
draka pun pergi menuju markas besarnya dan muncul pada suatu kamar yang memiliki berbagai jenis warna hijau yang terlihat mengelilingi ruangan tersebut.
setelah muncul diruangan tersebut ibu mertuanya pun terlihat meneteskan sedikit air matanya dengan kedua bola matanya yang memancarkan kerinduan yang sangat mendalam pada ruangan tersebut.
draka pun hanya tersenyum karena telah mengetahui kenapa ibu mertuanya tersebut terlihat sedih saat melihat isi kamar tersebut yang tak pernah berubah mulai dari dahulu hingga sekarang.
draka pun masih terus memeluk istrinya dalam gendongannya sambil mengobrol singkat dengan ibu mertuanya.
"ibu mertua aku pergi dulu yah dan sahabat ibu mungkin sekarang sedang bernostalgia dalam markas".ucap draka sambil menghilang dari kamar tersebut
"sudah sangat lama sekali diriku meninggalkan kemampuan serta keahlianku ini dan mungkin saja kedepannya skill ini bakal sering digunakan dan sudah saatnya aku kembali kejati diriku sebagai dewi penyembuh".gumam ibu mertua draka setelah menantunya menghilang
......................
setelah menghilang dari kamar mertuanya draka pun muncul kembali pada kamar miliknya yang ternyata kebetulan rembulan baru selesai bersih bersih dari kamar mandi.
Rembulan yang melihat suaminya pun berniat untuk menyapa akan tetapi disaat ia melihat bahwa kakaknya sedang berada dalam pelukan draka dalam keadaan tertidur pun mengurungkan niatnya.
draka pun mengetahui keberadaan istrinya yang sedang menatapnya serta ia pun langsung merebahkan Ulfah secara perlahan pada kasur empuk kamar tersebut secara lembut.
setelah meletakkan istrinya draka pun menghampiri rembulan untuk bersiap bersih bersih agar bisa mengikuti pesta sekaligus rencana besar diam diam yang bakal bergerak.
setelah dekat dengan Rembulan ia pun mencium kening sang istri dengan lemah lembut sambil membisikkan permintaannya.
"sayang kamu pergi dulu yah coba minta makanan untuk kakakmu yang mungkin sebentar lagi bangun dan temani dia sementara ini selama diriku bersih bersih".bisik draka disamping telinga rembulan
__ADS_1
"iya sayang tunggu sebentar".jawab rembulan secara perlahan
draka pun menganggukkan kepalanya setelah mendengar jawaban istrinya dan ia pun berlalu pergi menuju kamar mandi dan sesampai disana ia pun membersihkan tubuhnya.
Rembulan yang sudah disuruh oleh suaminya pun langsung pergi keluar kamar menuju dapur untuk mencari makanan.
sesampai disana ia melihat banyak sekali orang yang sedang memasak berbagai jenis makanan terutama berbagai daging yang sedang dibumbui untuk digunakan dalam bakar bakaran yang bakal dilakukan setelah sedikit menjelaskan rencana nya dalam garis besarnya.
Rembulan merasa bingung untuk menanyakan pada siapa karena tak enak hati mengganggu kegiatan semua orang hingga salah satu koki menghampiri dirinya.
"maaf nyonya kemari ingin meminta makanan apa ".ucap koki tersebut
"maaf begini saya kemari diminta sama suami saya untuk meminta makanan untuk diberikan pada kakak saya".ucap Rembulan
Koki yang mendengar itu mulai menebak identitas dari suami rembulan karena menurutnya bukanlah anggota biasa hal itu disebabkan oleh perkataan Rembulan yang memiliki makna dalam menyuruh untuk meminta dibuatkan makanan sesuka hatinya.
