Identitas Tersembunyi Menantu

Identitas Tersembunyi Menantu
bab 97


__ADS_3

keduanya pun saling menatap tanpa bicara dengan masing masing memasang wajah datar mereka yang kalau dilihat oleh orang lain bakalan bisa ketakutan saat merasakan hawa yang berbeda disekitar keduanya.


draka pun hanya bersikap santai saja terhadap pria tersebut karena ia tidak takut sama pendukung yang berada disisi pria tersebut.


akan tetapi karena ada hal hal yang bisa tak terduga terjadi dalam pertempuran yang membuat dia harus memulihkan seluruh kekuatannya ketitik maksimal.


draka pun juga melihat dibelakang pria itu terdapat seorang yang berpakaian layaknya sesosok raja tersebut mencoba menyanjung serta mulai siap untuk memerintahkan prajuritnya agar mengusir draka dari sana.


"prajurit usir orang ini dari sini serta patahkan terlebih dahulu kaki dan tangannya".ucap raja


"siap".ucap prajurit yang berada didekat sana


setelah mendengar perintah dari sang raja para prajurit pun berdatangan dan langsung menarik draka menjauh dari sana.


dia pun hanya mengikuti permainan yang dilakukan oleh pria tersebut karena dirinya mengetahui bahwa bagaimana sifat dari pria yang sudah bertatapan langsung.


draka pun malah masuk kedalam mobilnya dan kembali menuju kearah berlawanan dari kerajaan tersebut atau lebih tepatnya menuju keperbatasan wilayah kerajaan.


sesampai disana ia kembali berdiri dan ingin diusir oleh para prajurit kerajaan tersebut, akan tetapi disaat draka sudah mau masuk kedalam mobilnya terdengar suara perempuan yang menegur para prajurit kerajaan.


"hei apakah kalian sudah mengetahui untuk apa pemuda tersebut datang kemari dan kenapa malah diusir langsung".ucap wanita tersebut


"salam ratu kami mengusir dia karena sudah masuk tanpa izin untuk menemui raja ".ucap salah satu prajurit


"baiklah kalian tetap berjaga biar diriku saja yang menanyakan kepadanya untuk keperluan apa dia kemari".ucap wanita tersebut

__ADS_1


"baik ratu kami izin pamit".ucap prajurit sambil berlalu pergi


setelah kepergian prajurit wanita itu mendekat kearah draka yang sedang berdiri sambil tersenyum.


"mohon maaf tuan apa boleh saya tahu untuk apa anda datang kemari".ucap wanita tersebut


draka yang melihat hal itu pun hanya tertawa sebelum menjawab pertanyaan dari wanita tersebut.


"hahahahaha. ternyata pepatah yang mengatakan buah jatuh tak jauh dari pohonnya memiliki makna yang tepat pada anda ".ucap draka sambil tersenyum


"mohon maaf tuan apa maksud anda dengan mengatakan hal itu".ucap wanita tersebut sambil sedikit memiringkan kepalanya


"sudahlah ibu tak usah memikirkan hal itu yang jelas sekarang aku mengetahui dari mana sifat istriku berasal".ucap draka


wanita itu seketika saja memeluk tubuh draka dengan erat sambil menangis tanpa sebab yang pasti.


"sudahlah ibu sekarang dia baik baik saja serta tolong rahasia kan terlebih dahulu tentang kedatanganku kemari".ucap draka


"kenapa serta kapan kamu membawa dia kesini atau saya saja yang pergi kesana untuk bertemu dengannya".ucap wanita tersebut


"begini tanpa harus diriku mengantarkan dia kemari si tua bangka tetap bakalan bergerak setelah mengetahui bahwa aku sedang tidak berada disamping dirinya sekaligus juga diriku ingin menjalankan rencana bunuh diri kalau memang gagal akan tetapi kalau berhasil aku bakal menjadi sosok yang benar benar berbahaya bagi dunia musuhku".ucap draka dengan panjang lebar


"kenapa kamu melakukan hal itu bukankah bakal membuat dia terluka dan sedih saat mengetahui suaminya meninggal ditangan ayah kandungnya sendiri".ucap wanita tersebut


"kamu tenang saja karena yang harus waspada bukanlah diriku melainkan situa bangka itu apakah dia bakalan mampu bertahan saat aku memukulnya".ucap draka

__ADS_1


"hahahahahah memang kamu berani memukul suamiku bukankah anakku bakal marah kepadamu karena telah memukul ayahnya".ucap wanita tersebut


"yah hal itu sangat simple aku tinggal bilang bahwa situa bangka telah memukulmu dan sebagai menantu yang baik diriku harus menolong ibu mertuanya dong".ucap draka sambil tersenyum


"ya ya ya. terserah kamu saja peringatan juga tidak bakalan berefek pada dirimu yang sudah seperti ini".ucap wanita tersebut


"hei kenapa kamu masih bertahan dengan sifat situa bangka itu bukankah dirimu bisa membikin patah tulang miliknya dan malah memilih berdiam diri menggunakan wajah baikmu itu".ucap draka


"entahlah mungkin akibat dari kejadian itu yang membuatku menjadi seorang wanita yang suka yang namanya rasa sakit sekaligus bukankah kita berdua memiliki permasalahan yang sama".ucap wanita tersebut


"benar juga kau harus mengendalikan tiga wajahmu sedangkan aku harus mampu mengontrol empat sifat itu agar tidak lepas dan menjadi masalah besar serta ini lah yang menjadi tujuan utama dari rencana itu".ucap draka


"baiklah aku percaya sama kamu akan tetapi kau harus bisa selamat dari siksaan dari rencana tersebut sebab kau sudah tahu sendiri bahwa diriku juga tak bisa mengontrol ketiganya dengan baik".ucap wanita tersebut


"tentu saja serta sepertinya sudah tak ada yang perlu dibahas lagi sekaligus siapkan satu ruang inap dirumah sakit untuk situa bangka kalau diriku selamat dari rencana tersebut".ucap sambil masuk kedalam mobil


"tentu saja bakal ku siapkan hanya saja jangan sampai berlebihan juga menghukumnya begitu gitu juga dia adalah suamiku sekaligus ayah mertuamu".ucap wanita tersebut


"baiklah aku pamit dulu sekaligus bilang sama dia jangan sampai selingkuh lagi kalau tidak seluruh wanita yang ia dapat bakal kuserahkan kepada para saudaraku.


sampai jumpa ibu mertua".ucap draka sambil tersenyum jahil


"hahahahah tentu saja serta jangan panggil diriku ibu mertuamu dan sampai jumpa juga".ucap wanita tersebut juga sambil tersenyum


tak berapa lama mobil yang dibawa draka pun menghilang dari pandangan mata wanita tersebut.

__ADS_1


setelah mobil draka menghilang wanita itu masuk kedalam istana dan langsung menuju kekamar dan mengambil handphone miliknya.


saat handphone sudah ada ditangannya ia pun menghubungi sebuah nomor sahabatnya yang memiliki sifat yang hampir sama yaitu kejam terhadap para musuh mereka.


__ADS_2