
tak selama terdengarlah ketukan dimobil didekat tempat duduk draka yang sedang tertidur dikursi sopir. Draka pun masih tertidur sampai ia dibangunkan oleh bisikan dari ulfah yang membangunkannya dengan menepuk lembut pipinya sambil mengucap "bangun" dengan lemah lembut.
"haaaa.apakah sudah selesai belanja pakaiannya".ucap draka sambil mengucek ngucek matanya yang penglihatannya masih buram
"sudah selesai dan lihat Rembulan dan Angela kecapean tuh sampai mengantuk sudah mau tertidur".ucap Ulfah
"baiklah.apakah kamu tahu ukuran jari Rembulan untuk cincin pernikahan".ucap Draka
"kayaknya saya tahu berapa ukuran jarinya tapi ehm sepertinya ada cincin yang tidak dipakainya deh saat kita mau berangkat tadi dan aku coba ternyata sama dengan jariku".ucap Ulfah
"baiklah kalau begitu kita pergi ketoko emas dulu untuk membeli cincinnya".ucap Draka
"baiklah. tapi kenapa mas dari tadi membahas soal pernikahan ".ucap ulfah setelah mobil berjalan menuju toko emas
"udah kamu gak usah dipikirkan karena aku sudah menemukan jodoh yang tepat untuk kalian".ucap Draka sambil tersenyum misterius
Ulfah yang mendengar hal itu terdiam dan ada perasaan sedih karena ucapan dari draka ia pun hanya bisa meratapi nasib dirinya serta rembulan yang kurang lebih bakal seperti dijual keseseorang. sesampai ditoko mereka berdua pun masuk dan mencari cincin yang cocok untuk digunakan serta setelah mendapatkannya draka pun membayarnya langsung dan mereka pun pulang menuju rumah draka. sepanjang perjalanan pun Ulfah hanya terdiam sedih.
saat sampai dirumah sikembar ulfah pun langsung berlari masuk kekamar dengan perasaan sedih sedangkan Draka membangunkan kedua wanita yang masih berada didalam mobil.
Draka pun juga ikut masuk kedalam setelah Rembulan dan Angela terlebih dahulu. ia pun melihat Narazu sedang bersama Andini. ia langsung memberi kode kepada Narazu untuk mengikutinya keruang kerja yang ada disana.
"Narazu bagaimana persiapan pernikahan diriku apakah sudah selesai".ucap Draka setelah berduduk dikursi yang ada disana
"lapor bos seluruh persiapan sudah selesai hanya menunggu tanggal serta waktu acara dari anda".ucap Narazu
"bagus kamu siapkan besok kita adakan acaranya".ucap Draka
"siap bos akan tetapi kenapa mendadak begini".ucap narazu
"sudah waktunya diriku membuat sedih keduanya nanti malam kalau sesuai prediksi ku Ulfah bakal kabur dari sini".ucap Draka
"kalau begitu apakah perlu kita halangi rencananya dia itu karena menurutku kalau kak ulfah kabur otomatis kak rembulan pun bakal ikut kakaknya".ucap Narazu
__ADS_1
"menurutku tidak karena Rembulan bakal ikut kalau kaburnya dipagi hari dan sekarang malam hari jadi ia gak bakal ikut malahan mungkin membujuk Ulfah agar berubah pikiran".ucap Draka
"kenapa begitu tuan bisa berpikir begitu".ucap Narazu
"begini Ulfah itu bisa dibilang mengalami trauma lah karena peristiwa dirinya yang hampir diperkosa beramai ramai oleh anak buah musuh kita".ucap Draka
"ooo.jadi begitu terus langkah apa yang bakal tuan lakukan ".ucap Narazu
"begini nantinya aku bakal menyuruh bawahanku untuk menculiknya saat ia sedang kabur nanti".ucap Draka
"maaf tuan bukan kah itu bakal tambah membuat Kak ulfah menderita karena trauma itu".ucap Narazu
"aku bakal seperti memberi kejutan dengan cara seperti yang bisa diartikan aku bakal ada saat kamu mengalami rintangan yang membuatmu kesulitan dan kesusahan intinya Aku bakal selalu ada disampingnya".ucap Draka
"baiklah tuan kalau memang sudah ada rencana yang matang dan apa yang harus saya lakukan".ucap Narazu
