Identitas Tersembunyi Menantu

Identitas Tersembunyi Menantu
bab 121


__ADS_3

Ditempat lain disebuah desa dekat dengan ibukota muncul dua sosok berjubah hitam biru keemasan sedang menggendong paksa dua orang perempuan menuju sebuah istana besar pada ibukota disana.


Dua sosok tersebut terus melesat tanpa ada yang menghentikan mereka termasuk penjaga gerbang yang membiarkan masuk tanpa ada identifikasi identitas dari keduanya.


masyarakat sekitar pun tak terlalu menghiraukan dengan hal itu sebab mereka semua tahu siapa mereka bagi kerajaan.


Walaupun para masyarakat ada yang menghormati keduanya akan tetapi tetap saja ada orang yang melirik kecantikan dua wanita yang dibawa oleh dua sosok tersebut.


"hei kalian cepat serahkan dua wanita cantik itu pada pangeran bangsawan muda ini".ucap seorang pemuda yang dikawal sepuluh orang


"maaf pangeran kami tak bisa memberikan kedua wanita ini kepada anda".ucap salah satu sosok


"cih apa kau menantang perintah dari seorang pangeran mahkota dari kerajaan black hahhh".ucap pemuda tersebut dengan nada tinggi penuh tekanan


"maaf kami tidak ada kewajiban untuk menuruti perintah dari seorang yang berada dibawah kami".ucap salah satu sosok


"pengawal penggal kepala mereka dan bawa kedua wanita itu kehadapanku".ucap pangeran sambil menunjuk kearah dua sosok


"baik pangeran".ucap seluruh pengawal


setelah mendapat perintah seluruh pengawal pun maju dan menyerang dua sosok tersebut.


Akan tetapi kekuatan yang dimiliki oleh para pengawal tidaklah cukup untuk menumbangkan keduanya yang memiliki status sebagai bawahan yang berada ditangan seorang kaisar.


dimata rakyat yang melihat hal itu hanyalah pembantaian sepihak sebab hanya dengan sekali pukul para pengawal langsung tumbang walau tidak mati.


Setelah para pengawal tumbang pangeran itu pun jatuh lemas ketanah sambil bergerak mundur saat salah satu sosok berjalan mendekat.


"dengar hal ini bakal diputuskan oleh kaisar langsung atas anda yang mengganggu pelaksanaan perintah kaisar".ucap sosok saat mendekat


Setelah memberi peringatan dua sosok itu pun kembali melanjutkan perjalanan dengan cepat tanpa hambatan.


Sesampai diistana keduanya langsung menghadap seorang pemuda yang duduk malas disebuah singgasana megah dengan eksperisi acuh tak acuh.


Kedua sosok itu pun langsung berlutut satu kaki dihadapan pemuda tersebut dengan terlihat keringat yang menetes kelantai.

__ADS_1


"lapor king misi dari anda telah kami selesaikan dan ini target yang engkau minta".ucap salah satu sosok sambil menyodorkan salah satu wanita


pemuda itu pun berdiri dari singgasana dan mendekati wanita yang disodorkan oleh bawahannya.


Setelah melihat siapa yang disodorkan pemuda itu pun tersenyum cerah bahagia.


"maaf king diperjalanan menuju istana kami dicegat oleh pangeran dari kerajaan black yang ingin mengambil target".ucap salah satu sosok


Pemuda yang awalnya tersenyum cerah pun seketika saja berubah menjadi senyum mengerikan yang menggetarkan bagi yang melihat.


"jazz perintahkan orang kita untuk menyelidiki kelakuan seluruh anggota kerajaan black dan lakukan hukuman sesuai peraturan dan bersihkan hingga keakar akarnya".ucap king


Setelah memberi perintah muncul sesosok pria paruh baya yang menundukkan kepalanya dengan mendekap satu tangan kedadanya.


