
dipagi draka terbangun terlebih dahulu dan melihat jam yang masih menunjukkan pukul lima pagi akhirnya ia membangunkan kedua istrinya untuk melaksanakan kewajibannya sebagai muslim.
"sayang bangun hei udah pagi apa kalian tidak melaksanakan kewajiban kalian".ucap draka sambil menepuk pelan dan lembut pipi masing masing istrinya
"hoam. iya suamiku ulfah bangun tapi kok suami tau kalau ulfah tiap pagi selalu melakukan sesuatu".ucap Ulfah sambil mengucek matanya
"sebenarnya setiap suamimu ini tertidur tubuhku entah karena apa yang jelas selalu waspada ".ucap draka
"ulfah belum paham tapi tolong bangunin Rembulan yah suamiku".ucap Ulfah sambil berjalan kekamar mandi
tersisa lah draka dan Rembulan di kasur tersebut. draka pun mulai mencoba membangunkan rembulan akan tetapi semua usaha tersebut gagal hingga ia dengan iseng menggelitiki tubuh istrinya hingga terbangun tanpa disadari dirinya.
"malaikat ku kok kamu tidurnya pulas sekali sih sampai susah bangun".ucap draka
"gak tau suamiku mungkin karena tubuhku sudah mulai beradaptasi sama suasana sekarang yang berbeda seperti dulu".ucap Rembulan dengan raut wajah sedih
"sudah gak usah diingat lagi sekarang lebih baik kamu ikut berjamaah sama Ulfah kan kamar mandi ini ada dua udah sana cepat bersih bersih".ucap Draka
"baiklah tapi saat ada waktu luang suami harus cerita tentang bagaimana kamu bisa tau apa yang kami kerjakan".ucap Rembulan sambil berlalu pergi kekamar mandi
Akhirnya sambil menunggu selesai kedua istrinya bersih bersih dan bersiap ibadah. draka pun membaca buku tentang agama milik istrinya entah karena iseng atau ada hal lain akan tetapi tiba tiba saja ia membeli buku tersebut saat pulang kerumah.
tak berapa lama keluarlah kedua istrinya yang langsung menuju ruang ganti. setelah keluar dari ruang ganti terlihatlah kedua istrinya yang menggunakan sebuah pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya.
draka yang melihat hal itu sangat terpesona dengan kecantikan serta aura yang ia lihat sungguh membuat dirinya hampir lepas kendali.
akhirnya kedua istrinya pun melaksanakan ibadahnya hingga selesai dengan khusu tanpa ada gangguan selama itu juga draka selalu menatap kedua istrinya tanpa mengedipkan matanya mau pun mengalihkan pandangannya.
__ADS_1
draka melihat istrinya saat beribadah entah kenapa merasa kagum dengan ketenangan serta kenyamanan saat kedua istrinya melakukan ibadah tersebut.
setelah selesai kedua istrinya pun langsung kembali menuju ruang ganti dan sudah berpakaian sehari hari milik mereka.
"suamiku kok kamu dari tadi melihat kami tanpa berkedip saat sedang ibadah".ucap ulfah penasaran
"aku juga tak tahu bidadariku entah kenapa saat melihat kalian beribadah aku merasa ada yang kurang dalam diriku mungkin itu sisi lemah ku yang sudah lama menghilang hingga bertemu kalian berdua".ucap draka
"suamiku mau kah kau masuk agamaku ini".ucap ulfah
"benar suamiku engkau mungkin nanti mengetahui bagaimana rasa ketenangan tersebut".ucap rembulan
"maaf sayang sayangku untuk sekarang suamimu ini belum bisa untuk masuk akan tetapi berjalan dalam mempelajari ilmunya mungkin itu yang baru bisa kulakukan".ucap draka
"baiklah suamiku ulfah paham dan niat yang engkau miliki pun sudah baik untuk mempelajari agama terlebih dahulu dan setelah siap dan mantap mungkin sudah bisa masuk nanti".ucap ulfah dengan lembut dan langsung mencium pipi draka
melihat kakaknya mencium draka rembulan pun ikut melakukannya. setelah selesai draka pun menceritakan tentang keberadaan bibinya sekarang yang berada didalam rumahnya.
"tapi suamiku apakah bibi bakal tinggal disini atau bagaimana nantinya".ucap rembulan
"nanti bibi bakal tinggal dengan bunda sekalian menemaninya disana".ucap draka
"baiklah ayo kita kebawah untuk menyambut kedatangan bibi anggun".ucap draka
akhirnya ketiga nya pun langsung menuju dapur untuk memasak makanan. setelah selesai terlihatlah 4 porsi nasi goreng dengan tambahan 2 porsi mie goreng untuk penambah komponennya.
setelah siap draka pun mengajak kedua istrinya kedepan pintu kamar yang ditempati bibinya.
__ADS_1
tok.tok.tok... draka mengetuk pintu kamar tersebut
cckleek.. akhirnya terbuka lah pintu kamar
tersebut
"halo bibi selamat pagi".ucap ketiganya
"eh pagi kok kalian bisa tau kalau bibi ada disini".ucap bibi anggun
"apa bibi lupa siapa yang membawa bibi kesini serta nanti apa boleh draka meminta bantuan dari bibi".ucap draka
"tentu kalau bibi bisa bakal melakukannya".ucap bibi anggun
"terima kasih bibi. ayo mari sarapan bersama".ucap draka sambil berlalu pergi diikuti oleh ketiga wanita tersebut.
sesampai disana ia pun langsung duduk dan mengajak semuanya untuk makan pagi bersama. setelah selesai draka pun langsung saja memberitahukan apa yang ingin ia pinta pada bibinya.
"begini bi apakah bibi mau menemani bunda disuatu tempat dan tinggal disana".ucap draka
"apaaa jadi bundamu masih hidup serta tentu bibi setuju".ucap bibi anggun
"apa jadi bibi setuju dan terima kasih bibi karena telah mau mengabulkan permintaan keponakan mu ini".ucap Draka yang hanya mendapatkan anggukan dari bibinya
"suamiku jadi kapan kita bakal berangkat".ucap ulfah
"iya suami aku jadi tak sabar bertemu arga dan yang lainnya".ucap rembulan
__ADS_1
"baiklah mungkin nanti siang saja kita berangkat sekarang biar bersantai dulu karena hari ini kantor libur".ucap draka
akhirnya semuanya pun bersantai bersama dan saat siang hari draka langsung membawa ketiganya menuju rumah sikembar.