
setelah selesai makan draka pun langsung mencubit pipi istrinya ulfah karena merasa gemas saat melihat raut wajah dari sang istri yang menatap kearahnya dengan mata yang terus menuju kearah dirinya.
Rembulan yang melihat hal itu pun hanya bisa memegang mulutnya untuk menahan tawanya karena ia tadinya juga tertipu disaat mendengar bahwa suaminya sudah meninggal saat berhadapan sama ayahnya sendiri dengan membombardir banyak peluru dan yang terakhir adalah dilemparnya sebuah bom kearah sang suami.
"sudah sudah begini sebenarnya berita yang kalian dapat memang benar bahwa diriku sudah mati dengan tubuh tak utuh akan tetapi hal itu hanya buat terobosan bagi diriku untuk meningkatkan kekuatan yang tersimpan sangat dalam ditubuh suamimu ini".ucap draka
"terus suami kalau hal itu memang terjadi kenapa dirimu masih utuh sekarang".tanya rembulan
"benar dan kenapa hal ini tidak diberitahu terlebih dahulu kepada kami".ucap ulfah
"saya hanya bisa bilang mungkin karena kekuatan itu dan membuat diriku seperti terlahir kembali dan hal ini juga hanya diketahui oleh para bawahanku saja, seluruh saudara tidak ada yang mengetahuinya kecuali dua wanita yang selalu bisa menebak atau pun membaca pergerakan diriku yang mengetahuinya tanpa diberitahu olehku".ucap draka dengan tenang
"suami siapa sebenarnya kedua wanita itu apakah masih muda".tanya rembulan dengan wajah sedikit cemburu
draka yang mendapat pertanyaan itu pun tertawa terbahak bahak karena ia tak menyangka istrinya bakal cemburu dengan ibunya sendiri.
"hahahahaha. iya mereka masih terlihat masih muda hingga sekarang dan kalau kalian pengin bersaing coba tanyakan sama bunda kalian berdua yang berada dibelakang kalian".ucap draka sambil menunjuk kebelakang sang istri yang kebetulan terdapat sebuah pintu penghubung ke berbagai tempat dimarkas.
Kedua istrinya pun langsung melihat kebelakang dengan cepat dan benar saja ketika keduanya sudah berbalik terlihat kedua ibu mereka sedang memegang empat buah benda masing masing dari keduanya.
Ibu ulfah sedang memegang sebuah jarum dan tanaman obat sedangkan ibu rembulan juga sedang memegang tanaman obat akan tetapi lebih terlihat seperti tanaman liar.
Kedua wanita itu pun ketakutan saat melihat ibu mereka tersenyum kearah anaknya. Draka yang melihat hal itu pun tertawa terbahak bahak karena ia mengingat bagaimana wajah dari ibu mertuanya disaat waktu dulu pada percobaan membuat obat awet muda yang hingga sekarang belum sempurna sebab masih ada bahan yang kurang menurut keduanya.
__ADS_1
Draka pun tak ambil pusing waktu itu karena saat ia hanya memfokuskan dirinya kearah kekuatan dan kekuasaan sebab sejak dulu dirinya sudah memiliki sebuah insting yang sangat kuat dan hal itu juga yang membuat dirinya berhasil terus dalam melewati bencana yang menimpa dirinya.
saat ayahnya dikabarkan meninggal dan dibunuh oleh keluarga tempest pun ia sudah mendapatkan firasat seperti itu akan tetapi waktu itu ia hanya bisa melihat saja karena dirinya yang belum memiliki kekuatan untuk melawan kehendak alam tersebut.
disaat Draka melihat kondisi bundanya pun langsung mendapat firasat yang sangat kuat tentang ikatan darah hanya saja ia belum bisa mendapatkan gambaran dari firasatnya tersebut.
"hei ibu tua apakah kalian tidak ikut berpesta diluar seluruh orang sudah berkumpul tuh".ucap draka dengan santai
"hei menantu durhaka berani sekali kamu memanggil kami dengan sebutan ibu tua".jawab ibu rembulan dengan nada tinggi
"iya betul apakah kamu tidak mau lagi bertemu sama istrimu".ucap ibu ulfah
"hei hei apakah kalian lupa bahwa setiap kejadian yang pernah kalian lakukan ada ditanganku. Ayo pilih mana menjadikan istriku jadi kelinci percobaan kalian atau menantu baikmu ini membongkar peristiwa yang pernah kalian alami".ucap draka dengan tersenyum
"aku menyerah menantu baik please jangan dibongkar yah terutama pada anggota keluarga".ucap ibu ulfah sambil melambaikan tangan
Kedua istrinya yang didekatnya pun dibuat terheran dan kebingungan dengan tingkah sang suami sekaligus ibunya yang menurut mereka mengerikan saat marah.
"cih dasar licik".ucap ibu rembulan sambil menarik ibu ulfah keluar
"hahahaha apakah ibu mertua lupa dulu siapa dimarkas ini orang yang paling licik pertama hingga kelima".ucap draka sambil mengenang masa lalunya disaat baru masuk markas
Setelah kepergian ibu mertuanya draka pun kembali menatap kedua istrinya dan bersiap menuju kearah kamar mandi.
__ADS_1
saat draka sudah dikamar mandi dan bersih bersih, baru keduanya sadar dari lamunan mereka masing masing.
"hei kak apakah suami kita dulu sangat jahat hingga ibu kita bisa dibuat terdiam seperti itu".ucap rembulan
"kakak juga tidak tahu tapi yang jelas adalah dia sekarang suami kita yang baik dan penyayang terhadap kita dan hanya bisa mendengarkan bukan menegur perilakunya sebab mungkin ia berbuat seperti itu pasti punya alasan yang baik".ucap ulfah
keduanya pun terus mengobrol bersama hingga draka selesai mandi dan menggunakan pakaian baru yang sudah tersimpan lama yaitu pakaian kaos berwarna biru tua polos sekaligus ia juga membawa sebuah jubah yang hanya menempel ditubuhnya menutupi bagian belakang.
Saat melihat kedua istrinya masih mengobrol pun timbul niat iseng ia untuk meminta kedua istrinya untuk bersih bersih.
"sayang apakah kalian tidak bersih bersih dan bersiap".ucap draka sambil menatap keduanya dengan wajah mesum
keduanya yang melihat hal itu pun langsung berlari kekamar mandi dan menuju kelemari sebab rembulan yang sudah terlebih dahulu bersih bersih.
"ya sudah suamimu tunggu dihalaman nanti yah".ucap draka sambil berjalan pergi.
"iyaaaa".teriak keduanya
......................
Setelah draka keluar dari kamar draka pun menuju keruang keluarga yang ternyata sudah berkumpul seluruh saudaranya termasuk sikembar dan dragon dan red yang duduk disamping rapael dan rapaela serta terdapat kursi kosong tepat ditengah keduanya.
Seluruh orang yang berada dalam ruangan itu pun semua nya menggunakan jubah yang sama yang membedakan nya hanya pangkat yang terdapat pada tiap bahu dijubah tersebut.
__ADS_1
Warna emas kehitaman yang ia miliki menandakan seorang penguasa besar dalam organisasi , warna putih yang menandakan seorang jenderal dalam organisasi , warna biru menandakan seorang panglima dalam organisasi , warna merah menandakan seorang kapten dalam organisasi dan berbagai warna sesuai divisi yang anggota ikuti didalamnya.