
saat menunggu pemuda itu pun mencoba membujuk draka untuk pergi agar tidak terjadi masalah.
"maaf tuan bisa pergi sekarang biar saya saja yang mengurus masalah disini".ucap pemuda tersebut
"maaf dek kami tidak mau pergi sekarang".ucap ulfah dengan sopan
"tapi mbak ini bakal jadi masalah besar saat mereka datang".ucap pemuda tersebut
"dek adek tidak usah lagi membujuk mas draka karena ia gak bakal pergi kalau ia memang tidak mau".ucap Rembulan
"siapa nama kamu".ucap draka yang dari tadi diam
"Andi tuan memang ada apa".ucap pemuda tersebut
"kamu tinggal sendiri atau bagaimana".ucap draka
"saya tinggal dipanti asuhan tuan serta untuk apa yah tuan bertanya seperti itu".ucap andi
setelah bertanya draka pun terdiam kembali hingga akhirnya ia menelpon seseorang.
"tiger untuk wilayah kota los swordcity siapa yang megang".ucap draka
"lapor bos untuk wilayah disana kebetulan sekali termasuk wilayah kekuasaan saya".ucap tiger
"sekarang kamu kirim orang kamu yang dikenal dikota ini kealamat yang kuberikan nanti"ucap draka
"baik bos.tapi maaf apakah anda sedang ada yang menyinggungmu".ucap tiger dengan hati hati
"gak papa hanya masalah kecil".ucap draka sambil memutuskan panggilan sekaligus mengirim lokasi ia berada sekarang
tak selang lama saat draka mematikan handphonenya datanglah segerombolan orang dengan membawa tongkat bisbol.
"hahaha sekarang kalian tak bisa lari lagi dariku karena kau membawa gadis cantik sepertinya bisa kujadikan selirku nih".ucap pemilik kios
"kak mbak sebaiknya pergi sekarang aku bakal menahan mereka segera".ucap andi dengan cemas sambil mendorong draka
"hei andi kau juga jangan kira bisa kabur dari sini".ucap pemilik kios
__ADS_1
" hei pak tua apa yang perlu kulakukan sampai sampai kau memanggilku kemari".ucap pimpinan kelompok tersebut
" kalian hanya perlu memukul mundur pria yang sedang diapit 2 wanita itu".ucap pemilik kios sambil menunjuk draka
"kalau soal itu urusan gampang tapi kita bagi 2 tu cewek bagaimana".ucap pemimpin tersebut
"gak boleh biarkan aku menentukan dulu siapa yang bakal ku simpanan nanti baru sisa kalian yang ambil".ucap pemilik kios
"baiklah tak masalah ayo semuanya mari ikut aku".ucap pemimpin tersebut sambil mendekati draka
"hei anak muda lebih baik kamu pergi sekarang saja sana dan tinggal 2 cewek ini".ucap pimpinan tersebut
"coba ulangi sekali lagi apa yang kau ucap tadi".ucap draka
"hei apa kau tuli hah sampai berani menyuruh diriku untuk mengulanginya".ucap pimpinan
"terserah tapi yang jelas siapa pun yang pernah berurusan denganku bakal tidak berakhir dengan baik".ucap draka dengan santai tanpa ada tekanan
"cari mati kau anak muda ".ucap pimpinan sambil mengayunkan pemukul bisbol kearah draka
dan saat pemukul bisbol tersebut berjarak hanya 5 cm saja terdengar teriakan untuk berhenti dengan keras.
"aku mau apa kamu hah sampai searogan seperti itu".ucap pria yang hentikan tadi
"maaf bos aku tidak tau itu anda tuan angger ".ucap pemimpin
"hei untuk urusan denganmu aku bakal kesampingkan dulu".ucap angger
akhirnya para bawahan yang tidak mengetahui identitas angger pun saling berdiskusi dan menebak siapa yang sudah menghentikan pemimpin mereka itu sampai ketakutan. sedangkan Angger pun langsung menuju Draka dan membungkuk hormat didepannya.
"maaf bos besar saya terlambat karena ada kemacetan dijalan tadi".ucap Angger dengan hati hati
"tak masalah sekarang kau urus saja pemilik kios ini jangan sampai aku melihatnya dimuka bumi ini".ucap draka
"beres bos besar dan mohon maaf kalau untuk urusan bawahan saya itu mau anda apa kan".ucap angger
"hmmm.kau bikin dia tak bisa bangun saja selama 2 bulan itu sudah cukup dan sisanya terserahmu aku pergi".ucap draka
__ADS_1
"baik bos mari saya antar sampai kemobil".ucap Angger
" hei dek ayo cepat tunjukin dimana kau tinggal sekarang".ucap draka
"iii.ya kak ".ucap Andi dengan gugup dan terbata bata
"Manis cintaku ayo kita pergi kepanti dirinya".ucap draka sambil menggandeng keduanya
mereka pun masuk kedalam mobil dan langsung menuju panti asuhan yang merawat andi serta saat ingin masuk kedalam mobil andi malu dan merasa takut akan mengotori mobil draka hingga akhirnya ia mau karena melihat tatapan tajam draka.
sedangkan draka menuju panti beda lagi sama Angger yang sedang menghukum bawahannya.
"Plo apa kamu tau apa kesalahanmu".ucap angger dengan dingin
"maaf bos saya rasa melakukan kesalahan besar bukan pada ada melainkan pada orang lain".ucap plo menebak
"benar tapi kau bernasib baik karena kau hanya mendapatkan hukuman berupa tidak boleh bergerak selama dua bulan jadi sekarang kau patahkan kedua kaki mu dan nanti setelahnya biar kuurus".ucap angger
"siap bos ".ucap plo yang langsung memukul kakinya hingga patah keduanya
"untuk kalian semua diskors selama 5 bulan kalian bisa coba pekarjaan lain selama waktu itu dan boleh kembali kalau kalian ingin".ucap angger
"siap dan makasih bos".ucap semuanya serempak
"semuanya sekarang aku anggap selesai dan yang tersisa lumpuhkan pemilik kios itu serta masukkan ke dalam mobilku sekarang".ucap Angger
mereka semua pun langsung memukul pemilik toko tanpa ampun dan langsung melempar masuk kedalam mobil Angger.
"maaf bos apakah boleh saya tau siapa pemuda tersebut".ucap plo sambil menahan rasa sakit
"kalian apakah memang ingin mengetahui tentang dirinya".ucap angger
"benar bos agar kami ingat serta kenapa kami tidak boleh membuat orang tersebut marah".ucap salah satu bawahan disana
"yang jelas tadi kalau sampai ia marah besar kalian semua gak bakal pernah selamat walau pun bos Tiger yang turun tangan".ucap Angger sambil berlalu pergi
setelah kepergian Angger semua orang pun ketakutan dan tercengang walau pun info yang mereka dapat hanyalah sebuah gambaran apa yang terjadi kalau angger datang terlambat tadi.
__ADS_1
setelah berhasil menghilangkan keterkejutannya sebagian dari mereka pun langsung membawa plo kerumah sakit dan ada juga yang menutupkan kios dan setelah selesai orang orang itu pun menuju rumah plo untuk menghabari istri plo dan langsung mengantar kerumah sakit hingga akhirnya sesampai disana semuanya pun bubar kembali ketempat tinggal masing masing.
......................