
selesai makan draka pun menghampiri sang ibu serta adiknya untuk memberitahukan tentang rencana dirinya yang pengin membuat kejutan untuk kedua calon istrinya agar saat sudah berada dikota ia bisa langsung menikahi kedua bidadarinya itu.
sang ibu serta adiknya pun terlihat gembira dan senang setelah mendengar apa yang diucapkan oleh draka.
"jadi sekarang kamu sudah menetapkan hati serta pilihanmu nih". ucap ibu syifa
"benar bu Draka sudah memutuskannya sudah dari dulu akan tetapi gara gara seorang tua bangka yang entah dari mana mendapat sedikit info tentang identitasku bu kalau tidak mungkin mereka tidak bakal mengalami penderitaan yang menyakitkan seperti yang sudah kita ketahui bu".ucap Draka
"yes. kalau kakak sudah menikah jadi sekarang tugas diriku hanya menemani ibu serta menunggu untuk mengurus keponakanku nantinya".ucap Aulia sambil tersenyum dengan membayangkan bagaimana nasibnya setelah Draka menikah
"kamu ini yah tetap seperti rencana awal kamu bakal tetap harus menentukan kampus untuk kau kuliahi adikku yang nakal ini".ucap Draka sambil menjewer telinga sang adik
"udah udah Draka nanti telinga adik kamu seperti telinga gajah nanti kalau kau jewer seperti terus kan ia bakal ada alasan lainkan kalau jadi seperti itu. bagaimana apakah persiapan kamu siap dikakukan disana nak".ucap Ibu syifa
"sudah bu hampir 60% selesai dilakukan disana jadi kita hanya perlu pergi kekota nanti saat sudah persiapan hampir siap semua nanti ".ucap draka sambil melepas jewerannya kepada sang adik
"sudahnya bu ini juga pengin kekota sebentar untuk memantu persiapan serta nanti malam dari sampaikan kepada mereka berdua dan ibuku yang cantik ini tolong kabari pada semua saudaraku setelah diriku mendapatkan jawaban dari mereka nanti agar lebih pasti".ucap Draka
"Tentu ibu bakal bantu kamu kalau keinginan kamu seperti itu".ucap Ibu syifa
tak berapa lama setelah mereka yang sedang mengobrol itu datanglah kedua wanita yang sedang dibahas Draka pun pergi mendatangi kedua serta ia pamit kepada keduanya untuk pergi kekota sebentar karena ada hal penting yang harus ia lakukan.
__ADS_1
"manis manisku aku pamit dulunya untuk pergi sebentar dan kalian tenang saja aku bakal pulang kok nanti malam untuk menemani kalian". ucap Draka
"baiklah jangan lama lama yah disana masa sudah ditinggal lama mau ditinggal lagi sendirinya kami".ucap Rembulan
"betul apa yang dikatakan adek masa kami ditinggal terus sih". ucap ulfah
Draka pun hanya tersenyum setelah mendengar keluhan sang kekasih hatinya tersebut. ia pun berjalan kearah sang ibu sebelum ia pamit pergi.
"bu setelah draka dapat kepastian ibu bisa tuh menggoda saudaraku yang belum memilikk kekasih tuh". bisik draka
hal itu juga berhasil membuat draka mendapat ketukan dikepalanya akan tetapi ia hanya tertawa sambil pergi berlalu menuju keluar.
Draka yang mengetahui hal itu hanya tersenyum serta niat jahilnya pun muncul karena mengingat sifat sang mantan istrinya yang suka menghina dirinya karena miskin.
"baiklah kalian bisa pergi sekarang akan tetapi tetap bersiap karena nantinya malam diriku ingin menyampaikan niat menikahiku kepada calon kakak ipar kalian itu dikamar nanti".ucap Draka
"baiklah kak kami juga bakal membawa calon adik iparmu".ucap Rafael
"waduh jadi adik adikku yang dingin serta kurang pergi keluar sendiri dalam melakukan tugas bagaimana bisa nih sudah mendapat pasangan".ucap draka
"gitulah kak kan kakak pasti tau sifat kak Rafael yang suka menyiksa musuhnya akan tetapi entah kenapa saat ia meyiksa musuh malah terperguk oleh seorang dokter yang kebetulan lewat dari tempat dirinya menyiksa musuh entah angin apa yang masuk ia malah membawa wanita tersebut kemari ia juga bukannya membunuh maupun kejam pada wanita tersebut justru malah seperti kucing yang sudah tunduk patuh hingga akhirnya mereka pun slaing jatuh cinta sampai sekarang".ucap Rafaela
__ADS_1
"hahahaha ternyata tawanan yang jadi cinta baiklah kalau ia sudah memutuskan pasangannya akan tetapi kalau para adikku yang laki laki semua ini menyakiti hati wanita yang memang mencintai nya bakal mendapat hukuman berat dari ku".ucap Draka sambil masuk kemobil
tak berselang lama Draka pun menuju kekota untuk melihat persiapan pernikahannya serta ia juga pengin melakukan keisengannya pada mantan istrinya karena ia sudah lama kesal akan tetapi karena menganggap bahwa mantannya itu adalah wanita yang ia cari draka pun hanya bisa bersabar hingga akhirnya ia mendapatkan info yang lebih akurat.
sesampai disana draka pun menelpon Narazu untuk menyuruh Laura menunggu di depan ruangan kerja dirinya.Setelah memberitahu itu ia pun langsung masuk menuju keruangan kerja ia pun saat menuju disana ia selalu disapa oleh karyawannya serta mereka sekali kali bercanda karena peraturan baru yang sudah ditetapkan tersebut para karyawan baik yang memiliki jabatan tinggi sampai yang rendah pun merasa mereka semua sama rata tidak ada yang tinggi dan rendah yang ada hanya lah pekerjaan yang dilakukan mereka semua tidak ada yang namanya kesombongan dikantor tersebut karena suasana itu juga para pekerja jadi betah serta selalu bersemangat dalam melakukan pekerjaan.
sesampai disana ia bertemu dengan Laura yang memandang aneh dirinya yang berada disana.
"hei pria tak berguna kena kamu disini hah pergi sana jangan buat moodku tidak baik karena aku bakal bertemu boss besar perusahaan tersebut".ucap Laura
"aku kerja disini yang harus nanya adalah diriku kenapa kamu berada didepan ruangan boss besarku ini".ucap draka
"cih kamu itu tidak pantas tahu urusanku untuk bertemu bos besarmu karena kamu hanyalah karyawan kecil diperusahaan ini".ucap Laura
"Laura aku ingatkan sekali lagi kalau kamu berniat ingin menggoda boss besar lebih baik jangan karena setahuku boss ku itu orangnya kejam suka membunuh apa yang tidak disukainya loh".ucap Draka
"terserah kau saja mana mungkin aku percaya pada dirimu yang rendah ini dan juga jangan coba coba menakuti nakuti diriku yah karena kalau diriku berhasil aku bakal minta kamu dipecat diperusahaan ini dan menutup seluruh perusahaan lain untuk tidak memperbolehkan menerima dirimu".ucap Laura dengan nada tinggi
Draka yang mendengar hal itu hanya tersenyum saja ia pun lantas pergi keruang Narazu untuk membahas keusilan yang sedang ia lakukan ini.
......................
__ADS_1