Identitas Tersembunyi Menantu

Identitas Tersembunyi Menantu
bab 18


__ADS_3

ketika mereka masuk kedalam rumah ketiga orang terswbut pun disambut oleh sikembar serta sang adik yang menatap dengan bingung akan tetapi setelah melihat sang kakak membawa siapa mata sang adik pun langsung saja menetiskan air matanya sambil berlari untuk memeluk sang ibu.


draka yang melihat hal itu hanya bisa tersenyum sedangkan Rembulan malah menangis haru karena melihat pertemuan anak dan ibu tersebut. setelah lama melihat mereka berpelukan draka pun menepuk pelan pundak sang ibu agar ia bisa memperkenalkan saudara yang lainnya.


"bu kenalkan ini Rafaela dan Rafael moon mereka yang bakal merawat serta menjaga kalian saat berada disini bu dan kembar ini ibuku serta yang ada dibelakang Rembulan calon istriku ". ucap Draka sambil menunjuk setiap orang yang dimaksud


"ehm.jadi ini dua saudara mu yang lain teryata ibu memiliki anak anak yang ganteng dan cantik rupanya". ucap ibu syifa sambil manganggukkan kepalanya


"halo salam kenal aku Noor Rembulan white calon istri draka". ucap Rembulan sambil tersenyum


"wah kakak iparku sangat cantik rupanya lebih cantik dari pada yang diceritakan oleh kakak kakakku ini". ucap Aulia sambil memeluk serta menyentuh pipi Rembulan


"Halo tante semoga betah disini serta kami bisa merawat tante dengan baik selama berada dirumah ini". ucap Rafaela


"Benar tante semoga kalian semua betah disini". ucap Rafael


"udah kalian jangan panggil saya tante dong panggil saja saya ibu maupun bunda karena draka sudah cerita bahwa kalian sudah seperti saudaranya draka juga sudah cerita bahwa hampir semua saudara angkatnya itu anak yatim jadi kalian sekarang memiliki seorang ibu disini dan juga adik serta kakak yang bisa membantu kalian saat susah maupun senang". ucap ibu syifa


"baiklah bu tadinya saya serta saudara saya pengin manggil ibu tadi akan tetapi kami agak takut kalau kalau ibu merasa aneh saat ada yang manggil engkau dengan sebutan ibu tanpa saling mengenal". ucap Rafaela


"ehm. benar bu apa yang dikatakan kakak saya dan juga saya sekali lagi mengucapkan selamat datang untuk ibu dan kakak ipar ku ini yang sudah bisa menaklukan singa es ini." ucap Rafael


saat draka pengin marah dirinya malah dipotong oleh Rembulan


"haaa jadi kakakmu ini selama ia bersama kalian ia tidak pernah sama perempuan gitu sampai ia sebut sebagai singa es ". ucap Rembulan sambil tersenyum penasaran


"ehm.dulu kakak kalau saat bertemu wanita ia sama sekali tak tertarik apa yang mencoba menggoda dirinya ia pasti sangat marah dan benci diperlakukan seperti itu sama wanita yang ia hendaki ". ucap Rafaela


"ooo iyalah salam kenal juga kakak iparku yang cantik" ucap rafaela kembali


Rembulan pun hanya mengangguk sambil tersenyum hampir tertawa


setelah banyak berbincang mereka semua pun akhirnya berjalan keruang keluarga dan saling berbagi cerita sampai akhirnya waktu makan malam pun terjadi akhirnya para wanita memasak kedapur sedangkan Rafael dan draka pergi kekamar masing masing melakukan urusan mereka.


tak berapa lama mereka semua berada dimeja makan serta makan bersama dengan lahap dan gembira akan tetapi Draka melihat Rafaela maupun Rafael seperti ada yang ingin disampaikan Draka pun hanya mengangguk dan para si kembar pun paham akan maksud dari draka.


saat tengah malam terlihat lah draka yang sedang duduk dibangku diruang baca miliknya kalau saat ditempat itu.


"katakan informasi apa yang ingin kau sampai kan saudaraku". ucap draka

__ADS_1


"kak kakak ipar yang satu lagi sekarang sedang dalam bahaya ia saat ini sedang berada dimarkas musuh kita akan tetapi dirinya sudah dikirim ke tempat gangster lain untuk hadiah serta menambah kekuataan dari ilmu hitam yang mereka latih kak". ucap rapael


"bagaimana keadaan ia sekarang ini". ucap draka sambil menahan emosi yang hampir meluap


"keadaan kakak ipar sudah hampir masuk memperhatinkan karena dirinya sudah mau mulai digilir oleh para anak buah gangster tersebut. " ucap rafaela sambil menahan amarah dan kesedihannya



setelah mendengar hal itu ia pun langsung menjentikkan jarinya dan muncul lah tiga makhluk yang hampir menyamai seorang manusia.



"kalian sikembar pergi sama Brian dan Bros untuk membereskan seluruh gangster tersebut. tugas kalian hanya membawa kakak ipar kalian kehadapanku untuk kuobati serta kembali kesisiku". ucap draka


"Bros , Brian kalian bawa para ganster tersebut ke alam kalian dan jadian mereka sebagai makanan kalian dan untuk daging mereka kalian kasihkan ke Wolf untuk menjadi makanan mereka ". ucap draka


"kalian sikembar juga coba cari tahu langsung ditempat kenapa kakak iparmu itu bisa berada ditangan musuh kita serta kalau ini ada sangkut pautnya sama keluarga white. kalian tunjukkan lokasinya dan suruh gordon untuk mengambil anak gadis dari keluarga white yang terlibat karena aku tidak peduli sama mereka sebab setahuku bahwa kakak ipar Rembulan kalian tidak diperlakukan layak nya keluarga akan tetapi hanya dijadikan pembatu dirumah mereka." ucap draka kembali


"Gordon kamu ikut mereka dan sesuai apa yang sudah kubilang tadi rencana itu anggap hadiah bagi kalian yang sudah mengikutia dengan setia walaupun kita tidak berada dialam sana". ucap draka sambil melihat ketiga makhluk tersebut.


