
Setelah kehilangan minatnya dalam melanjutkan perjalanannya pada hutan kematian ,Draka remaja pun memimpin perjalanan untuk keluar dari hutan menuju mobil yang mereka tinggalkan sebelum masuk kedalam hutan.
setelah sampai di dekat mobil mereka berempat pun beristirahat untuk membahas rencana petualangan selanjutnya.
"hei bocah siapa namamu ".ucap Rapael sambil menatap kearah anak yang baru mengikuti mereka
"namaku Red crimson seorang anak yang dibuang dan dianggap oleh ibu tiri yang kubenci".ucap anak tersebut
"baiklah red coba ceritakan bagaimana kamu bisa sampai ke hutan ini serta latar belakang dirimu".ucap Draka remaja
"benar agar kami bisa membantu dirimu untuk menyelesaikan masalahmu".ucap rapaela
"diriku termasuk seorang anak orang kaya dikota weponcity akan tetapi hal itu tak bertahan lama sebab diawal kelahiran ku ,aku melihat ibu kandung ku sendiri dibunuh tepat didepan mata seorang bayi yang baru lahir".ucap red sambil mengepalkan jari tangannya dengan erat
sebelum Red sempat melanjutkan ceritanya Rapaela sudah mendekat dan memeluk anak tersebut dengan lembut layaknya seorang kakak kepada adiknya yang sedang bersedih.
"tenanglah sekarang kamu sudah memiliki anggota keluarga baru yaitu kami semua selalu bakal membantu mu kalau kamu butuh bantuan".ucap Rapaela
"benar apa yang dikatakan kakak dan cepat lanjut cerita".ucap Rapael dengan tidak sabar
"baiklah. Diwaktu itu entah bagaimana diriku yang masih bayi sudah bisa mengerti segalanya layaknya seperti diriku sekarang akan tetapi mulai dari situ juga tiap peristiwa dalam keluarga pasti selalu ada berhubungan sama ibu tiri ku ini".ucap Red
"jadi maksudmu kamu dari awal sudah curiga dengan ibu tirimu ini tentang banyak kejadian yang menimpa dirimu".ucap draka remaja
"benar, sebab tak berapa lama setelah mungkin saat umurku baru satu tahun ayahku malah menikah sama orang yang membunuh ibuku dan semenjak itu pula dirinya selalu menganggap ia sebagai ratu dikeluargaku".ucap red
__ADS_1
"kalau begitu kenapa ayah mu selalu menuruti dan tak mempedulikan perasaan mu sebagai anak dan kenapa pula tidak ada yang menegur dirinya saat melakukan hal tercela".ucap rapael
"waktu itu pernah dirinya ingin membunuh ku akan rencananya gagal karena ketahuan oleh kakek dan nenek ku tetapi hal itu tak berlangsung lama dan malah menjadi bencana besar untuk keluarga kakek sebab sejak kejadian itu kakek dan nenek secara perlahan dibunuh olehnya secara rapi hingga tak ada yang sadar".ucap red
"terus bagaimana sekarang apakah kamu masih ada anggota keluarga yang masih tersisa".ucap draka
"ada sejak hal itu dan umurku yang menginjak dua tahun sudah mulai lancar berbicara dan aku hanya bisa menyelamatkan para sepupuku yang percaya pada diriku sebab tak lama setelah kakek ,nenek meninggal paman dan keluarganya menjadi sasaran selanjutnya".ucap red
"pasti sama kejadian yang berulang kan dik".ucap Rapaela
"betul.secara perlahan keluarga paman dibuat mati oleh dirinya dan hanya menyisakan sepupu yang waktu itu menurut patuh pada diriku yang ku minta untuk berpura pura sakit jiwa dan berbagai cara lainnya serta sebenarnya juga ada pamanku yang percaya akan tetapi apalah daya dirinya berkorban untuk menyelamatkan penerusnya dan para sepupu yang lain".ucap red
"kenapa pamanmu tidak melaporkan ke anggota keamanan yang ada atau menggunakan koneksi yang ada".ucap draka
"tidak bisa sebab menurut analisis dia wanita itu pasti sudah memiliki rencana yang matang dan seluruh anggota keluarga sudah masuk dalam perangkapnya".ucap red
Red yang mendapatkan lemparan pun seketika juga bergerak cepat untuk menangkap apa yang dilempar oleh sang kakak.
Setelah menangkap benda yang dilempar Draka tanpa diketahui oleh dirinya air mata sedih pun jatuh tanpa ia sadari.
Sebab ia kembali teringat dengan gurunya yang telah mewariskan kekuatan kirin nya pada dirinya yang seorang manusia.
Setelah banyak bercerita mereka berempat pun melanjutkan perjalanan menuju kota kelahiran Red serta sesampai disana mereka langsung saja beristirahat untuk melaksanakan rencana yang telah disusun tepat pada pagi hari besok.
Tak terasa matahari pun menunjukkan cahayanya dan menandakan berita besar yang bakal terjadi pada kota weponcity.
__ADS_1
di pagi harinya mereka pun sarapan bersama dan langsung bergerak dalam menaklukan seluruh kekuatan serta kekuasaan yang dimiliki kota tersebut.
Selama dua hari kejadian itu berlangsung dan menyebabkan seluruh pihak takluk tanpa ada yang bisa melawan tiga monster kecil.
Akan tetapi hal besar tersebut belum sampai di telinga keluarga ibu tiri red sebab mereka berempat bergerak secara rapi dan halus.
sebab tidak ada yang bakal percaya bahwa sebuah kota ditaklukan oleh anak remaja yang belum dewasa.
Tepat dihari ketiga hari pembantaian pun siap terjadi sebab mereka berempat yang sudah mulai bergerak menuju kediaman keluarga ibu tiri red.
Para pemimpin kota pun juga tak membiarkan mereka bergerak sendiri sebab seluruh keluarga besar secara ajaib berkerja sama untuk menyerang perekonomian yang telah dibangun oleh ayah Red dan keluarga.
Mereka semua hanya mendengar bahwa ada kejadian besar dan tidak tahu secara signifikat kejadian apa yang terjadi.
Tanpa ada yang tahu bahwa bahaya sedang menuju kearah mereka sekeluarga sebab pergerakan mereka berempat sangat lah senyap layaknya seorang pembunuh profesional kelas atas.
Selama masuk kedalam kediaman mereka telah memenggal dan membelah banyak tubuh yang bisa berjumlah lebih seratus orang.
darah dan organ dalam manusia pun berhamburan dilantai akibat keganasan amukan mereka berempat terutama draka dan rapael.
Tidak ada satu orang pun yang bisa menhentikan kelompok orang tersebut hingga mencapai ruang keluarga yang kebetulan sedang berkumpul.
Sesampai disana draka tanpa sungkan langsung duduk sambil meletakkan kembalinya pada sarungnya yang berada dipunggung tubuhnya.
rapael pun juga begitu ia memasukkan pedang kesayangannya kewadahnya kembali yang diikuti oleh rapaela yang meletakkan sebuah berbagai senjata pistol maupun sniper yang ia bawa selama perjalanan kedalam kediaman dengan melempar asal sebab peluru yang habis atau pun senjata yang sudah ia rusak.
__ADS_1
Kedatangan mereka berempat pun membuat terkejut satu keluarga besar tersebut dan ada yang memperlihatkan wajah ketakutan karena Red yang masih memegang pedang hitam dibahunya.