
tak berselang lama kedua nya pun keluar menemui draka dan Narazu yang juga baru saja datang.
"bagaimana apakah ia sudah mau ditinggal disini untuk sementara waktu sampai kau menyelesaikan masalah tentang dirinya".ucap Draka
"sudah drak ia sudah mulai mau tadi dan sekarang andini nya bersama bibi membahas sesuatu yang entah kebetulan cocok atau pun hanya untuk menghibur sekaligus agar ia mau tinggal disini untuk sementara waktu".ucap Narazu
"tak masalah kalau soal itu biarkan saja bunda menanganinya yah kalau pun itu memang sama hobinya gak papa juga malahan bagus agar dirinya tidak merasa sendirian didunia ini".ucap draka
"benar Narazu kau juga sebaiknya pikìrkan kapan kau mau menikahi Andini agar dirinya ada keluarga serta orang terdekatnya ".ucap Ulfah
"benar apa yang dikatakan oleh kak ulfah sebaiknya kamu cepat cepat menikahi Andini agar dia ada teman hidupnya yang bisa ia ajak bicara saat ia bosa, ada yang menenangkan dirinya saat marah maupun menghiburnya saat ia sedih serta ada tempat untuk berkeluh kesah dirinya untuk mendapatkan ketenangan batin bagi seorang wanita".ucap Rembulan
"betul. apa yang dikatakan kedua calon istriku kau lebih baik memikirkan hubungan kalian akan sampai mana kedepannya serta saat kau melakukan ini ia tidak bakalan lagi memiliki keluarga yang menyayanginya dan hanya orangnya lah yang menyayanginya beserta pengasuh dirinya saat kecil dan saat ini sudah berada ditanganku akan tetapi hanya tersisa seorang perempuan yang bisa disebut sebagai ibu angkat dari andini".ucap Draka
"makasih drak dan kalian semua yang sudah mau menerima ku masuk kedalam garis keluarga ini dan juga kalian tenang saja aku bakalan menikahi Andini hanya saja waktunya masih belum pasti serta situasinya masih belum bagus untuk diriku".ucap Narazu sambil terharu
"tidak masalah dan juga nantinya pun kalau pun ada dari kelompok kita yang tidak memiliki marga keluarga nanti nya bisa mengambil dari marga storm untuk namanya karena keluarga ini terbentuk dari ikatan persahabatan yang akhirnya menjadikan ikatan tersebut menjadi ikatan kekeluargaan. dan untuk masalah itu bersihkan sampai keakar akarnya".ucap Draka
"ehm...".ucap Narazu sambil mengangguk
setelah lama mengobrol mereka pun menuju mobil draka dan langsung pergi menuju tempat yang dituju. setelah beberapa menit perjalanan mereka pun sampai ke tempat tinggal Andini dan Narazu pun turun dari mobil tersebut serta Draka pun yang mengambil alih kemudi mobil.
"nanti kau pulangnya bagaimana apakah menjemput Andini terlebih dahulu atau kerja dan pulang langsung saja".ucap Draka
__ADS_1
"mungkin aku nanti minta kantor mengirimkan mobilku yang ada disana dan juga tentu aku harus menemui Andini dulu serta menanyakan apakah ia ingin menginap saja atau mau pulang".ucap Narazu
"baiklah kalau memang seperti kami pergi dulu".ucap Draka serta kedua wanitanya pun melambaikan tangannya ke Narazu untuk pamit
diperjalanan draka pun membuka obrolan
"hemm.apakah kalian mau membantuku membeli sebuah rumah yang sesuai keinginan kita untuk ditempati nantinya serta bolehkah aku memberikan rumah yang ditempati kita dulu itu untuk hadiah pernikahan mereka nanti maupun untuk ditempati sekarang agar ada yang merawatnya".ucap Draka
"tentu kami jelas mau serta tumben sekali kamu mengajak kami untuk berbelanja".ucap Rembulan
dan sedangkan Ulfah pun hanya tersenyum saja seperti mengetahui sesuatu. tak terasa mobil mereka pun sampai kesalah satu agensi penjualan tempat tinggal baik dari rumah maupun masion dan sebagainya yang berhubungan dengan tempat tinggal.
"halo mbak apakah ada daftar daftar tempat tinggal yang bisa ditempati dalam kurang waktu 1bulan ".ucap draka
"baiklah kalau kau tidak mau melayani kami dan jangan menyesal nantinya".ucap Draka
"huh.menyesal apaan kau lihat saja dirimu yang hanya menggunkan baju kaos saja dan berani masuk kesini serta apakah kau pantas untuk masuk kedalam".ucap wanita tersebut
"mbak kamu jangan selalu melihat diluar saja bukan melihat dari sisi dalam maupun sisi luar dari seseorang".ucap Ulfah
mereka pun akhirnya mendapatkan pelayanan yang lumayan bagus dari karyawan yang ini.akhirnya draka pun membeli sebuah rumah disertai dengan tanahnya yang luas dan hampir bisa membangun satu rumah yang ukurannya hampir menyamai rumah tersebut.
"baiklah tuan kalau anda sudah menetapkan pilihannya anda bisa membayarmya sekarang tuan".ucap wanita tersebut setelah menghilangkan rasa keterkejutannya.
__ADS_1
"ini tuan kartu anda dan pembeliannya sudah beres semuanya dan ini kuncinya dan untuk surat menyurat masih belum bisa diambil tuan karena masih dalam proses pembalikan nama kepemilikan" .ucap Wanita tersebut
"baiklah kalau begitu nanti saat surat menyuratnya selesai kau bisa antar keperusahaan familystrom yang ada dikota ini".ucap Draka
"baik tuan dan juga mohon maaf kalau tuan tidak ada yang bisa dibantu saya mohon undur diri dulu untuk mengurus dokumen kepemilikan milik tuan".ucap wanita tersebut
"silahkan urus dokumennya dan juga saya pun ingin pergi sekarang kalau memang proses pembeliannya sudah selesai".ucap draka
mereka pun keluar dan menuju mobil kembali serta menuju kebutik pakaian pernikahan mau pun pakaian untuk digunakan oleh mereka .
......................
... dilain tempat Narazu sedang menunggu kedatangan bibi Andini sekaligus pasukan yang dibawanya. saat Narazu sudah mulai bosan ia pun berniat untuk istirahat dulu akan tetapi Narazu terbangun karena teriakan yang memanggil nama pacarnya....
"Andini keluar kamu sekarang dan cepat kemari serta kemasi barang barang mu ".ucap Bibi andini
"diam wanita tua pacarku sedang berada dirumah bibiku dan kalau kau mau bisa bawa pasukanmu kesana".ucap Narazu
"bohong coba kau hanya ingin melindungi wanita pelacur itu cepat keluarkan dia ".ucap bibi Andini
"hahaha.mah ini anak yang kau bilang memukulmu itu semalam dan kalau kuperhatikan ni anak hanya anak lemah saja tak perlu lah. gini saja mah engkau pergi menuju alamat yang disebut dia dan aku bakal membuat perhitungan dengannya sendiri dan tenang saja aku gak bakal sendiri kok".ucap Sepupu Andini
"baiklah kalau begitu.sekarang kalian bagi dua kelompok satu ikut aku dan satunya lagi ikut anakku".ucap Bibi andini
__ADS_1
pasukan mereka pun terbagi dua yang akhirnya menjadi setiap kelompok berjumlah 30 orang.bibi andini serta yang lainnya pun pergi menuju rumah sikembar.