"kamu hanya perlu mengirim perias serta gaun pengantinnya kealamat ini sebelum acara dimulai".ucap Draka sambil menyodorkan sebuah kertas
"baik tuan segera saya laksanakan dan mohon pamit".ucap Narazu sambil berlalu keluar
"Shuna apakah kau serta yang lain bisa membantu Angela membuat gaun pernikahanku untuk kakak iparmu dan harus selesai malam ini juga".ucap Draka
"itu bisa diatur kak tapi apakah kakak sudah ada desain maupun rancangan apa yang bakal dibuat".ucap shuna
"kalau soal itu kamu nanti coba berdiskusi kepada Angela istri dari sialbert yang dibawa rimuru sama diablo sekarang ini".ucap Draka
"oke kak kalau memang rancangannya sedikit sulit dan rumit mungkin paling telat nanti pagi sebelum acara bakal selesai kami buat".ucap Shuna
"baiklah kamu atur saja dan nanti aku bakal kirim dulu kontakmu pada angela serta sisanya aku percayakan padamu".ucap Draka
"beres kak kakak tenang saja aku bakal minta bantuan sama saudari yang lain agar cepat selesai.udah dulu ya kak".ucap shuna sambil mematikan telpon
"Angela nanti kamu diskusikan sama shuna gimana rancangannya serta kalau perlu bertemu kamu bisa minta Rafael maupun Rafaela untuk mengirimmu ketempat shuna".ucap draka
"siap kak kalau begitu saya segera bersiap dulu serta membahas gaun itu dengan kak shuna sekarang agar tidak terbuang waktu mendadak ini".ucap angela langsung pergi setelah mendapat anggukan dari draka
__ADS_1
Tak berapa lama setelah kepergian Angela ruangan tersebut berubah menjadi dingin dan kalau ada orang biasa yang masuk bakal langsung menggigil dan merinding ketakutan. saat draka masih duduk muncul lah dua sosok yang menghadap kedirinya dengan menundukkan kepalanya.
"kalian berdua berkerja sama dan culik calon istriku yang kabur serta jangan sampai ada lecet sedikit pun.jangan buat takut dirinya saat melakukannya".ucap Draka
"siap tuan ".ucap kedua serempak
"kalian bawa ketempat yang sudah kutentukan dan nanti ada yang memang sudah kutugaskan untuk merias dirinya nanti ".ucap Draka
"baik baginda segera kami lakukan karena kami juga sudah merasakan aura ratu sudah mulai berjalan pergi".ucap Vampir
setelah pamit pada Draka kedua makhluk itu pun langsung berangkat dan mengawasi hingga keluar hutan. mereka pun langsung melakukan apa yang diperintahkan kepada mereka dengan bersih.
sedangkan Narazu pun juga sedang sibuk dan dibantu oleh Andini mengurus urusannya serta Angela pun juga sudah berdiri diatap untuk diantar ketempat shuna untuk membahas gaun pengantin disana.
Draka pun menunggu kedatangan Rafael untuk masuk keruang tersebut.
"Ada apa kak kamu memanggilku bukan kah soal pernikahan sudah diurus oleh Narazu".ucap Rafael
"bukan itu yang ingin kubahas tapi kamu siapkan dua anggota kita yang wanita untuk ikut bersandiwara nantinya ".ucap Draka
"untuk apa kak kamu mencari wanita bukan kah kedua kakak ipar ada dan juga besok juga sudah dijadikan menjadi milik kakak".ucap Rafael
"gini menurut prediksiku keluarga tempest bakal menyerang nanti malam saat aku ingin melakukan itu kalau mendengar diriku masih hidup".ucap Draka
"bukan kah sahabat busukmu itu orang yang licik tak mungkin kan ia bakal langsung menyerang tanpa persiapan".ucap Rafael
"betul ini hanya pancingan agar diriku keluar dan memperlihatkan kekuatanku ".ucap Draka
"baiklah kak kalau begitu nanti aku bakal berdiskusi sama Rafaela siapa yang bakal ikut rencana ini".ucap rafael sambil berlalu pergi
mari kita bermain sahabatku yang tajam.gumam Draka sambil tersenyum devilπππ
__ADS_1