Identitas Tersembunyi Menantu

Identitas Tersembunyi Menantu
bab 45


__ADS_3

saat pagi draka pun masih tertidur pulas sampai akhirnya ia terbangun karena mendengar tawa ceria didalam kamar tersebut. pada saat ia membuka mata draka pun melihat Rembulan yang sedang bercanda sama Ulfah.


"hei kalian sekarang mandi sana dan bersiap untuk pergi".ucap draka


"hei kak sepertinya suami kita sudah bangun tuh dan apa dihukum atau turuti saja kak perintahnya".ucap Rembulan


"udah turuti saja tuh kamu lihat mukanya ingin menerkam kamu loh".ucap Ulfah yang melihat draka memasang wajah mesum dan konyolnya


"siap bos segera berangkat".ucap Rembulan sambil lari kekamar mandi karena melihat wajah mesum draka


sepeninggal Rembulan tersisa lah draka dan Ulfah didalam kamar tersebut.


"Ulfahku kemari pijitin kepalaku dong lagi sakit nih gara gara kena pukul ".ucap Draka


"emang karena apa sampai kena pukul kepalanya".ucap Ulfah


"sini dulu baru aku beritahu nih".ucap draka


"iya iya ayo sekarang cerita".ucap Ulfah yang sudah disamping draka


draka yang melihat hal itu ia langsung saja merebahkan kepalanya dipaha Ulfah dan langsung memejamkan matanya mencoba tidur kembali.


"hei cerita dong masa ulfah udah disamping mas malah tidur".ucap ulfah sambil mengelus kepala draka


" iya saya cerita manis tapi kamu harus senyum dan berhenti menitiskan air matamu yah apa pun yang terjadinya nanti".ucap draka


"iya ulfah bakal berusaha janji".ucap Ulfah


"gini tadi malam saat selesai acara pernikahan ada kelompok yang sedang mengikuti dan juga karena hal itu juga kamu tak kuberitahu bahwa pesta tersebut sebenarnya aku sendiri yang datang".ucap draka


"tapi mas emang siapa yang sudah mengikuti saat selesai pesta tersebut".ucap ulfah


"suruhan keluarga tempest dan mas pakai topeng saja mereka mengenali apa lagi tidak akan tetapi kamu tenang saja sekarang orang tersebut sudah beres".ucap draka


"emang kenapa mas sampai bisa membereskan mereka kan kita tidak tau orang suruhan keluarga besar itu bakal menyerang".ucap ulfah


"sebenarnya dulu orang dibalik layar dari keluarga tempest itu adalah sahabatku akan tetapi saat keluarga tersebut jaya kami sekeluarga malah dibunuh karena hal itu lah targetku adalah ketiga keluarga besar sekarang".ucap draka


"apa pun yang mas lakukan aku hanya bisa mendukungmu dan berada disampingmu dari suka mau pun duka nantinya".ucap Ulfah

__ADS_1


"betul mas Rembulan juga hanya bisa mendukung apa yang kau lakukan".ucap Rembulan setelah keluar dari ruang ganti


"baiklah sekarang kalian bersiap kita berangkat cari makan".ucap draka sambil berlalu menuju kamar mandi


tak berapa lama draka pun selesai mandi dan langsung saja masuk kekamar ganti serta selesai ia pun keluar dan bergegas mengajak keluar menuju mobil.


sesampai didalam mobil ia pun langsung saja menjalankan mobil mencari tempat makan dan ditengah jalan draka pun menanyakan keinginan keduanya.


"jadi kalian ingin makan dimana nih apakah ketempat makan biasa atau kerestoran yang ada".ucap Draka


"serah kamu saja mas mau makan dimana aku ikut aja".ucap Rembulan


"sama mas ulfah ikut kamu juga makannya dimana".ucap ulfah


"gini saja kalian pengin makan apa sekarang".ucap draka


"kalau aku sih sepertinya pengin makan nasi goreng deh mas".ucap Rembulan


"kalau saya pengin makan nasi rawon kayaknya mas apa boleh".ucap Ulfah


"baiklah gini saja kita cari tempat makan kios atau pinggir jalan yang ada menjual menu yang kalian inginkan itu apa kalian mau".ucap draka


"gak papa mas kan yang penting makanannya bukan dimana kita belinya ".ucap Rembulan


"baiklah kita segera menuju tempat tersebut".ucap draka


akhirnya mereka pun menemukan warung makan yang memiliki menu yang mereka inginkan.


