
keesokan paginya draka pun melihatnya pemandangan yang membuat terharu karena melihat sang ibu beserta calon istrinya sedang saling bantu dalam memasak makanan didapur.
Draka yang melihat itu ia pun pergi keluar rumah untuk sekedar melihat beserta minum teh pagi pagi yanh sudah dibuatkan oleh sang calon istrinya tersebut.
tak berapa lama Rembulan pun memanggil Draka untuk makan , draka pun langsung menuju meja makan dan duduk dengan tenang serta ia pun mulai membuka pembicaraan.
"bu draka nanti bakal membawa ibu bertemu saudari draka serta memperkenalkan saudara dan saudari yang sudah saya anggap sudah seperti keluarga sendiri bu ". ucap draka
"hemm.jadi sekarang adikmu itu seperti apa kabarnya serta jadi berapa banyak ibumu ini memiliki seorang anak". ucap sang ibu dengan tatapan penasaran
"iya. mas jadi mas itu memiliki berapa banyak saudara angkat apa masih ada selain kesembilan saudara mas yang dulu datang itu". ucap Rembulan
"bu untuk kabar adik kandungku itu kabarnya baik karena ia tinggal bersama dua saudara angkatku jadi ibu tak perlu khawatir serta nantinya juga untuk sementara waktu ibu bakal tinggal disana karena untuk sekarang aku ada urusan yang harus diselesaikan agar terhaindar dari peristiwa yang aku khawatirkan kedepannya". ucap draka
"dan berapa banyak anak yang ibu memilki bisa dibilang ibu memiliki anak sebanyak 23 orang dengan 9 anak perempuan dan 14 anak laki laki dan itu sudah termasuk diriku dan adik kandungku". ucap Draka
"waduh. apa kata orang nanti kalau ibumu ini berhasil bisa membuat anak sebanyak itu". ucap ibu syifa dengan wajah tercengang serta kaget dengan apa yang disampaikan oleh sang anak
"jadi aku masih belum ketemu 14 saudaramu lagi nih dan ouyah juga apakah Narazu itu termasuk saudara angkatmu juga". ucap Rembulan
"betul. tapi untuk Narazu itu aku menganggap Narazu itu sebagai sahabatku dan teman seperjuangan dalam melakukan urusan bisnis.".ucap draka
"bu nanti mungkin setelah keperluan sekaligus membeli apa yang diperlukan oleh kalian nanti kita bakal langsung ketempat adik jadi ibu dan Rembulan bisa memikirkan apa yang perlu kalian bawa untuk tinggal disana dengan nyaman sementara waktu ini". ucap draka
__ADS_1
"baiklah ibu hanya bisa mendukung keputusanmu saja dan memberi nasehat bagi kamu ini yang sudah dewasa bukan lagi seperti anak kecil yang harus dipukul kecil dulu baru paham dan takut. semoga apa yang kamu lakukan nanti bisa berakhir dengan baik". ucap ibu syifa
"betul. kalau begitu mas kami bakal bersiap setelah sarapan ini selesai". ucap Rembulan sambil tersenyum
setelah sarapan mereka pun pergi kepusat berbelanjaan mereka pun membeli lumayan banyak barang akan tetapi yang mereka beli cenderung lebih banyak cemilan dan bahan makanan.
setelah belanja draka langsung melajukan mobilnya menuju tempat saudaranya itu. saat sampai dikawasan hutan ibu dan Rembulan merasa ketakutan sedamgkan Draka hanyalah terseyum agar ia tidak tertawa karena melihat wajah mereka yang membuat draka hampir kelepasan tertawanya.
tak terasa mereka pun sampai ditengah hutan dan saat keluar sedikit dari hutan tersebut terlihatlah banyak seriga harimau maupun singa yang sedang bergantia jaga dimuka gerbang rumah besar tersebut.
melihat hal itu Ibu dan Rembulan pun langsung seketika membeku ditempat karena melihat pemandangan tersebut. Draka pun keluar dan ingin membuka gerbang akan tetapi saat ia berjalan menuju gerbang para kucing besar dan seriga itu bahu membahu mencoba membuka gerbang untuk draka sampai akhirnya mereka berhasil.
setelah mereka berhasil membuka gerbang mereka langsung berbaris membuka jalan untuk mobil yang dikendarai oleh draka tersebut.
draka yang sudah keluar dari mobil pun langsung masuk kembali dan tak tahan lagi tertawa ia pun langsung tertawa dengan keras melihat ibu dan Rembulan membeku ditempat dan mereka dua tanpa sadar ternyata sudah terkencing dicelana mereka.
entah kenapa mereka pun saling bertatapan dan akhirnya mereka sadar langsung saja menutup muka sedangkan sang ibu langsung memarahi draka walaupun dengan wajah masih memerah karena malu.
draka pun mencoba berhenti tertawa dan ia hanya manggut manggut saja saat dimarah sang ibu.tak berapa lama mobil yang draka tumpangi pun sudah masuk kedalam gerbang serta setelah mobil termasuk ada tiga hewan juga yang ikut masuk dan langsung memeluk draka setelah ia keluar daei mobil. ibu dan Rembulan pun hanya bisa geleng kepala dan berdiam didalam mobil tersebut.
