihat ke arah Bunga yang sudah menutup mata.”Aku baru ingat kalau dia adalah Karin anak dari  pak tua bangka itu,”ucap Reona yang kesal.


“Tapi kenapa bisa dia ada disini. Apa hubungan dia dengan Petra,”kata hati Reona.


Saat berpkir Reona juga menyempatkan diri untuk melihat dari jendela kamar. Reona yang melihat Karin yang memegang Petra penuh dengan kasih sayang. Menyadari kalau Karin menyukai Petra, seorang yang harusnya bersama Bunga tapi dengan wanita lain. “InI akan menjadi menarik,”ucap Reona dengan tatapan marah dan kesal.


Reona keluar dari kamar dan berjalan kerah mereka dan berkata,”Indahnya jika memiliki wanita lain, apa kamu ingin mencari yang lain,”kata Reona yang dituju untuk Petra.


Petra hanya terdiam dan meliha Reona tanpa berkata. “Siapa kamu,”kata Karin.


“Aduh...aduh siapa ini. Pacarnya,”kata Reona.


“Kalau iya kenapa apa ada masalah. Kita sudah berteman dari kecil dan aku adalah penyelamat hidupnya,”kata Karin.


“Sudah aku tidak ingin kalian bertengkar di tempat ini. Kamu juga Reona,”kata Dokter Erik.


“Siapa juga yang buat masalah,”kata Reona.


“Aku hanya ingin membela temanku,”ucapnya lagi.


Sementara didalam ruangan Bunga yang mendengarkan merasa tertekan dan membuat ia lepas kendali yang membuat kondisinya kembali tidak stabil dengan racun yang tersisa didalam tubuhnya sudah menyebar kembali.


Hati Bunga yang sudah bisa kembali kini kembali merasakan rasa sakit. Dengan tubuh yang lemah dan tidak berdaya dengan keadaan dia tidak ingin mendengarkan apa yang terjadi diluar.”Kenapa kisah cintaku selalu saja

__ADS_1


seperti ini ya,”kata hati Bunga yang kembali menutup mata dengan berlinang air mata.


Dalam pikirannya sesaat,”Aku ingin pergi dari tempat ini menuju tempat yang damai, agar aku tidak bisa merasakan rasa sakit ini lagi.”


Didalam pikiran Bunga yang sudah meraskan hatinya akan meledak dengan tercampurnya racun. “Maaf...,”kata Bunga yang pelan dengan hati yang sakit kembali tidak sadarkan diri untuk beberapa bulan atau tahun akan datang.


Reona yang merasakan gejola gelombang hawa keberadan Bunga yang menipis kembali masuk tapi dia dihadang oleh Petra yang tidak terima karena apa yang aku ucapkan.


“Untuk apa kamu menghalangiku,”kata Reona yang mulai gelisa karena hawa dingin yang ia rasakan karena Bunga.


“Sebaiknya kamu pergi dari hadapanku sekarang. Jika kamu ingin melihat Bunga lagi. Tapi aku peringatkan kamu, jika kamu belum membuat wanita yang mengejar kamu jangan berharap kamu bisa mendekati Bunga,”kata Reona yang menepis tangan Petra dan masuk kedalam ruangan.


Saat di dalam ruangan Reona melihat Bunga yang tidak bernyawa hanya sedikit hawa hangat yang ada dalam dirinya. Reona berlari menuju ke arah Bunga dan mengecek kondisi Bunga. Tapi melihat keadaan Bunga yang seperti in membuat Reona tahu penyebab dia kembali koma yaitu Petra.


Menit telah berganti jam Reona yang mencoba untuk membuat Bunga kembali seperti sebelumnya tidak menghasilkan apa-apa. Yang membuat dia harus menghubungi kakak tertua untuk kembali ke pulau. “Aku harus membawa Bunga ke pulau sekarang. Jika tidak kondisi ini akan semakin buruk,”ucap Reona yang mulai gelisa dengan kondisi Bunga yang mulai menurun perlahan.


Semantara diluar Karin yang penasaran dengan nama Bunga bertanya kepada Petra. “Siapa Bunga?,”kata Karin yang ingin tahu.


“Dia adalah adikku,”kata John yang menatap Karin dengan tatapan dingin.