"mas juga ingin makan apa dari tadi nanya keinginan kami saja".ucap ulfah


"iya juga mas kamu sebenarnya ingin makan apa".ucap rembulan


"udah aku pesen juga jadi kalian tenang saja serta nanti kalau mau tambah pesan saja".ucap draka


"baiklah mas kalau memang juga sudah pesan tadi".ucap ulfah


"oke".ucap rembulan sambil melengkungkan jarinya👌


sambil menunggu makan datang mereka pun ngobrol santai mengenai apa yang ingin direnovasi maupun ditambahkan kerumah mereka tempati sekarang.

__ADS_1


tak terasa makanan pun datang dan mereka pun makan dalam diam tanpa ada pembicaraan sampai draka melihat pekerja disebarang tempat makan mereka sedang dimarahi oleh seseorang.


hingga selesai makan draka pun masih menatap pekerja tersebut entah apa yang sedang dipikirkannya.


"Ulfah , Rembulan bisakah kalian menungguku sebentar karena sesuatu yang membuatku tertarik".ucap draka


"memang apa itu mas sampai kamu bisa tertarik seperti itu".ucap rembulan


"coba kalian lihat diseberang saja sedang terjadi keributan walau pun itu sudah hampir selesai".ucap draka sambil menunjuk kearah depan


"betul mas sekarang aku jadi penasaran juga nih tapi yang membuat mas tertarik tidak mungkin hanya pertengkaran itu saja kan".ucap rembulan


"mas bisa tolongin dia gak mas kasian sekali , masih remaja ia mau bekerja berat seperti itu".ucap Ulfah yang merasa kasian dengan apa yang ia lihat


"Boleh karena ia juga yang sudah membuatku penasaran serta kalau ia orang setia sepertinya cocok untuk dilatih dibawah bisnis".ucap draka


"kalau begitu ayo mas kita kesana".ucap Ulfah


mereka pun langsung mendekati kios pengisian air mineral tersebut dan terlihatlah seorang pemuda yang berusia sekitar 17 tahun sedang terduduk dengan basah kuyup ditubuhnya serta galon yang jatuh.


"maaf pak ini ada apa yah kalau bisa saya tau".ucap Draka dengan sopan


"apa kamu ingin ikut campur urusanku disini , hah".ucap pemilik kios tersebut


"bukan begitu pak hanya saja apa bapak tidak kasian sama pemuda ini yang sudah basah kuyup seperti ini ".ucap draka masih dengan sopan


"kamu gak ikut campur deh kalau anda bukan siapa siapa dia".ucap bapak tersebut


"gini saja coba bapak cerita mungkin saja bisa bantu menyelesaikan masalahnya".ucap draka


"cih mau bantu kamu saja miskin mau bantu seperti apa juga gak bakal bisa".ucap bapak tersebut


"maaf kak kakak pergi saja sebelum masalah ini jadi besar".ucap pemuda tersebut


"gak bisa dek karena ini juga sudah tidak wajar perlakuan dia pada kamu dan ini negara hukum loh dek".ucap draka


"halah banyak omong kamu sekarang kamu pilih pergi atau tidak bisa pergi lagi dari sini".ucap bapak tersebut dangan marah


"silahkan saja kalau bapak bisa membuat saya pergi dari sini".ucap draka

__ADS_1


"baiklah kalau itu pilihan kamu".ucap bapak tersebut


akhirnya bapak itu pun langsung menelpon seseorang dan draka pun tetap santai seperti tanpa ada bahaya yang bakal menimpa dirinya.


__ADS_2