"baik siap laksanakan tuan". ucap mereka serempak


sedangkan dirungang baca draka para saudara serta bawahannya sedang berdiskusi.


"gini saja Bros serta Brian kalian pergi lebih dulu karena ini malam hari kalian bisa menggunakan kemampuan terbang dengan mudah dan gordon bakal ikut dengan ikut dengan kami naik mobil dan kalian berdua kalau sudah sampai kesana kalian utamakan keselamatan kakak ipar kami atau nyonya kalian." ucap Rafaela dengan disambut anggukan dari Rafael


"Baiklah apakah kalian memiliki foto dimana lokasi itu berada agar kami lebih mudah dan cepat".ucap Brian


"ada ini tempatnya serta pastikan keselamatan kakak ipar kami karena kalau sampai tak selamat kita semua bakal bahaya karena luapan emosi saudaraku itu". ucap Rafael sambil menunjukkan foto


setelah melihat foto Brian serta Bros pun langsung pergi menuju ketempat tujuan dengan kecepatan penuh mereka.


sikembar pun merasa kesal karena melihat mereka menghilang tanpa pamit kemereka akan tetapi sudah terlambat untuk menegur kedua vampir tersebut.


"Gordon kita berangkat agar bisa menyusul mereka berdua agar tidak dihabisi oleh kedua vampir tersebut". ucap rapael setelah mendapat anggukan dari Makhluk Genderowo tersebut


mereka semua pun langsung menuju ketempat tujuan.


dilain tempat saat para pria yang berjumlah tiga pria serta ada para pria lain yang sudah tak berbusana yang menunggu giliran mereka ingin memperkosa dan menikmati seorang wanita yang sudah mulai penuh dengan air kenikmatan para pria yang tak sabar menunggu.

__ADS_1


sang wanita pun hanya bisa pasrah karena tak bisa melawan ia hanpir saja berniat menghilangkan nyawanya karena melihat ada pria yang ingin menikmati dirinya akan tetapi saat pria ingin melakukan hal tersebut pintu markas mereka terlempar masuk kedalam yang mengakibatkan kepanikan bagi mereka.


sedangkan sang wanita seilah melihat harapan ia pun hanya bisa berdoa agar bisa selamat dari sini. Telihat lah dua orang pria dengan tubuh yang gagah akan tetapi memiliki wajah serta kulit mereka berwarna pucat yang membuat merinding bagi orang yang melihat mereka.


"siapa kalian mau apa kesini hah". dengan nada tinggi ucap salah satu pemimpin disana


"betul apakah kalian tak tahu kami hah benar benar cari mati". ucap yang lain dengan serempak


kedua pria tersebut tak mempedulikan apa yang dikata sama para gangster tersebut dengan wajah datar serta berjalan menuju ketempat sang wanita.


sampai didepan sang wanita Brian pun menendang pria yang sudah siap menggarap wanita tersebut.


Bros dan Brian pun berucap


"kami kesini hanya untuk menjemput Nyonya kami"


tak berapa lama setelah mereka mengucap hal itu datang lah tiga orang yang juga menuju kewanita tersebut.


"Rafael intruksi kau yang ambil alih aku yang bakal mengurus kakak ipar". ucap rafaela sambil menatap saudaranyaa


"okey. perintah ku ambil alih sekarang Brian bawa salah satu dari mereka kemari dan untuk mu Bros kau lumpuhkan yang lain agar lebih mudah membawa ketempat kalian". ucap Rafael


setelah mendapat perintah tak berselang lama orang yang berjumlah seratus lebih itu pun langsung seketika berlutut ketanah karena hasil dari patahnya kaki mereka. Rafael pun juga mendapat informasi yang diinginkan.


"Brian kau suruh para anak buahmu kemari untuk menangkap serta membawa yang disini ketempat kalian dan juga menangkap bos beserta anak buah lainnya.


dan untuk kamu Gordon kamu pergi lah kekeluarga white kau cari yang bernama amar white dan tangkap anak gadisnya sesuai rencana untuk dijadikan mainanmu " ucap Rafael


tak berapa lama tersisalah Sikembar besrta wanita tersebut. rafael pun menggendong kakak ipar nya itu kedalam mobil yang sudah tak sadarkan diri.


mereka pun membawa kakak iparnya kembali , setelah sampai pun Rafaela pun membantu memandikan kakak iparnya itu yang kemah serta memberikan pakaian untuknya ia pun membawa kakak iparnya itu kedepan kamar sang kakak akan tetapi ia ragu untuk mengetuk pintu kamar tersebut.


Draka yang sudah tertidur pun entah mengapa ia merasakan ada seseorang didepan pintu miliknya. ia yang mengetahui bahwa yang disana sang adik ia pun menggunakan telepati untuk menyuruh sang adik memasuk lewat pintu samping.


Rafaela yang mendengar telepati tersebut ia pun memanggil Rafael untuk membantu dirinya memindahkan sang kakak ipar kekamar.


tak berapa lama mereka pun masuk dan meletakkan kakak iparnya itu disamping sang kakak , setelah melakukan hal itu mereka pun keluar dan terlihatlah Draka yang sedang tertidur dengan nyenyak yang diapit oleh dua wanita yang berada di samping kanan dan kirinya dirinya.


......................

__ADS_1


__ADS_2