“Jika kamu ingin tahu kenapa kamu tidak tanya kepada teman masa kecil kamu,”ucap Ilham yang sama tidak suka dengan Karin.


“Dia adalah orang yang aku sukai,”kata Petra.


“Siapa wanita tadi,”ucapnya lagi.


“Dia Reona dokter pribadi Bunga sekaligus seorang peneliti yang melegenda,”kata Dokter Erik.


“Apa yang dikatakan Reona ada benarnya juga ya,”kata Ilham.


“Apa maksud kamu,”kata Petra.


“Kamu ingin mendekati adikku, tapi masih banyak wanita yang mengejar kamu. Bukannya kamu sama saja dengan teman Bunga yang menyakiti di langsung dari dalam,”kata Ilham.

__ADS_1


“Aku tidak berniat untuk menyakiti Bunga, aku benar menyukainya. Aku juga sudah bilang kepada bawahanku untuk membawa Karin ke rumah sakit yang lain,”uca Petra yang menjelaskan.


“Itu benar apa yang dikatakan tuan muda. Saya juga tahu kalau tuan muda sangat menginginkan Nona Bunga sampai di rela menghanjar orang yang menghalangi jalanya menuju rumah sakit. sampai seperti ini,”kata sekertaris Jim yang membela tuannya.


Karin yang mendengar kalau Petra yang dia sukai menyukai orang lain. Dan orang itu ada dalam ruangan itu karena penasaran seperti apa wajah gadis yang disukai Petra. Dia membuka pintusaat semua sedang tertuju ke


arah Petra. Tapi sangat disayangkan Reona yang ada didepan pintu ingin keluar meliahat Karin ingin masuk. “Kamu mau kemana cantik,”ucap Reona.


“Kamu tidak tahu ada kertas dilarang masuk. Apa kamu ingin aku membuat kamu masuk penjara,”kata Reona.


Saat semua orang sedang tertuju kearah Petra. Mendengar suara Karin dan Reona berbicara. Ilham dan John menghampiri dan disusul oleh Dokter Erik dan Petra dan terakhir adalah sekertaris Jim yang mengikuti tuannya.


“Ada apa ini,”kata Ilham.


“Ada apa dia mencoba untuk masuk ke dalam ruangan,”kata Reona.


“Emangnya kenapa jika aku ingin masuk. Kamu saja boleh kenapa aku tidak boleh, aku juga ingin menjengung gadis yang ada didalam,”kata Karin.


Tidak lama semua orang beraduh mulut, orang suruhan kakak tertua datang. “Dimana adik sekarang,”kata Jeri.


“Dia ada didalam. Apa semua persiapan sudah siap,”kata Reona.


“Semua sudah siap. Tinggal kita berangkat,”kata Taro.


Jeri, Mark, Liota masuk ke dalam ruangan untuk membawa Bunga pergi ke pulau. Sednagkan Taro dan Reona menjelaskan kepada keluarga Bunga.


“Aku sudah menyuruh orangku untuk memberi tahukan orang tua kalian. Kalau aku dan rekanku akan membawa Bunga pergi untuk pemeriksaan lebih lanjut,”kata Reona.


Dari dalam kamar keluarlah Jeri Mark dan Liota yang mendorong kotak petih yang berisi Bunga didalamnya.”Kamu ingin membawa Bunga kemana,”kata Petra yang menghadang jalanya ketiga rekan Reona.


“Itu bukan urusan anda. Ini semua bukannya kamu penyebabnya keadaan adik kamu mengalami penurunan,”kata Tero.


Sementar ketiga rekannya sudah melaju menuju tempat helipkoter. Semnatara Reona dan Taro yang masih menjelaskan.”Apa maksud kamu itu bukan urusanku,”kata Petra yang menarik krah Taro.

__ADS_1


“Abaikan saja dia. Kamu pergi dulu nanti aku akan menyusul bersama Tira,”kata Reona.


Taro yang melepaskan tangan dari Petra langsung mendorongnya,”Kamu laki-laki yang tidak bertanggung jawab. Sudah tahu kondisi adik kecil kami tidak baik-baik saja. kamu membawa wanita lain yang membuat penyakitnya tambah parah. Lihat saja aku akan membuat kamu perhitungan, jika adik kami tidak bangun oleh kamu.”


__ADS_2