Draka yang melihat hal itu hanya tersebut saat melihat hewan hewannya itu memeluk dirinya. draka yang mulai iseng ia pun mencoba memberi isyarat dan perintah kepada ketiga hewan tersebut untuk mengikuti rencananya.
"Rembulan kamu sini karena kamu tidak berani keluar kamu bakal saya hukum cepat kemari karena para hewan tersebut sudah lapar tuh". ucap Draka sambil menhan tawa
__ADS_1
"ampun mas jangan hukum aku jangan berikan aku pada hewan itu mas aku takut". ucap Rembulan dengan wajah ketakutan dan shock karena mengetahui draka bakal menjadikan dirinya santapan kucing besar yang ada diluar
"draka apa maksud mu dengan memberikan calon istrimu kepada hewan buas hah". ucap ibu syifa sambil memeluk Rembulan agar Draka tidak bisa membawa calon mantunya itu
"bu lepasin dan sini berikan Rembulan padaku untuk apa aku membiarkan dia merawat ibu kalau dirinya saja tak berani keluar dari sini jadi ia gak bakal bisa tinggal disini untuk merawat ibu kalau ia hanya bisa berada dalam mobil". ucap draka yang sudah berhasil membawa Rembulan ditangannya walau pun ada perlawanan dari kedua wanita tersebut
draka pun langsung melempar Rembulan menjauh dari dirinya dan langsung mengunci pintu mobil serta sang ibu yang mengetahui hal itu pun menggedor gedor pintu dan kaca mobil agar draka membuka pintu mobil agar ia bisa menolong sang mantu akan tetapi sudah terlambat sang matu sudah dikerumuni ketiga hewan buas sang ibu pun hanya bisa menangis dan marah melihat hal itu.
akan tetapi diluar bayangan Rembulan dan sang ibu ketiga hewan buah itu malah menjilati rembulan sambil mencoba menggeletiki rembulan dan terdengarlah tawa Draka yang keras serta Rembulan pun sadar dan melihat bahwa dirinya hanya dikerjai oleh draka karena dirinya bukan dimakan oleh para hewan buas tersebut dirinya malah diajak bermain sama mereka.
sang ibu yang mendengar tawa Rembualn dan Draka pun langsung saja melihat dan tenganga dan tercengang karena melihat hewan buas yang tadinya garang pengin memakan mereka malah menjadi seperti seekor kucing yang sedang bermain dengan majikannya.
Draka yang sudah puas pun menolong Rembulan untuk bangun setelah dirinya membuka pintu mobil. Rembulan yang ditolong itupun langsung saja memukul mukul dada draka serta sang ibu pun juga memukul kepala sang anak.
"bu kenalin saat aku berlatih dulu aku tak sengaja mendapatkan ketiga hewaan buas ini mereka dulunya sangat sangat kecil dan aku pun merawat mereka karena duluya aku mengira bahwa ketiga hewan tersebut adalah 2 ekor dan 1 ekor anjing dan saat perkembangan dewasa akhirnya terlihatlah wujud asli mereka yang ternyata seekor singa, harimau serta seekor serigala. Saat aku mengetahui hal itu aku pun mencoba melatih mereka sampai akhirnya agar mudah aku memberi nama untuk sang singa kuberi nama dengan bara untuk sang harimau kuberi nama Arga sedangkan sang Serigala kuberi nama Rangga ketiga nya pun tak terasa beaar dan terlatih aku pun melepaskan mereka kehutan ini. " ucap Draka sambil melanjutkan ceritanya
"sampai saat aku membutuhkan tempat rahasia dalam informasi aku pun memilih hutan ini dan tak sengaja diriku saat itu diserang oleh gerombolan singa saat itulah saat aku pengin menyerang salah satu singa yang ikut tersebut pun langsung menyerang pemimpin singa tersebut dan menang dengan mudah tanpa ada kesulitan singa tersebut pun menjadi pemimpin baru dan sama hal nya dengan harimau dan serigala akan tetapi mereka melihat sang singa yang akhirnya mereka pun berkumpul bersama seperti sekarang". ucap Draka
__ADS_1
setelah mendengar hal itu para wanita itu pun manggut dan entah kenapa langsung akrab sama mereka. setelah berpelukan sama ketiga hewan buas mereka pun masuk kedalam rumah tersebut.
......................