
Disaat sosok yang menatap para orang tua tersebut tiba tiba saja ditelinga dia yang memang menggunakan sebuah alat komunikasi akan tetapi bentuk dari alat tersebut seperti alat untuk pendengaran.
Sosok tersebut terus mendengarkan sekaligus menatap para orang tua yang berkumpul serta disaat ia sudah mendapat perintah ia dengan segera mundur keluar dari persembunyian serta menuju ketempat lain tanpa diketahui oleh siapa pun.
Sesampai diruangan lain ia pun mengumpulkan orang orang yang memang ingin ikut dengan dirinya serta berbagai barang dan tawanan dibawa oleh nya yang sudah susah payah didapatkan oleh para orang tua.
sosok itu hanya berpikir bahwa mungkin benda dan tawanan yang ia bawa bakal berguna untuk kakak besarnya.
Sosok itu pun melambaikan tangannya pada kegelapan malam disaat sudah berada diluar ruangan dan diterangi oleh cahaya bulan sebuah portal berbentuk gerbang pun tiba tiba saja muncul dihadapan dirinya dan orang yang mengikutinya.
Sosok itu pun masuk kedalam gerbang tersebut sambil diikuti yang lain. setelah semua orang masuk gerbang itu pun menghilang tanpa jejak serta seluruh orang pun kembali muncul dihadapan seseorang yang sedang duduk disebuah batu dan disisinya terdapat pria dan wanita yang sedang berdiri dibelakang samping orang tersebut.
"zegion melapor telah kembali kaisar".ucap sosok tersebut sambil berlutut sebelah kaki
"Ah...Zegion saudaraku lama tak bertemu apakah kamu kembali membawa oleh oleh untuk saudara yang lain".ucap sosok itu sambil berbalik dan menatap zegion yang sedang berlutut.
"entah lah bang mereka hanya saya bawa karena merasa mungkin bakal berguna untuk keluarga kita ".ucap zegion
"selamat datang dikeluarga strom "ucap wanita yang disamping sosok tersebut
Seluruh orang pun hanya bisa menganggukkan kepala mereka karena merasa gugup tanpa alasan yang pasti. Ketiga orang itu pun tersenyum sambil menatap zegion.
"baiklah sekarang kamu boleh kembali dan beristirahat serta biarkan mereka membawakan barang yang kau bawa menuju ruang harta serta sisanya biar kakak ketigamu yang mengurusnya".ucap sosok tersebut dan langsung menghilang dihadapan semua orang
"baik bang serta kakak lama tak bertemu apakah kakak kedua dan kakak ketiga masih sendiri".ucap zegion dengan polos
__ADS_1
"hei adik kurang ajar "ucap sosok pria
"hahaha sudah sana istirahat dari pada dijadikan samsak hidup oleh rapael kakak ketigamu itu".ucap sang wanita
seluruh orang pergi sesuai arahan rapael dan ternyata ketiga orang tersebut adalah rapael dan rapaela serta draka yang sedang membahas pernikahan saudaranya disaat sebelum datangnya zegion.
......................
Ditempat lain lebih tepatnya dikediaman ayah istrinya rembulan diruang keluarga berbagai bagai benda pecah terobrak abrik tak menentu letaknya.
Disana terdapat seorang pria paruh baya yang terduduk lemas dilantai penuh dengan pecahan barang disekitar pria itu juga terdapat orang orang yang hanya menatapnya dengan wajah datar tanpa ekspresi.
Pria itu terus berteriak dan menangis serta meraung penuh dengan kemarahan yang disebabkan oleh perbuatan dirinya sendiri.
Dia awalnya merasa telah menang saat melihat seorang pemuda yang dikatakan oleh bawahannya adalah menantunya sendiri akan tetapi karena ia tidak setuju akhirnya dirinya membunuh menantunya sendiri tanpa diketahui sang istri menurutnya.
Hal itu juga yang membuat ia marah serta kesal secara bersamaan hingga bawahannya mengabari bahwa menantunya masih hidup sekaligus istri dan anaknya ikut menghilang disaat mendapat kabar tersebut.
Akhirnya ia pun hanya bisa marah dan kecewa tak mengetahui fakta yang besar yang selama ini berada didekatnya serta dia juga merasa ketakutan saat memikirkan bagaimana bisa seorang manusia tidak mati saat mengenai sebuah peluru serta granat secara bersamaan.
Ditempat ayah ulfah pun sama ,pria paruh baya tersebut ketakutan saat mengetahui fakta dan kabar yang dibawa bawahannya.
sekarang ia merasa sangat ketakutan saat mengetahui ternyata istri yang dia pandang rendah ,sering kena marah dan bahkan ia hina ternyata adalah seorang ahli racun yang sangat ditakuti oleh dunia serta tempo dulu dirinya pernah berucap sama dirinya sendiri bahwa dia tidak bakal mendekati wanita seperti itu sebab menurutnya wajah dari ahli racun itu bakal jelek.
Dia sekarang ini hanya bisa mengingat dan bersiap hal buruk yang bakal menimpa dirinya disaat istrinya pulang serta menantunya yang masih hidup itu pun membuat ia tidak bisa tidur dengan tenang karena selalu merasa terancam.
__ADS_1
......................
"hahahahahahahah. Bersiaplah kalian para manusia untuk menghadapi kepunahan serta patuhlah menjadi santapan kami".ucap sosok
Tawa sesosok bergema disebuah ruangan yang didalamnya terdapat banyak sosok yang mirip manusia akan tetapi memiliki tanduk yang mencolok berwarna hitam.
Ditempat lain pun juga sama tawa dan teriakan kegembiraan pun juga terdengar dirungan tersebut akan yang membedakan mereka hanyalah warna tanduk yang dimiliki sosok itu yaitu berwarna merah.
......................
Ditempat berbeda terdapat banyak sosok yang juga mirip manusia akan tetapi dengan ekspresi ketakutan yang terlihat jelas dimata mereka.
para sosok itu memiliki fisik layaknya manusia akan tetapi tubuh mereka tembus pandangan tak bisa disentuh oleh apa pun kecuali yang mengetahuinya.
......................
Setelah berbicara dengan sikembar dan kedatangan adiknya zegion draka pun akhirnya menuju gua rahasia yang dulu pernah ia masuki.
Sesampai disana dirinya dengan mudah sampai menuju ketempat yang terdapat pedang yang tempo dulu tak bisa ia cabut untuk mengetahui rahasia dalam tubuhnya.
sesampai disana draka langsung saja mencoba mencabut bilah pedang paling tengah yang ternyata berbeda dari sebelumnya karena saat ia baru memegagang bilahnya muncul sebuah gambaran seekor monster berbentuk rubah berekor sembilan.
Draka yang melihat hal itu tidak merasa panik melainkan menarik sebab saat ia sudah menyerang sang rubah yang belum sempat menghindar atau pun melawan. Tiba tiba saja rubah tersebut hancur menjadi sebuah genangan air tak berwujud.
Draka yang memiliki pemikiran cepat pun langsung menunjukkan jawaban yang muncul diotaknya yaitu ia harus berhadapan sama jalan kehidupan dirinya sendiri dan air itu pun digambarkan sebagai berbagai sifat manusia yang bisa berubah dalam sekejap.
__ADS_1
monster rubah itu pun menurutnya menggambarkan sebagai sifat kelicikan dan nafsu yang dimiliki oleh manusia terutama amarah yang tidak stabil hingga bisa membuat dirinya hancur atas perbuatannya sendiri.