
Ditempat itu pun juga para saudara Draka yang lain sedang bertarung dengan jumlah musuh sama dengan zaifa serta mereka
melakukan berpasangan.
Pertarungan terus berlangsung baik dari segi musuh atau pun pihak saudara draka tidak ada yang unggul dari pertarungan tersebut.
baik musuh dan saudara Draka kedua belah pihak sama sama kewalahan saat berhadapan walau pun unggul dalam jumlah bukan dengan kekuatan.
Pihak saudara draka yang kompak baik bertahan atau pun menyerang yang menyebabkan sulit untuk ditembus begitu pula sebaliknya pihak lawan yang unggul jumlah lebih cenderung bisa menutupi kelemahan dan kekurangan yang ada.
Peperangan pun terus berlangsung keduanya saling beradu pukulan , tendangan , jurus , skill dan sebagainya yang memiliki kelebihan tersendiri dari serangan kedua belah pihak.
Ledakan demi ledakan pun terus terdengar dan sikembar masih belum bergerak dan setelah waktu yang cukup lama pihak musuh pun dibuat kocar kacir dengan keganasan yang dimiliki saudara Draka tersebut.
Tidak ada satu musuh pun dibiarkan pergi oleh mereka sebab itu juga yang membuat keluarga strom muncul dipermukaan yang menyebabkan seluruh pihak keluarga besar dan aparat pemerintah waspada.
Seluruh saudara Draka pun mengumumkan nama baru mereka yang menyematkan nama belakang strom dan setelah hal itu semuanya pun terduduk lemas hingga ada yang terbaring tak bergerak.
Tepat saat mereka merasa lega muncul sepuluh sosok pria tua dengan membawa senjata andalan mereka serta kalau terlihat fisik hanyalah seorang kakek tua renta yang sangat lemah sekali.
Akan tetapi tanpa disadari oleh kesepuluh kakek tua tersebut terdapat dua pasang mata yang melihat mereka dengan niat membunuh yang sangat kejam.
"hahahaha ternyata benar dengan apa yang dirumorkan bahwa saudara anak ingusan itu juga sangat lah kuat".ucap pria tua 1
"benar akan tetapi sayangnya anak itu sudah menghilang dari sini dan kita bebas bergerak dan menguasai dunia".ucap pria tua 3
"sudah kalian sekarang mari kita bereskan mereka dulu baru membahas rencana kedepan".ucap pria tua 2
__ADS_1
Kesepuluh kakek tua itu pun langsung bergerak bersiap untuk membunuh saudara draka yang mulai pasrah sebab seluruh kekuatan mereka sudah terkuras habis baik yang diketahui maupun tidak.
sejengkal sebelum serangan mereka menyentuh tubuh para saudara Draka sebuah pedang dan anak panah melayang kearah kakek tua menangkis serangan mereka.
"hahahahah kalian sangat percaya diri sekali kakek bau tanah".ucap seorang pemuda sambil memegang pedang dan sabit dipunggungnya
"benar apakah kalian sudah pikun hingga melupakan siapa yang telah menendang pantat kalian hingga bersembunyi sampai tak berani muncul kepermukaan".ucap seorang wanita dengan cambuk aneh dipunggungnya
seluruh saudara draka pun kaget saat melihat siapa yang telah menolong mereka yaitu kakak kedua dan ketiga mereka yang juga memiliki tingkat kekuatan yang misterius.
Kesepuluh kakek tua itu pun tertegun dan langsung marah saat melihat siapa yang telah menangkis serangan mereka akan tetapi hanya kakek tua 2 yang masih tenang.
"hei apa kalian lupa juga siapa yang telah memberi luka kepada kalian".ucap kakek tua 6
"oo luka kecil itu telah sembuh sejak lama walau pun masih berbekas sebelum kakak besar menghilangkan hal tersebut".ucap Rapaela
"cih kalian saja tak bisa menghadapi kami dulu bagimana mau menang sekarang tak bakal mengubah apa yang terjadi".ucap kakek tua 10 dengan sombong
Kesepuluh kakek itu pun juga langsung bersiap menyerang kearah Sikembar dengan mengayunkan senjata andalan mereka .
"Red , Veldora bawa yang lain pergi dari sini jangan biarkan satu saudara pun lolos dan ini PERINTAH".ucap Rapael sambil berteriak menekan kata terakhirnya
"kak bagi dua ,lima banding lima".ucap Rapael disela pertarungan
Rapaela pun memberi kode kepada Rapael dan keduanya pun langsung berpisah tempat dan kesepuluh kakek itu pun membagi dua kelompok .
lima orang mengikuti Rapael dan lima lagi menyerang Rapaela yang menyebabkan kerusakan lingkungan sekitar sangat parah akibat pertarungan mereka.
__ADS_1
Walaupun menghadapi lima orang yang memiliki kekuatan diatas mereka keduanya tak gentar dan merasa bahwa tiap kali mereka bertarung ada sesuatu yang membuat kekuatan atau pun semangat keduanya meningkat.
Veldora yang mendengar perintah sang kakak pun langsung membantu yang lain untuk pergi dari arena peperangan yang diluar nalar.
Semua saudara Draka pun saling membantu untuk pergi dari sana sambil berharap keselamatan dari kakak kedua dan ketiga mereka karena hanya keduanya saja lagi yang menjadi pondasi kokoh dari keluarga strom.
Red pun juga memiliki pikiran yang sama dengan saudara yang lain sebab walau dia dan veldora kuat keduanya bukanlah pemimpin yang baik dalam mengendalikan kekuasaan besar.
tak berapa lama setelah mereka pergi ketempat yang aman semuanya melihat sekilas pertarungan sikembar yang membuat merinding ketakutan.
Sebab berbagai serangan yang dimilik pihak musuh maupun sang kakak bukanlah jurus yang mampu ditangkap oleh akal otak manusia biasa.
Akhirnya semua saudara ingat pernah ada rumor yang menyebarkan bahwa terdapat trio maupun duo gila sedang berkeliling dunia yang memiliki kemampuan diluar akal.
Pertarungan pun terus berlanjut hingga setelah beberapa waktu keadaan pun kembali tenang akan tetapi hal itu malah membuat semua saudara Draka cemas akan sesuatu.
Benar saja tepat didepan mereka terjadi ledakan besar yang membuat sebuah kawah besar dengan tinggi empat kali lipat tinggi orang dewasa berdiri.
Dan terlihat dua sosok yang masih utuh tanpa luka walau pun pakaian yang compang camping.
Dua sosok itu pun menepukan kedua tangan mereka dan saling tersenyum dan tepat selesai pertarungan matahari pun terbenam yang membuat suasana yang sangat indah.
......................
Disebuah perusahan terlihat sangat kesibukan yang tak bisa dilihat kapan berakhir sebab semenjak kehilangan pimpinan besar balik layar keadaan seketika kacau.
Tak sedikit perusahaan cabang yang diserang dari berbagai pihak mulai dari nyawa hingga persentase perusahaan.
__ADS_1
Walau begitu dengan kepemimpinan sikembar dan Narazu perusahan secara perlahan kembali tenang dan berkembang.
Berbagai pihak yang mencoba mengambil nyawa karyawan perusahaan pun dibuat menghilang dari bumi sebab walau pergerakan musuh senyap mata sikembar tetap tajam tanpa kehilangan fokus.