Identitas Tersembunyi Menantu

Identitas Tersembunyi Menantu
bab 23


__ADS_3

dilain tempat para saudara Draka yang dipimpin oleh Veldora bersama Red tersebut semuanya sudah berbaris 17 pasukan yang didepan setiap pasukan tersebut sudah terdapat para saudaranya yang memimpin.


Tak berapa lama para pasukan musuh pun datang dengan senjata lengkap sesaat mereka pun bertatapan sama musuh yang ada didepan mereka , sampai akhirnya veldora memberi komando untuk maju pada 8 pasukan sedangkan Red juga memberi komando pada 9 pasukan miliknya beserta saudaranya.


pasukan musuh pun juga langsung menyerang maju akhirnya tembak menembak serta tebasan pun terjadi sampai akhirnya pasukan musuh pun hanya tersisa setengah dari 100.000 yang tersisa tapi entah mengapa pasukan musuh sama sekali tidak memperlihatkan wajah ketakutan maupun kecemasan dan disaat veldora dan red mendadak merasakan insting bahaya pada diri mereka.


akan tetapi naas saat mereka sudah memberi komando untuk mundur ternyata dibelakang para pasukan tersebut muncul 200.000 pasukan baru yang sudah siap menyerang.Veldora serta Red yang melihat hal itu seketika emosi yang sangat besar karena sudah membahayakan para saudaranya serta pasukannya karena mereka melihat bahwa para pasukan sudah mulai kelelahan serta para saudaranya pun juga mulai terlihat kelelahan serta kecemasan akan tetapi didalam mata serta tubuh mereka menampakkan kemurkaan besar yang siap kapan saja terluapkan.


Veldora serta Red pun akhirnya memerintahkan para pasukan untuk mundur dan hanya membantu jarak jauh.


"saudaraku sekarang kalian bisa melampiaskan emosi dan kemurkaan sampai batas kalian serta jangan melukai diri kita semua". ucap Veldora


"maju.salam berperang". ucap Red dengan lantang dan keras


setelah terikan tersebut para saudara itu pun langsung mengamuk serta murka menyerang para musuh dengan gagah dan sedangkan para wanitanya mereka lebih diutamakan bertugas dalam menyerang jarak jauh akan tetapi jumlah mereka semakin bertambah sedangkan mereka pun juga semakin menggila dalam menyerang.


Dilain tempat Draka yang baru saja sampai serta berpelukan sama calon istrinya dan ibunya ia tiba tiba saja merasakan hawa kemarahan yang besar draka yang mengetahui hal tersebut langsung meminta izin pada ibu serta calon istrinya tersebut.


"bu , sayang aku sepertinya harus pergi sebentar dulu yah soalnya para saudaraku itu sepertinya sedang dalam bahaya sekarang". ucap Draka


"Pergilah nak ibu hanya bisa mendoakan kalian semoga bisa kembali dengan selamat agar ibu bisa bertemu sama anak anak ibu itu". ucap ibu syifa dengan tersenyum cemas


"hati hati yah mas disana karena kami tak ingin kehilangan orang yang kami sayang serta yang udah bisa menyayangi dan menerima diri kami apa adanya".ucap Rembulan dengan anggukan kepala Ulfah

__ADS_1


"aku serta kami hanya bisa mendoakanmu semoga bisa kembali selamat dan berkumpul dengan kami disini".ucap ulfah


"baiklah.terima kasih semuanya sekarang sepertinya aku harus pergi kalau begitu". ucap Draka setelah mengecup kening kedua calon istrinya itu walaupun mendapat ketuakan dikepala dari sang ibu


Draka pun langsung masuk keruang khusus miliknya yang sudah ada sikembar disana.


