
Draka pun kembali ke kota dan menuju rumah yang dulu ia tempati bersama orang tuanya setelah diusir oleh keluarga besar yang menyakitkan dirinya karena belum sempat 1 bulan mereka tinggal disana sekaligus ia juga sedang berlatih malah mendapat kabar bahwa orang tua nya sudah meninggalkan dirinya.
tak berapa setelah dirinya berada disana serta mengingat kenangan disana ia pub langsung tanpa sadar menitikkan air mata dan setelah air mata kesedihan itu keluar , Disekitar tubuh Draka pun mengeluarkan aura pembunuh yang sudah tertekan lama mengikutinya karena belum bisa melampiaskan kemarahan akan kematian serta kehancuran keluarganya.
setelah terlepasnya aura tersebut draka pun langsung menuju markas divisi perang hanka karena ia sudah mendapat kabar dari pasukan yang sudah diperintahkan dirinya untuk mengirim ken sebagai hadiah untuk ketua besar dari divisi tersebut serta ia juga mendapat kabar dari para saudaranya bahwa mereka sudah selesai bersenang senang disana.
setelah sampai disana Draka pun melihat banyak sekali orang yang sudah tak bergerak oleh para pasukannya ia langsung masuk menuju pada saudaranya.
"apakah hadiah yang kukirim sudah dilihat sama ketua besar kita ini". ucap Draka sambil senyum iblisnya
"sudah kak tapi kalau ia sudah dibunuh oleh kakak pasukan yang berada dibawahnya seperti apa kak bukan kah kacau balau mereka semua nantinya". ucap Lion
"udah kamu tenang saja pasukan kita itu sedang bersembunyi sementara waktu ini menunggu kembalinya pimpinan mereka". ucap Draka
"kak kita sudah menaklukan pendukungnya apakah rencana selanjutnya bakal menyerang keluarga besar itu kak". ucap Shizu
"untuk sementara tidak dulu akan tetapi kita semua bakal memahami divisi ini terlebih dahulu sampai kita bisa mendapatkan pimpinan baru yang sesuai dengan kreteria yang benar agar tidak ada lagi yang namanya perbedaan kasta hukum yang mementingkan uang maupun kekuasaan karena itulah kita juga harus masuk kemedan bisnis jadi sebab itu setiap bidang bisnis yang dimiliki ketiga keluarga bakal kita bagi serta untuk kita kontrol lewat balik layar". ucap Draka
setelah berkata seperti itu para saudaranya menganggukan tanda setuju setelah melihat hal tersebut ia pun mendekati ketua besar divisi tersebut yang sedang ketakutan karena melihat orang yang ia suruh untuk memata matai Draka akan tetapi orang tersebut sekarang sudah tak bernyawa serta tak memiliki tubuh lagi.
"ketua besar lama tak bertemu. apakah ketua penasaran kenapa diriku bisa mengetahui bahwa ken itu adalah pengkhianat dibalik pasukan ku". ucap draka sambil tersenyum main main
__ADS_1
"a.pa karena kamu mungkin takut berhadapat sama keluarga tempest asal kau tahu keluarga tempest sudah memiliki pendukung besar yaitu divisi perang star jadi kamu tidak bakal bisa membunuhku. hahahaha".ucap ketua besar
"apakah kau mengira setelah keluarga tempest mendapat dukungan dari divisi perang star walaupun pemimpin besar divisi tersebut datang aku bakal menyuruhnya berlutut dihadapan diriku kalau ia berani datang kemari". ucap Draka
"hahahaha kalian semua dengar ia mengancam kakak besar kita". ucap Red yang sudah tak tahan menahan tawa
akhirnya tawa pun pecah disana para saudara draka tertawa keras tanpa menghiraukan kebingungan para pimpinan divisi tersebut.
