
Hati Petra yang berdebar-debar saat bertemu dengan pujaan hatinya. Setelah pengakuan yang ia bicarakan, tapi dalam hati Petra masih ada yang mengganggu pikrannya. Yang membuat ia tidak bisa bertemu dengan Bunga untuk beberapa minggu karena malu.
“Apa yang harus aku lakukan,”kata hati Petra.
Pekerjaan yang sudah menumbuk tidak kunjung selesai karena hati Petra yang sedang berbunga-bunga saat melihat dan menatap Bunga dari dekat. Petra yang sudah mengaggumi dan menyukainya dari pandangan pertama saat ia melihat mata bersinarnya di bawah hujan malam hari.
“Aku ingin bertemu dengan dia,”kata hatinya.
“Tapi bagaimana jika dia marah karena aku meniggalkan dia. Saat aku belum selesai menjelaskannya,”ucapnya.
Hingga suasana itu terhentikan karena suara pintu dan masuklah sekertaris Jim dengan beberapa dokumen yang harus ditanda tangani.
“Jika anda merindukannya, kenapa tidak menemuinya,”kata Sekertaris Jim.
“Jika tidak ingin bertemu, kirimsaja Bunga mawar, atau beberapa makanan,”ucapnya lagi sambil menaruh dokumen.
“Ini dokumen yang harus ditanda tangani anda tuan muda, hari ini,”kata sekertaris Jim.
“Aku mengerti,”ucap Petra yang tidak semangat untuk bekerja. Untuk beberapa lama ia menyuruh sekertarisnya untuk mengantar dan membeli Bunga mawar merah dan mawar putih untuk Bunga.
Sementara di tempat lain, Bunga yang masih dalam perawatan mendapatkan satu pesan dari teman lamanya. Jika dia akan datang di negaranya malam ini. “Barang yang kamu minta, sudah aku bawa. Nanti malam aku akan sampai di negara kamu. Kamu harus bisa bertahan,”pesan yang diberikan oleh temanya yang bernama Reona.
“Bagaimana kondisi hari ini dok,”kata ibu Bunga.
“Untuk sekarang sudah stabil. Tapi kami tidak bisa melakukan kemoterapi untuk sekarang karena gejala awalnya belum menunjukan keadaan baik,”kata dokter Erik.
“Kapan pastinya akan melakukan kemo selanjutnya,”kata Ibu Bunga.
“Kita lihat perkembangannya terlebih dahulu. Jika besok memungkinkan kita akan melakukan tindakan selanjutnya besok. Tapi jika tidak minggu yang akan datang,”ucap dokter Erik.
“Jika tidak ada yang ditanyakan saya permisi dulu. Ada pasien yang harus saya tangani di ruangan lain,”kata dokter Erik.
“Baik dok. Terima kasih,”kata Ibunya.
Semua kembali sunyi dengan suara alunan ayat kursi yang menemani Bunga hingga pintu terbuka.
“Sekertaris Jim. Ada apa datang kesini dan dimana Petra?,”tanya Ayah Bunga.
“Tuan Muda, ada urusan di kantor yang tidak bisa datang. Saya disini hanya mengantar Bunga mawar ini untuk nona Bunga dari tuan muda. Mohon diterima,”kata sekertaris Jim yang menyerahkan buket Bunganya.
“Kenapa dia tidak memberikan langsung, kenapa harus dari anda,”kata Bunga yang meneriama buket mawarnya.
Sekertaris Jim tidak mengatakan apa-apa, hingga kak Ilham berkata,”Mungkin ada urusan pekerjaan yang tidak bisa ia tinggalkan Bunga.”
__ADS_1
“Kenapa kamu mencarinya. Apa ada yang belum diselesaikan waktu kemarin?,”kata kak ilham lagi.
Bunga hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum sambil menghirup wangi mawarnya.
“Terima kasih sekertaris Jim. Tolong bilang kepada Petra untuk tidak mengirim Bunga lagi, jika tida dia yang mengantar,”kata Bunga yang menahan kesal karena tidak bisa melihat dia dua hari.
“Saya akan sampaikan kepad tuan muda. Saya permisi untuk kembali ke kantor,”kata sekertaris Jim.
Sekertaris jim keluar yang di ikuti oleh john. Sampai di luar kak John bertanya kepada sekertaris Jim,”Apa yang terjadi dengan Petra?.”
“Tuan muda malu untuk bertemu dengan Nona Bunga, karena pengakuannya dan merasa bersalah membuat ia terlibat dalam perselisihan yang terjadi,”kata sekertaris Jim.
“Jadi begitu. Dia mencoba untuk menenagkan diri,”ucap John.
“Terima kasih sudah memberi tahu saya,”kata John.
“Jika tidak ada lagi saya permisi pergi dulu,”kata Sekertaris Jim.
