Identitas Tersembunyi Menantu

Identitas Tersembunyi Menantu
bab 39


__ADS_3

....................


setelah melakukan pembantaian Narazu pun langsung saja menuju kekantornya dengan santai tanpa ada masalah. sesampai dikantor Narazu pun langsung mengurus pekerjaannya dengan extra cepat tanpa ada waktu istirahat. tak terasa pekerjaannya pun selesai ia pun ingin langsung menjemput Andini Akan tetapi ia


melihat ada mobil yang baru berhenti tepat didepan dirinya.


"ada apa dan siapa kamu kesini".ucap Narazu


"saya kesini hanya diperintahkan tuanku untuk mengantarkan orang yang berada dalam mobil itu kepada tuan Narazu katanya".ucap orang tersebut


"apakah aku bisa melihatnya siapa yang kau maksud itu dan juga apakah kamu itu anak buah dari Rafael".ucap narazu


"tentu saja boleh tuan serta benar saya adalah bawahan Tuan Rafael".ucap Orang Dari rapael


"baiklah ini memang benar apa yang saya minta sekarang kaamu bantu saya mengeluarkannya dari mobil".ucap Narazu setelah mengecek hal tersebut


"baik tuan".ucap Orang Rafael sambil membantu Narazu mengeluarkan bibi andini


"tuan kalau begitu saya pamit dulu".ucap orang Rafael


"silahkan kalau memang ada urusan".ucap Narazu sambil melihat bawahan rapael menjauh dari kantor


Setelah kepergian Anak buah Rafael, Narazu pun menghubungi Tiger untuk menjemput bibi Andini dikantor. sedangkan ia setelah melihat bahwa ada orang dari Tiger datang ia pun membiri isyarat untuk membawa dan mengurungnya seperti yang lain dan ia pun menuju pulang kerumah sikembar.


sesampai ia ditengah hutan ia melihat Arga dan bawahannya masih memakan daging dari orang orang yang dibawa sama bibi Andini hal itu juga berhasil membuat Narazu mual mau muntah karena ia hanya sering melihat penyiksaan dan belum pernah melihat hewan buas sedang memakan manusia akan tetapi ia pun hanya bisa melanjutkan perjalanannya menganggap apa yang ia lihat tidak pernah dilihat olehnya.

__ADS_1


sesampai disana ia tidak melihat Andini diruang tamu dan ia hanya mendengar tawa riang wanita dari arah dapur. Narazu pun langsung menuju kesana karena merasa penasaran akan tawa tersebut. terlihatlah ternyata bunda bersama Andini yang sedang memasak, ia yang merasa bahagia bisa melihat tawa Andini pun tanpansadar langsung memeluk pacarnya itu dari belakang.


"Aduh.sakit bi kenapa sih mukul narazu coba".ucap Narazu yang kena pukul dikepala oleh bunda


"hei coba lihat apa yang kau lakukan pada Andini. datang datang langsung meluk anak orang ".ucap bunda


"biarin kan Narazu juga bakal nikahin Andini kok bi".ucap Narazu


"nikahin dulu sana baru boleh peluk atau mau bibi hukum nih".ucap bunda


"Narazu gak mau lepasin bi sebelum saya puas bi meluk Andini yang bahagia ini".ucap narazu


"ooo.jadi kamu lebih milih dihukum baiklah kalau itu yang dimau".ucap bunda


"bunda jangan hukum narazu dong kan kasian dia".ucap Andini membantu Narazu


"baiklah bunda Andini nurut saja".ucap Andini


"bibi curang nih Masa Narazu saja yang dihukum coba bibi lihat Draka saja tidur sambil meluk rembulan dan ulfah gak pernah tuh bibi marahin".ucap Narazu


"kau yang tidak tau sebenarnya Draka kena hukum mulu sama bunda karena hal itu".ucap bunda


"bohong.narazu gak pernah lihat tuh iya bekas kena hukuman".ucap Narazu


"kau tak tau apa hukuman yang bibi kasih dan juga udah diam sekarang tidak ada bantahan".ucap bunda

__ADS_1


"Rafaela cepat kemari narazu nakal nih".ucap Bunda sambil berteriak


"iya bunda apa yang harus rapaela lakukan".ucap Rafaela setelah sampai didapur


"sini biar bunda kasih tahu hukuman apa yang harus dilakukan oleh Narazu".ucap bunda


"iya bunda Rafaela kesana".ucap Rafaela mendekati bunda


"nanti kamu bawa narazu keluar dan suruh bara atau yang lain untuk mengejar Narazu selama 30 menit baru boleh berhenti".bisik bunda kepada Rafaela


"kalau begitu mah beres bun segera dikerjakan"ucap Rafaela sambil mengancungkan jempolnya


"kamu cepat ikuti diriku keluar untuk menerima hukuman dari bunda".ucap Rafaela sambil menunjuk kepada Narazu


"gak mau lakukan saja sendiri hukumannya".ucap narazu membantah


"ooo.jadi kamu tidak mau nurut yah baiklah biar kupaksa".ucap Rafaela sambil berjalan menuju Narazu


Narazu pun ketendang dikakinya oleh Rafaela walau pun menghindar serangan tersebut.Rafaela pun menarik narazu dengan paksa tanpa ada perlawanan sama sekali seperti tadi ia pun membawa narazu menuju keluar.


sesampai diluar Ia pun mendekati bara yang kebetulan sedang rebahan didekat sana.


"kamu temani narazu bermain kejar kejaran yah bara dan itu perintah dari bunda loh yang nyuruh untuk melakukannya selama 30 menit".ucap Rafaela


Bara yang mendengar hal itu hanya menggeram dan langsung mendekati narazu yang sedang pura pura pingsan.

__ADS_1


"narazu sebelum pergi aku hanya bilang bahwa walau pun kau pura pura mati pun ia bakal tetap menggigit selama itu perintah dari abang jadi lebih baik kau kabur sekarang sebelum jadi santapan bara ".ucap Rafaela sambil masuk kedalam serta mengunci pintu depan dan gerbang


Narazu yang mendengar hal itu langsung terbangun dan langsung berusaha berlari menuju kepintu gerbang agar bisa kabur tapi naas harapan untu kabur sudah tertutup karena seluruh pintu sudah terkunci. Narazu pun hanya bisa berlari dan berteriak agar bara berhenti mengejarkan. selama 30 menit Narazu pun terus berlari memutar mutar dihalaman rumah tersebut.


__ADS_2