
tak berapa lama Draka pun sampai kekota ia langsung saja pulang dan bertemu Rembulan yang sedang menyuapi sang ibunda.entah kenapa Rembulan yang menyadari Draka sudah pulang ia langsung saja senang dan memeluk Draka dengan erat seolah draka belum pulang lama.
Draka yang mengetahui hal itu ia merasa bingung dan bertanya ada apa karena ia hanya merasa bahwa dirinya hanya pergi selama dua hari saja.
"Rembulan ada apa dengan air matamu serta sifatmu ini" ucap draka
"kamu kemana saja kamu pergi dan akhirnya tanpa kabar selama 1 bulan ini Draka jawab kemana kamu" ucap draka
"aku hanya pergi kesuatu desa untuk mengambil tanaman yang dibutuhkan serta mendapatkan benda pusaka saja tanpa sengaja disana". ucap Draka
"gak papa lah yang penting kamu sudqh pulang dengan semangat dan ouyah gimana obat nya apakah sudah ada untuk ibu". ucap Rembulan
"sudah itu obatnya berada dicincin ini".ucap Draka
"hah. cincin apa draka apa menurutmu ini seperti dinovel dan komik komik yang memiliki cincin yang bisa menyimpan banyak benda itu". ucap Rembulan
Draka tak menjawab ia hanya langsung saja mengeluarkan tas yang ia bawa yang sudah disimpan dicincin tersebut.
Rembulan yang melihat hal itu langsung seketika langsung kaget dan tercengang dengan apa yang ada didepannya ini.
Draka pun langsung saja mengampil pil yang telah ia buat dan meminta Rembulan untuk mengambilkan air hangat untuk ibunya.
Rembulan pun perlahan pulih dari keterkejutannya ia pun langsung kedapur dan mengambilkan air hangat untuk sang ibunda.
Draka yang melihat Rembulan sudah kembali dan membawa air hangat yang ia minta ia langsung saja memasukkan setengah pil ke air dan setengahnya ia masukkan kedalam mulut ibunya.
setelah pil dimasukkan langsung seketika pil tersebut larut dengan sendirinya sedangkan yang masuk kedalam tubuh itu langsung berubah menjadi suatu energi yang mengalir ke setiap sel dan jaringan sampai keorgan tubuh ibunya.
setelah pil yang dimulut sang ibu sudah larut ia pun menungkan air larutan pil itu kembali ke ibunya.sampai akhirnya sang ibu sudah kembali sembuh total serta sang ibu pun melihat kesamping dan langsung tersenyum bahwa karena anaknya sudah dewasa dan besar sekarang.
"nak ternyata sekarang kamu sudah dewasa yah dan juga kamu sepertinya sudah banyak berubah". ucap Ibu draka
"Bu aku ingin bercerita nanti sama ibu apa yang sudah terjadi nanti tapi sekarang ibu istirahat dulu yah dan sebelum ibu tidur aku pengen kenalin sama ibu calon istriku". ucap draka
__ADS_1
"Halo bu kenalkan namaku adalah Noor Rembulan white.bu apakah aku boleh memanggil engkau dengan sebutan bunda". ucap Rembulan
"hemm.boleh kamu panggil saya bunda syifa yah. Draka kamu sekarang sudah pintar yah memilih seorang wanita". ucap bunda syifa yang mulai menggoda anaknya itu
"ibu udah yah sekarang dulu yah karena besok pagi kita bakal kesuatu tempat untuk nenyembuhkan penyakit ibu nanti.oke dah ibu". ucap Draka
"bunda istirahat dulu yah ini sudah mulai sore jadi saya mau memasak makan dulu yah bun sekalian ngobrol dulu sama draka." ucap rembulan sambil tersenyum
setelah melihat ibunya beistirahat kembali draka beserta Rembulan pun keluar bersama dan menuju dapur.