“Baiklah, hati-hati dijalan,”kata John.
Setelah mengetahu apa yang terjadi dengan Petra. John masuk kedalam ruangan. Bunga yang masih menatap mawarnya sambil berpikir,”Kenapa dia tidak datang. Apa aku membuat dia marahkah, saat dia mengaku kesalahannya. Aku binggug, harus bagaimana.”
“Kamu tidak harus berpikir panjang. Dia tidak datang karena malu untuk bertemu dengan kamu,”ucap John yang duduk di sofa dekat kak ilham.
“Siapa lagi kalau pangeran yang kamu sukai,”kata kak John.
“Siapa lagi yang aku sukai. Kak jangan main-main,”ucap Bunga yang menyembunyikan perasaan sukanya terhadap Petra sejak pertama kali dia melihat dia datang menjenguk di malam hari.
“Kalian berdua, suka ya suka jangan berputar-putar. Buat orang pusing,”kata kak Ilham.
“Sudahlah namanya jatuh cinta,”kata Ibunya.
“Apa kalain tidak pernah jatuh cinta. Buat adik kalian tertekan saja,”kata ayahnya.
“Iyalah yang sudah merasakan pahit, masinnya cinta sampai tua,”kata kak Ilham.
“Kenapa kalian bahas cinta,”ucap Bunga yang sudah memerah karena malu.
“Apa perluh kakak bantu,”ucap kak John.
“Tidak perluh. Jika berjodoh nanti juga akan disatukan,”kata Bunga yang memandang mawarnya.
Setelah semua pembincaraan tentang cinta sudah selesai. “Ayah dan ibu kembali pulang dulu, jika ada apa bilang. Kalian berdua jaga adik kalian dengan baik. Jangan ditinggal sendirian,”kata ayah yang merasa sudah tahu kalau putrinya akan selalu mendapatkan bahaya.
__ADS_1
“Iya yah. Kami disini untuk menjaga adik kecil kita,”kata kak John.
“Hati-hati dijalan,”ucap kak Ilham. Sedangkan Bunga yang berbaring karena obat bius yang diberikan membuat ia tertidur lelap dan tidak tahu kalau ayah dan ibunya sudah pulang.
Sampai malam hari ia terbangun dari pengaruh obatnya dan melihat kesegala arah.” Dimana ayah dan ibu kak,”kata Bunga yang mencari.
“Ayah dan Ibu sudah pulang saat kamu tertidur,”kata kak Ilham.
“Kenapa?,”kata kak John.
“Tidak ada hanya saja kok tidak kelihatan,”kata Bunga.
“Apa kamu lapar,”kaya kak John yang berdiri.
“Jika lapar aku mau beli makanan,”katanya lagi.
Bunga hanya menganggukan kepalanya tanpa berkata apa-apa sampai kak John keluar dari ruangan. “Kak Ilham,”kata Bunga.
“Ada apa?,”ucap Kak Ilham yang berjalan ke arah Bunga.
“Apa ada yang sakit,”katanya lagi.
“Tidak kak. Aku hanya ingin bertanya,”kata Bunga.
“Tanya apa?,”kata kak Ilham.
“Siapa dalang dari semau musibah yang aku dapatkan. Siapa musuh kak Petra,”kata Bunga.
“Jadi kamu ingin tahu,”kata kak Ilham.
Bunga menganggukan kepalanya. Tapi kak Ilha tidak mengatakan siapa dalang dari semuanya hanya berkata,”Kamu tidak harus tahu. Yang penting sekarang adalah kesembuhan dirimu. Untuk siapa yang mencoaba mencelakai kamu, baiar kami saja yang mengurusnya.”
“Kenapa aku tidak boleh tahu,”kata Bunga.
“Karena itu berbahaya untuk sekarang. Apalagi kondisi kamu yang belum stabil,”kata Kak Ilham.
Hingga pintu ruangan terbuka. “Apa itu kak John, cepat sekali belinya,”kata Bunga yang melihat kearah pintu. Tapi ternyata itu bukan kak John melainkan dokter Erik dan bersama seseorang yang ada dibelangnya. Bunga yang melihat menyebut nama Reona.”Apa itu benar kamu Reona,”ucap Bunga yang senang bertemu dengan teman lamanya.
“Iya ini aku. Bagaimana kondisi kamu sekarang,”kata Reona yang melihat kondisi tubuh Bunga.
“Menurut kamu bagaimana,”kata Bunga kalau Reona juga tahu kondisi tubuhnya sudah tidak bisa bertahan lagi.
“Maaf Ilham bisa anda keluar sebentar, agar kami bisa memeriksa kondisi Bunga,”kata Dokter Erik.
__ADS_1
“Baik dok,”ucap Ilham yang berjalan keluar ruangan.