
pemimpin kota sparlingcity yang melihat seorang yang ia kenal sekaligus sedang dicarinya saat mengetahui bahwa temannya tersebut telah bercerai sama Laura waktu dulu.
ia selalu berusaha mencari sahabat yang sudah seperti saudara bagi dirinya karena dirinya tak pernah merasakan artinya sebuah keluarga yang menyayanginya.
saat dirinya sudah putus asa dalam keluarga ia bertemu sama draka yang saat itu sudah mulai berpikir kembali siapa yang sudah menyelematkan dirinya.
hingga akhirnya draka mengetahui fakta yang sesungguhnya serta langsung memutuskan untuk kembali ketahta kekuasaan besar miliknya.
saat itu juga Draka dan sahabatnya tersebut mulai tak pernah kali bertemu sampai akhirnya keduanya kembali bertemu dengan identitas asli dirinya.
pemimpin kota pun langsung memeluk sahabat sekaligus saudara angkat dihatinya tersebut dengan erat karena ternyata saat dirinya memberlangsungkan pernikahan saudaranya tersebut bisa berhadir melihat serta menemani dirinya.
draka yang dipeluk pun hanya terkekeh walaupun ada rasa sedikit senang dihatinya karena ternyata sahabatnya tersebut juga masih mengingat dirinya.
"hei pemimpin kota apa kau tidak malu memeluk seorang pria didepan umum serta kenapa anda memeluk diriku".ucap draka
" biarkan saja mereka melihat bahwa diriku memiliki seorang kakak yang tampan ".ucap pemimpin kota
" hah kapan diriku menjadi kakakmu pemimpin kota apakah kita pernah saling mengenal ".ucap draka
"apakah kau lupa bahwa diriku ini sudah menganggap dirimu adalah kakakku serta sekarang aku sudah tak memiliki keluarga lagi hanya keluarga istriku saja lagi yang bersamaku".ucap pemimpin kota
" hahahaha sudahlah lebih baik kau memperlangsung pernikahan kalian serta apa boleh diriku bertemu sama mertuamu".ucap draka
"tentu boleh dan kau bertemu disana untuk apa serta dengan siapa kakak datang kemari".ucap pemimpin kota sambil melirit kearah draka
" tentunya sama istriku memang ada apa kau bertanya seperti itu apakah kau mau mengejek kakakmu ini".ucap draka
"hehehehe gak juga tapi tunggu dulu yang mana kakak iparku".ucap pemimpin kota
__ADS_1
" apa maksudmu yang mana bukankah kau sudah melihatnya serta siapa nama istrimu".ucap draka
"betul ini kenalkan Sri ayu mempelai istriku dan ini kakak angkat ku Draka ".ucap pemimpin kota
" halo salam kenal kakak ipar nama saya sri ayu dari keluarga garmon".ucap ayu
"slam kenal juga nama saya Draka tempest dan disamping kiriku adalah Nor Rembulan white sedangkan yang sebelahkan adalah Noor ulfah white istriku".ucap draka
" Hai salam kenal juga ayu saya rembulan istrinya draka".ucap rembulan
"halo salam kenal juga sri saya Ulfah istrinya draka".ucap Ulfah
" salam kenal juga kakak ipar ".ucap ayu
pemimpin kota yang mengetahui kakak angkatnya yang memiliki dua istri pun terkejut karena ia tak menyangka bahwa kakaknya mampu menaklukan dia hati wanita sekaligus tanpa ada pertengkaran diantara keduanya.
sedangkan draka hanya santai sambil mencari sosok orang tua dari ayu karena ia masih penasaran kenapa keluarga garmon mau menikahkan anaknya kepada seorang kelas bawah.
sedangkan draka yang mendekat kearah orang tua atu istrinya lebih memilih untuk menyaksikan hiburan dan hidangan nyang susah disediakan oleh penyelenggara.
sesampai didekat orang tua ayu ia langsung saja meminta izin duduk bersama mereka.
sesudah diizinkan duduk bersama draka pun langsung membahas keinti masalah secara langsung tanpa ada kata basa basi.
" mohon maaf tuan dan nyonya apakah boleh saja bertanya dan jawab dengan jujur pertanyaan saya ini".ucap draka
"mohon maaf tuan ingin membicarakan masalah apa yah serta apakah saya bisa mengetahui siapa anda".ucap ayah ayu
"oh mohon maaf perkenalkan nama saya adalah Draka tempest perwakilan dari perusahaan familystrom".ucap draka
__ADS_1
" begitu perkenalkan juga saya michkel garmon dan disamping saya adalah ayu putri istri saya".ucap michkel
"tentu sekarang saya mau tanya apa tujuan anda merestui pernikahan tuan dimas bersama putri anda ayu".ucap draka
" begini tuan saya merestui mereka karena walaupun keluarga kami termasuk dalam keluarga atas dikota ini bukan berarti bahwa diriku pribadi untuk mengorbankan kebahagian anak saya".ucap michkel
"jadi begitu tapi apakah benar kalian dari keluarga garmon karena dulu pernah saya didengar bahwa keluarga itu sudah dibuat musnah dan hancur oleh seseorang".ucap draka
" sebenarnya hal tersebut adalah fakta dari keluarga kami dan sekarang hanya tersisa keluarga saya jadi karena hal itu juga diriku pribadi mempelajari dari kejadian tersebut karena memang kelakuan keluarga saya itu sudah diambang kehancuran dari dulu dan waktu itu saya langsung pergi dari keluarga garmon".ucap michkel
"ehh tunggu dulu itu berarti kalian adalah keluarga yang saat kejadian itu masuk rumah sakit karena keracunan dan hampir dibunuh oleh seseorang pada waktu sebelum kejadian pembantaian terjadi".ucap draka
" mohon maaf tuan anda sebenarnya siapa hingga mengetahui hampir seluruh cerita dari pembantaian tersebut".ucap michkel
"sudah kalian tenang saja karena saat kalian memberi penjelasan dari pertanyaan pertama kamu memberikan jawaban yang tulus hal yang dulu pernah terjadi pada keluarga garmon tak bakal terulang kembali".ucap draka
suami istri itu pun merinding ketakutan saat melihat draka yang duduk didepan mereka sudah seperti sedang berhadapan sama binatang buas yang siap memangsa keduanya.
akhirnya draka kembali berucap yang membuat keduanya kembali sedikit tenang dan khawatir.
" saya di sini mohon izin apakah kalian merestui adik angkat ku untuk menikahi putri kalian".ucap draka
"tentu kalau memang adik tuan memiliki niatan baik untuk menjaga putri kami".ucap michkel
" Terima kasih untuk restunya serta apakah kalian bisa tidak terlalu formal karena nantinya kita juga bakal menjadi keluarga dan bisakah aku meminta bantuan kalian".ucap draka
"baiklah tentu boleh serta bantuan apa yang bisa kami lakukan untuk nak draka ".ucap tante putri
"bisa kah kalian untuk memberitahukan pada pembawa acara serta pada penghulunya agar menambahkan keluarga strom dibelakang nama Dimas serta kalau dia tidak mau bilang saja bahwa itu adalah perintah dariku".ucap draka
__ADS_1
orang tua ayu pun mengangguk kan kepalanya serta langsung memanggil bawahan mereka untuk melakukan apa yang diminta oleh draka.
akhirnya acara pun terus berlangsung dengan lancar tanpa ada hambatan sekaligus kedua orang tua ayu sudah mulai akrab dengan draka bersama istrinya.