"Rembulan aku bakal mengirimmu ketempat saudariku besok dan nanti kalau saudariku pengin menceritakan sesuatu kamu bilang sama dia untuk meminta ibu meminum sebuah ramuan yang sudah kubuat terlebih dahulu agar tidak kembali terjadi hal yang tak diinginkan". ucap Draka
"hemm.baiklah jadi nanti pagi aku bakal diungsikan nih setelah kamu pergi selama sebulan ini" ucap Rembulan sambil pura pura bersedih
"Rembulan kamu tenang saja aku juga bakal tetap menemanimu disana karena peranku bakal lebih sedikit aku bakal membiarkan para saudara serta pasukanku saja yang sudah sangat lama tak merenggangkan tubuh itu". ucap Draka sambil memeluk dan mengecup dahi Rembulan
Rembulan yang mendapat perlakuan itu langsung seketika saja menjadi malu sampai wajahnya menunjukkan rona merah dipipinya.
tak berapa lama acara masak memasak pun selesai draka pun memanggil ibunya sedangkan Rembulan menata makanan diatas meja makan yang sudah siap untuk dipakai.
Diatas meja tersebut pun sudah terdapat dua lauk yaitu udang dan ayam crispi serta sayurnya pun hanya sebuah mie goreng dan untuk nasinya kali ini adalah nasi goreng.
tak berapa lama draka pun sampai dengan ibunya. mereka pun duduk dan makan bersama dengan lahap hampir semua makanan yang diatas meja hampir tak tersisa saking lahapnya mereka bertiga makan.
setelah mereka semua selesai makan dan bersih bersih mereka pun pergi keruang keluarga untuk saling bertukar cerita sampai akhirnya Ibu draka pun bertanya pada draka kapan dirinya menikahi rembulan karena sang ibu sudah mulai tak sabar untuk bisa menimang seorang cucu.
"bu ibu twnang saja karena cepat atau lambat aku bakal menikahi Rembulan dan juga ibu harus tahu bahwa ibu memiliki dua orang mantu nantinya". ucap draka
" apa apaan kamu ini apakh kamu bakal tak setia pada istri mu ini hah". ucap ibu draka yang mulai marah
"bu bukan begitu yang dimaksud mas draka karena saat itu mas draka terluka parah sampai akhirnya kami menolong draka serta saat kami tertidur kami mendengar bahwa draka bakal menikahi kami berdua. dan ibu tenang saja aku sama wanita itu pun sudah seperti kakak adik jadi ibu tak usah khawatir untuk hal itu karena kami berdua pun mengetahui hal ini." ucap Rembulan yang memotong pembicaraan saat draka yang ingin menjawabnya
__ADS_1
Draka yang melihat hal itu hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya serta ia pun pamit masuk kedalam kamar untuk beristirahat.
saat draka masuk kamar terjadilah pembincaraan ibu dan mantu tersebut tapi entah mengapa pembicaraan terswbut bukan seperti ibu dan mantu melainkan seperti ibu dan anak.
sedangkan draka dikamar ia menelpon Red dan Narazu.
"mulai bersiap rencana". ucap draka
"siap lord segera dilaksanakan." ucap Red
draka pun kembali menelpon
"veldora bersiap kirim ken untuk masuk keperangkapku" ucap Draka
" siap lord laksanakan". ucap Draka
draka pun kembali menelpon
"Narazu bersiap untuk goncangan dalam bisnis kita karena saatnya aku bakal menjalankan rencana" ucap draka
" siap tuan segera aku bakal bergerak sesuai rencana". ucap Narazu
Draka pun kembali menelpon
"hei sediakan satu kamar untuk ibuku serta berikan kunci kamarku pada kakak iparmu"ucap Draka
"siap lord segera kami siapkan". ucap orang mesterius itu
setelah melakukan banyak telpon tersebut draka pun melihat Rembulan yang pengin pergi dari kamar tersebut.
sampai akhirnya draka pun tidur sendiri karena Rembulan meminta izin pada dirinya karena diminta oleh sang ibu untuk menemaninya tidur.
__ADS_1
mereka semua pun tertidur dengan pulas beserta rencana mereka masing masing.
...****************...