"baiklah rimuru , Diablo kau jadikan ia bahan experimen dari jurus baru kalian masih tahap percobaan tersebut akan tetapi kalau biasa jangan sampai mati dirinya karena itu bakal berbahaya tentang keberadaan kita". ucap draka
"oke. kakak kami segera bergerak". ucap rimuru disertai dengan diablo yang sudah membawa ketua besar menjauh
"baiklah saudaraku sambil menunggu mereka berdua selesai lebih baik kita mencoba melihat dan mengetahui perang perang apa saja yang bakal dihadapi oleh divisi perang ini". ucap Draka
"begini dibalik ini semua ada satu orang yang sangat licik orang itulah yang paling berbahaya mungkin kalau kakak bertarung ilmu beladiri sama dia bisa jadi kami berdua bakal terluka parah karena hal itu lah aku tidak ingin melakukannya satu hal lagi ia juga sedang menyembunyikan kelompoknya karena hal itulah kita semua harus meningkatkan kekuatan secara besar besaran serta menyembunyikannya dan mengeluarkan disaat yang tepat".ucap Draka
tak berapa lama setelah Draka menjelaskan serta menjawab pertanyaan dari sang adik , kedua saudaranya itu pun kembali dengan wajah bahagia.
"kak percobaannya berhasil sekarang ketua besar itu sudah menjadi boneka bergerak saja lagi yang bisa kontrol jarak jauh akan tetapi kak ini bakal menguras energi yang cukup besar kalau mengkontrol lewat jauh apakah ada saran".ucap Rimuru
"betul kak itu bakal mengganggu kami kalau saat bertarung apakah kakak ada saran bagus untuk mengatasi masalah tersebut". ucap Diablo
__ADS_1
"begini saja coba kalian tambahkan sesuatu yang bisa menangpung serta menahan energi kalau ada jadi kita bakal menyalurkan energi tersebut sebagai tenaga cadangan serta cara mengkontrolnya diubah menjadi perintah saja bukan gerakan jadikan dia robot berjalan bukan boneka hidup". ucap Draka
"sepertinya ada kak baiklah kami bakal bergerak mencarinya dan ooo iya kak tadi saat kami memasuki ruang disana ada terdapat kertas yang berisikan mengenai sebuah perang yang kalah jumlah coba kak baca mungkin kakak tertarik". ucap Rimuru
Draka pun juga ikut masuk untuk mengambil berkas yang di maksud setelah mengambil ia pun langsung keluar dan berdiskusi.
"semuanya diberkas ini tertulis 2 macam peperangan yang berada ditempat berbeda serta beda jumlah pasukan kalian kalau dijumlahkan semuanya bakal menjadi 18.000 tentara bukan". ucap Draka
"betul kak seluruh pasukan kami berjumlah seperti itu akan tetapi kak itu masih kalah jumlah untuk kita hadapi". ucap Veldora
"latih mereka semua sampai batas menggila mereka karena bakal menghadapi pasukan yang berjumlah 100.000 orang jadi hal itu juga bisa menjadi latihan mereka serta memperkuat ikat persaudaraan sedangkan perang yang satunya bakal aku sendiri yang bakal turun tangan karena diriku juga sudah lama tak bergerak apakah ada saran atau kritikan".ucap Draka
"baiklah kalau memang seperti itu mau kakak kami hanya berpesan jangan sampai mati disana karena bakal membuat kakak ipar sedih".ucap Red disertai dengan anggukan kepala dari yang lain
"kamu tenang saja kakak juga sedang membutuhkan nyawa sebagai pembuka ilmu akan tetapi kakak tidak tau harus mencari siapa kalau pengin membunuh jadi sekarang ini waktu yang tepat juga kita semua bisa meningkatkan kekuatan darah kita". ucap draka
"ayo saudaraku semua kita menjadi kuat dan bersenang senang ". ucap Veldora
"ayooooooo".ucap mereka semua serempak sambil tertawa gembira
diluar pun juga tak kalah semangat dari pimpinan mereka karena mereka semua juga sudah lama tak berlatih keras.
__ADS_1
......................