
setelah mengurus urusan keluarga Brian ia pun langsung kembali ketempat tinggalnya berada serta sesampai disana draka melihat bahwa istrinya sudah mulai terbangun dari tidurmya.
draka pun langsung saja merebahkan tubuhnya secara perlahan dan pura pura tidur dikasur kamar tersebut.
kedua istrinya pun secara perlahan terbangun sambil mengusap ringan kedua mata mereka.
keduanya pun menuju kamar mandi yang sudah mulai draka renovasi agar sang istri lebih mudah dalam melakukan ibadah sekaligus untuk dirinya nanti saat sudah mengikuti agama sang istri.
ia masih berpikir untuk membersihkan dendam terlebih dahulu agar saat draka sudah kembali ia memang sudah bersih walaupun masih ada kesalahan yang masih ia lakukan.
kedua istrinya pun melakukan ibadah menurut agamanya serta selesai beribadah keduanya pun mengecup kening dan pipi sang suami yang masih terlihat tertidur.
setelah mengecup kening dan pipi draka keduanya pun bergegas pergi kedapur untuk memasak sarapan untuk ketiganya.
kedua istri draka sedang memasak berbeda lagi sang suami yang ternyata benar masuk kealam mimpi setelah dikecup oleh sang istri.
entah kenapa dirinya merasa saat bersama kedua istrinya hatinya selalu tenang dan tubuhnya bisa rileks seolah seluruh beban dipundaknya menghilang entah kemana.
tak terasa berapa lama waktu berlalu kedua istri draka sudah selesai memasak sarapan dan berniat membangunkan sang suami.
setelah sampai dikamar dan melihat suami mereka masih tidur dengan nyenyak ulfah pun meminta rembulan terlebih dahulu mandi dan membersihkan diri.
setelah mendengar perintah dari ulfah rembulan pun langsung bergegas mengambil handuk dan mandi.
sedangkan ulfah pun memilihkan pakaian untuk sang suami agar dipakai kekantor serta ia juga berniat ingin meminta izin untuk melihat perkembangan panti asuhan yang dibangun suaminya.
ulfah sangat penasaran kenapa sang suami selalu dibilang kejam oleh beberapa orang sedangkan terlihat bahwa draka membantu seseorang kalau meminta pertolongan.
setelah menyiapkan keperluan suaminya ia juga berniat untuk menyiapkan pakaian untuk saudarinya akan tetapi Rembulan malah sudah masuk kedalam ruang ganti.
__ADS_1
rembulan pun meminta ulfah untuk membersihkan diri serta ia juga berniat untuk menyiapkan pakaian untuk saudarinya karena memang terkadang keduanya selalu bergantian dalam menyiapkan pakaian kalau saat ingin pergi.
ulfah yang diminta rembulan pun langsung keluar berniat untuk membiarkan sang suami terlebih dahulu untuk mandi.
saat didekat draka ulfah pun secara pelan menggoyangkan tubuh sang suami sambil mencoba membangunkannya.
"sayang bangun udah pagi".ucap ulfah sambil terus menggoyang pelan tubuh draka serta mengelus rambut sang suami
"sayang bangun dong".ucap ulfah yang masih melihat sang suami masih memejamkan matanya
draka yang sedang santai dalam alam mimpi pun secara perlahan bangun dan menatap wajah sang istri saat membuka matanya.
"bidadariku ada apa".ucap draka
"bangun udah siang nanti telat loh kekantornya".ucap ulfah
"gak mau kamu saja dulu mandi nanti biar suamimu ini yang terakhir".ucap draka
"ya sudah kalau tidak mau lebih baik mandi bersama biar menghemat waktu dan air".ucap draka sambil tersenyum
"gak mau biar ulfah saja yang duluan mandi".teriak ulfah sambil berlalu pergi masuk kedalam kamar mandi
setelah kepergian ulfah rembulan pun datang sambil membawa pakaian ulfah untuk digunakan serta istrinya itu pun duduk disamping tubuhnya yang masih berbaring.
"sayang kalian mau kemana".ucap draka
"mau ikut mas boleh serta apakah kami bisa melihat perkembangan panti asuhan yang mas bangun".ucap rembulan
"tentu boleh dong kenapa tidak kan juga menurut Narazu bahwa pembangunan sudah selesai tinggal sedikit penyesuaian saja ".ucap draka
__ADS_1
"wah bagus dong jadinya para anak anak bisa pindah dengan cepat".ucap rembulan
"tentu. memang kebetulan juga suamimu ini hanya bakal mengecek setiap pembangunan dikota ini yangditangani perusahaan kita".ucap draka
"kalau begitu apa boleh kami ikut berkeliling".ucap rembulan
"tentu malaikatku ini coba bicarakan saja sama bidadariku tetang hal ini karena sepertinya ia sudah selesai mandinya".ucap draka
setelah berkata seperti itu draka langsung saja mengambil handuk serta pintu kamar mandi pun terbuka dan terlihatlah Ulfah yang hanya menggunakan handuk untuk menutupi tubuhnya.
draka hanya melirik sebentar dan langsung masuk kekamar mandi setelah sang istri sedikit menjauh dari pintu.
ia pun langsung mandi sambil menenangkan pikiran dan nafsunya karena setelah melihat sang istri yang hanya menggunakan selembar handuk tubuhnya malah ingin melakukan hal itu.
setelah berhasil meredakan tubuhnya ia langsung mandi dan memakai pakaian setelah selesai mandi serta draka juga pergi kedapur untuk sarapan bersama.
sesampai dimeja makan ketiganya pun sarapan dengan lahap serta setelah selesai makan draka meminta kedua istrinya untuk beristirahat terlebih dahulu.
"sayang apakah kita harus membeli sebuah rumah kecil untuk ditinggali saat berkunjung ke perusahaan cabang nantinya ".ucap draka sedikit bingung
"mungkin itu bisa jadi ide bagus kalau memang nantinya perkembangan perusahaan semakin besar dan pesat".ucap rembulan
"tapi dek bukankah lebih bagus kita memikirkan tetang perawatannya serta harus diketahui dulu apakah kita akan terus memantau sendiri tidak meminta yang lain".ucap ulfah
"benar juga apa yang kakak katakan akan tetapi kalau itu masih bisa dilakukan dengan rincian yang lebih jelas karena walaupun kita menerima rumahnya bukan berarti saat yang lain diperintah untuk memantau dan menggunakan rumah tersebut gak mungkin ia tidak protes kecuali...".ucap Rembulan
"dirinya memang setia sama kita dan juga ada dua alasan kemungkinan kalau mereka menolak. pertama karema memang tak suka kedua adalah masih segan untuk menempatinya".ucap draka
"benar sebaiknya menghitung dan mengatur jadwal saja terlebih dahulu agar mendapatkan jawaban yang memuaskan".ucap ulfah
__ADS_1
perkataan ulfah pun dianggapi dengan anggukan kepala dari kedua orang tersebut.
akhirnya draka bersama istrinya pun pergi kekantor terlebih dahulu untuk mendapatkan catatan anggota dari perusahaan cabang yang baru dibangun atau pun yang lama serta catatan mengenai proyek yang dihandle oleh perusahaan.