"maaf nyonya apakah boleh saya tahu makanan apa yang mau anda inginkan serta siapakah nama suami anda tersebut".ucap koki
"begini saya tolong buatkan Nasi goreng dengan lauknya mungkin sebuah telur mata sapi atau pun yang lainnya sebanyak tiga porsi serta nama suami saya adalah Draka tempest".ucap rembulan dengan santai
seluruh orang pada ruangan itu pun terdiam disaat mendengar siapa nama dari suami rembulan yang sudah diluar ekspektasi mereka yang hanya menganggap pada tingkat pemimpin urutan kedua dan ketiga dari peringkat atasan.
seluruh orang mengetahui siapa sebenarnya Draka tempest yang disebutkan oleh Rembulan yang hanya dimiliki satu orang yaitu pemimpin besar kelompok.
setelah mengetahui identitas dari suami rembulan sebagian orang pun memasakkan pesanan dari rembulan dengan cepat dan setelah selesai salah satu dari mereka menawarkan untuk membawakan makanannya namun ditolak sama rembulan.
__ADS_1
"tidak terima kasih atas tawaran bantuannya dan makanannya tapi mungkin tolong bawakan saja satu cangkir teh hangat dan tiga gelas air putih".ucap rembulan sambil berlalu pergi
setelah pergi dari dapur sambil membawa nampan yang berisi tiga buah porsi makanan , rembulan pun langsung menuju kamarnya dan disaat ia sudah masuk dan draka yang terdengar masih dikamar mandi dia menatap kearah Ulfah yang secara perlahan membuka matanya dan menatap langit langit kamar dengan tatapan kosong.
Rembulan pun secara perlahan mendekati Ulfah dan langsung memeluknya tubuh ulfah dengan air mata yang menetes dipunggung kakaknya tersebut.
Ulfah yang mulanya memiliki tatapan kosong pun secara perlahan sadar dan langsung menatap siapa yang sedang memeluk tubuhnya hingga saat ia mengetahui siapa orang tersebut dia pun membalas pelukan hangat itu juga dengan air mata kebahagian bercampur kesedihan karena belum mengetahui kondisi suaminya.
"kakak mari makan dulu sambil menunggu suami kita selesai bersih bersih dikamar mandi".ucap rembulan
Ulfah pun yang mendengar hal itu pun terdiam sebab ia hanya mengetahui bahwa suaminya sudah meninggal saat didepan mata kepalanya sendiri akan tetapi dia juga sangat mengetahui sifat dari adiknya tersebut yang tak pernah bercanda saat dalam suasana serius.
"dik rembulan apakah suami kita masih hidup dan dimana kita sekarang ini".ucap ulfah secara perlahan
"kakak sekarang kita berada dikamar dalam markas besar keluarga strom dan yang membawa kakak pun adalah suami serta ibu kita pun mungkin sedang bercanda bersama diluar ".ucap rembulan
ulfah pun kembali meneteskan air matanya tanpa sebab yang pasti karena ia merasa bahagia saat mengetahui suami nya hidup dan dia juga merasa sedih sebab belum sempat bertemu draka yang sudah memiliki banyak luka diseluruh tubuhnya dalam bayangan ulfah.
Rembulan yang melihat kakaknya pun tersenyum sebab ia sedikit bisa menebak apa yang sedang dipikirkan oleh kakaknya tersebut.
"sudahlah kak sekarang mari kita makan bersama".ucap rembulan sambil menyuburkan sepiring nasi goreng kehadapan ulfah
keduanya pun makan dengan lahap disaat mereka makan draka pun keluar tanpa memakai bajunya sambil berjalan mengeringkan rambutnya.
kedua istrinya pun terpana karena tanpa draka sadari ternyata bentuk tubuhnya sudah mulai ada perubahan serta disaat itu juga pintu kamar mereka diketuk oleh seseorang.
__ADS_1
draka pun berjalan tanpa mempedulikan tatapan istrinya ia membukakan pintu yang ternyata seorang pelayan yang mengantarkan minuman dan ia pun membawa minuman tersebut kedalam kamar dan ikut makan bersama istrinya yang sedari tadi terdiam.