"berapa jumlah persis dari seluruh musuh disana yang dihadapi oleh para saudara kita".ucap Draka


"lapor kak mungkin sekitar 500.000 orang kalau memang tak berubah sesuai apa yang kita sellidiki".ucap Rafael


"baiklah cukup kita bertiga yang pergi kesana karena ini sudah dari cukup untuk menghadapi para pasukan tersebut". ucap Draka


"maaf kak kalau kami pergi kesana siapa yang bakal berjaga disini sedangkan para pasukanku hampir semuanya masih berada dalam mengumpulkan informasi ".ucap Rafaela


"kamu tenang saja untuk yang berjaga disini kita serahkan saja pada para pasukan lain milikku dan ini juga sudah mulai menjelang sore jadi mereka bisa menampakkan diri mereka". ucap draka yang mendapat anggukan dari sikembar


Draka pun sampai bersama sikembar Rafael pun melesat dengan cepat beserta dibantu dengan Rafaela yang menembak dibelakang tak berselang lama pasukan musuh sudah hanya tersisa 1/4 dari pasukan yang ada sedangkan draka berjalan dengan santai dan berucap dengan dingin kepada para saudaranya yang sudah memasuki mode iblis mereka.


"Tunduk".ucap Draka yang membuat para saudara itu sadar dan langsung tertunduk lemas


"kuserahkan pengkhianat pada kalian tangkap serta tahan terlebih dahulu".ucap draka yang melihat para saudaranya yang sudah tertunduk lemas ditanah yang penuh genangan darah


Setelah memberi perintah Draka pun langsung bergerak serta berlari menuju musuh membantu Rafael tak berselang lama karena kekompakan trio tersebut para musuh itu pun kocar kacir kesegala arah. Draka pun memerintahkan pasukan untuk menghabisi mereka agar tak tersisa.

__ADS_1


Mereka bertiga pun mendekat kesaudaranya yang msudah menagkap para pengkhianat tersebut.


"lord mau kita apakan mereka ini". ucap leon


"benar lord kami semua hampir kehilangan nyawa gara gara mereka". ucap shizu


"baiklah sekarang mereka serahkan saja pada Rafael serta Rafaela untuk membawa mereka kemarkas divisi perang star kita". ucap Draka


"baiklah laksanakan. seluruh pasukan menuju markas divisi perang star untuk melihat hukuman apa yang berani berkhianat darikelompok".ucap Veldora


Akhirnya mereka pun menuju markas divisi perang star ia tak lupa pula ia memanggil wolf sebelum mereka pergi.


sesampai disana Draka pun memanggil wolf kembali hingga akhirnya draka memulai eksekusi hukuman mati untuk pengkhiatan tersebut.


"tarik seluruh bagian tubuh mereka sampai putus bagi para pengkhianat". ucap draka didepan seluruh pasukan dikelompok tersebut


pasukan serta saudaranya merinding ketakutan saat mengetahui apa bakal terjadi didepan tersebut mereka tak mengetahui bahwa kakaknya tersebut memiliki kekejaman yang lebih serta semenakutkan tersebut.


Draka yang melihat pengkhianat tersebut diikat dari kepala , tangan serta kaki hanya tersenyum ia pun pergi meninggalkan tempat eksekusi karena ia sudah bosan disana draka pun lantas pergi kembali ketempat sikembar.


Sedangkan yang masih berada ditempat eksekusi pun semuanya sudah merinding ketakutan serta ada yang kencing dicelana saking ketakutannya mereka saat melihat adegan didepan mereka. pasukan tersebut pun bersumpah setia dalam hati mereka bahwa tak bakal menjadi pengkhianat bagi kelompok karena mereka semua merasa lebih memilih mati dari pada menjadi pengkhianat kelompok.


setelah selesai mereka pun kembali ketempat masing masing serta untuk para pasukan yang sudah ikut berperang pun diberikan waktu istirahat sebelum melakukan aktivitas seperti biasa.

__ADS_1


setelah Draka sampai ia pun langsung berbaring disofa ruang tamu dirumah tersebut hingga tertidur.


...----------------...


__ADS_2