
setelah kedatangan wanita tersebut bunda serta bibi anggun pun langsung berlari dan memeluk wanita yang tergeletak dilantai tanda sehelai benang itu.
kedua istri nya serta sang adik pun langsung berlari karena mendengar suara tangisan yang ternyata berasal dari ibunda dan bibinya.
akhirnya Ulfah yang melihat apa yang sedang terjadi seketika langsung memutar tubuh draka untuk tidak melihat sekilas tubuh sang bibi.
"suami balik badan gak boleh balik sebelum Ulfah panggil".ucap ulfah
"tapi bidadariku".ucap draka
"gak ada tapi tapi an sekarang balik atau tidur di luar ditemani lantai dan nyamuk".ucap ulfah dengan tegas
draka yang mendengar hal itu pun langsung mematung ditempat setelah berbalik dan ia juga melihat rapael yang sedang menuju kearahnya.
"bidadariku apakah suamimu ini sudah boleh balik badan".ucap draka
"sekarang sudah boleh".ucap ulfah
draka pun membalik badan dan langsung duduk bersamaan dengan sikembar yang baru datang.
"bibi sekarang tahu apa yang draka artikan kan bahwa bibi bakal otomatis bergerak saat melihat sosok tersebut".ucap draka
"iii ya sekarang bibi paham apa yang kau maksud tapi sekarang dimana anak mbak selena".ucap bibi anggun
"aaapa jadi saya masih memiliki anak bukan kah kata mas rama bahwa anak kami sudah meninggal saat baru dilahirkan".ucap bibi selena
"betul memang meninggal kalau paman tidak menyadari bahaya".ucap draka
"apa maksudmu anak muda".ucap bibi selena yang masih belum kenal draka
"gak mau cerita kalau bibi belum mengingatku".ucap draka dengan kesal
"maaf dek anggun siapa dia dan kenapa ia tahu soal suamiku".ucap bibi selena
" kau akan tau kalau sudah melihat kesamping mu siapa dia dan mungkin kamu bisa menebak siapa anak laki laki tersebut".ucap bibi anggun
__ADS_1
"aaaaaa bukan kah mbak sudah meninggal menurut cerita keluarga".ucap bibi selena dengan terkejut
platak
bunda pun langsung menyentil kening bibi selena karena kesal. ia sudah sedih sampai mengeluarkan air matanya malah bilang meninggal dan ia pun akhirnya paham kenapa sang anak menjadi kesal.
"tunggu tunggu kalau mbak masih hidup itu artinya pemuda tersebut keponakanku yah".ucap bibi selena dengan polos tanpa ada rasa bersalah
"kak pantas saja paman berani menyelingkuhi bibi dengan diam diam".ucap rapael sambil tertawa karena melihat wajah polos bibi angkatnya
"ooo iya kak apa nanti kakak bakal ganti nama menggunakan nama keluarga besar baru kita".ucap rapel
"gak tapi mungkin setelah membereskan semua urusan sama keluarga tersebut nama ku hanya ditambahkan saja".ucap draka
"kalau begitu apa boleh kami yang yatim akan tetapi masih memiliki nama keluarga bisa menambahkan nya juga".ucap rapel sambil ditatap oleh rapaela
"tentu itu terserah kalian kalau memang ingin siapa pun boleh asal ia setia pada keluarga besar kita serta sudah berada di dalam dan tak ada yang mengganggu kalau hal itu dilakukan".ucap draka
"oke".kata rapael
"bi apakah engkau kalau paman memiliki 3 istri dan 3 anak".ucap draka
"belum tahu toh keponakanku serta apa benar bibi masih memiliki seorang anak".ucap bibi selena
"rapaela tolong panggil ia kemari kalau sudah selesai. dan benar bi anak bibi masih hidup".ucap draka
"siap kak".ucap rapaela yang langsung menelpon seseorang
"jadi dimana anakku serta saudari se suamiku aku ingin bertemu dengan nya walau pun merasa sakit mereka pun juga peninggalan suamiku rama yang harus kurawat".ucap bibi selena
"bibi tenang saja mereka bakal menyusul kemari serta asal bibi tahu sekarang mungkin saat datang bakal menangis sejadi jadinya tolong bawa kekamar saja yah bi biar tidur kita semua nyenyak".ucap draka
"apa maksudmu nak tentang ia bakal menangis serta apakah itu memang sifat dari anak tersebut".ucap bunda
"tidak juga sih tapi kalau pengin lebih jelas bisa ditanyakan sama rapaela".ucap draka
__ADS_1
akhirnya bunda pun bertanya dan Rapaela menjelaskan dengan panjang lebar seperti apa sifat dari anak bibi selena tersebut.
bibi selena yang disana pun merasa tak pantas dan berniat pergi saat pagi dan hal itu pun sudah terbaca sama draka karena melihat wajah sang bibi.
ia pun menyuruh rapael untuk memanggil arga kemari dan hewan tersebut pun datang berlari dengan santai layak nya seorang kucing dan langsung mendekat kearah draka sedangkan yang lain melihat hal itu merasa aneh.
"suamiku ada urusan apa kamu sama Arga sampai kamu panggil kemari".ucap ulfah
"mungkin untuk memberi daging untuk sarapan para hewan kesayangannya".ucap Rembulan yang sudah memotong ucapan draka yang belum keluar
"apa maksudmu dek eh tunggu dulu kalau begitu bukan kah bibi selena yang bakal jadi daging tersebut".ucap ulfah tanpa menutupi ucapannya
"binggo. kalian berdua memang bisa menebak pikiranku istriku tercinta".ucap draka
" Arga nanti pagi kalau ada yang keluar saat belum ada yang bangun itu bakal jadi makananmu yah".ucap draka sambil mengelus kepala sang singa
Arga yang mendengar hal itu juga bisa melihat niqt sang tuan untuk tidak melepaskan seseorang tanpa cidera. ia pun melirik kearah bibi selena sebentar dan terlihat diwajah sang singa tersebut seperti tersenyum serta langsung pergi dari ruangan tersebut.
"apa maksudmu nak kenapa bibimu pengin kamu jadikan makanan arga sayang".ucap bunda
"bunda ini karena siapa pun yang masuk dalam keluarga storm gak bakal bisa pergi dengan mudah entah jadi cacat atau kematian hanya itu pilihan nya disaat sudah masuk kesini apa lagi berkhianat dari keluarga".ucap draka
bunda yang mendengar hal itu pun paham kenapa sang anak melakukan tersebut yang terbilang kejam bagi banyak orang.
"jadi bibi selena ku yang terhormat jangan pernah untuk pergi dari keluarga ini karena bakal berakibat fatal bagi anda".ucap draka
"apa maksudmu keponakanku".ucap bibi anggun
"mungkin saat bertemu sang anak ia bakal minta bantuan untuk kabur nanti pagi karena merasa tak layak berada disini".ucap draka
"begitu sekarang bibi paham kenapa kau mengucapkan hal tersebut".ucap bibi anggun
akhirnya semuanya pun saling bicara satu sama lain sedangkan draka asik dengan cemilan yang dibuat sang istri.
tak berselang lama mereka pun pergi kekamar masing masing dan saat dirinya ingin beranjak pergi terdengarlah ketukan dipintu tempat tinggal sang kembar tersebut.
__ADS_1