"baik king perintah anda segera dilaksanakan".ucap jazz dan menghilang


"baiklah sekarang kamu bantu aku untuk membawa keduanya kekamar utamaku serta panggil sherlina untuk datang menghadap diriku".ucap pemuda yang dipanggil king


Kedua sosok itu pun mengangguk dan mengikuti king yang berjalan menuju sebuah kamar besar diistana tersebut.


......................


Hal tersebut terus berlanjut hingga seluruh musuh dan keluarga tempest habis musnah dimuka bumi tersebut.


para pendukung keluarga itu pun juga tak luput dari haus darahnya pedang miliknya.


Banyak nyawa yang melayang dibuat oleh Draka dan wajahnya pun tak berubah sedikit pun hanya datar dengan air mata yang terus keluar tak berhenti.


Walau pun dia mendapat lawan kuat yang ada hanyalah Draka yang haus darah dengan pandangan mata kosong dengan pakaian penuh darah orang lain.


Wajahnya pun secara perlahan ikut berlumuran darah yang secara perlahan menghitam.


Para saudaranya pun terus mencari draka sambil membersihkan kekacauan yang terjadi dengan baik dan damai sebab masyarakat yang secara perlahan mengetahui fakta sebenarnya.


fakta bahwa kehidupan damai dan nyaman mereka telah alami dilakukan oleh kelompok yang sebagian orang anggap jahat.

__ADS_1


Ternyata malah mereka yang memberi keamanan terhadap masyarakat serta karena hal itu juga para warga pun ikut membantu dalam membersihkan kekacauan yang muncul.


Hingga dalam waktu seminggu dunia yang awalnya penuh orang kurang baik dibuat terdiam dan kedamaian pun kembali berlangsung.


Dan Draka pun ditemukan tertusuk pedang musuh tepat diarea jantung dan para saudaranya pun menangis dan mengamuk atas kejadian tersebut.


Ayah Draka yang ditemukan masih hidupnya mengurus tubuh sang putra dengan baik yang diikuti oleh seluruh anggota keluarga strom.


Masyarakat pun ikut berduka atas peristiwa tersebut dan cuaca yang awalnya cerah pun selama seminggu ikut mendung dan menangis atas kejadian tersebut.


walaupun begitu sikembar langsung mengambil alih kepemimpinan keluarga dengan atas saran para saudara yang lain.


Sebab hanya sikembar yang masih bisa mempertahankan jiwa manusia mereka saat melihat Tubuh sang kakak.


Para saudara yang lain mengamuk hampir tak terkendali sebab mereka semua tahu betul kebaikan dan hal apa saja yang telah dilakukan oleh sang kakak.


......................


Ulfah yang secara perlahan diletakkan diatas kasur empuk sebaliknya juga Tubuh Rembulan yang diletakkan disamping sang kakak.


Secara perlahan Ulfah pun terbangun dan mengedipkan matanya untuk menyesuaikan indra penglihatan miliknya.


yang dilihat pertama kali oleh ulah adalah wajah seorang pemuda yang menatap wajahnya sambil tersenyum kearah sang adik dan juga dirinya.


dia pun secara refleks pun mundur menjauh dari penglihatan sang pemuda akan tetapi hal itu tak bisa dirinya lakukan.


Sebab sedikit saja dia mundur tubuhnya sudah mentok menyentuh ujung permukaan ranjang dan pemuda itu pun malah tertawa.


Rembulan yang merasakan gerakan pun secara perlahan ikut terbangun dan yang ia lihat pertama kali adalah wajah sang kakak yang ketakutan.


Dia pun ikut melihat kearah mana sang kakak lihat dan terlihatlah seorang pemuda yang tertawa saat melihat sang kakak.


Pemuda itu pun mendekat kearah mereka yang secara tak sadar sedang berpelukan satu sama lain.


Pemuda itu menjauhkan sedikit tubuh keduanya dan mencoba berada ditengah tengah dan memeluk Ulfah dan Rembulan yang memberontak melepaskan diri dari pelukan sang pemuda.

__ADS_1


__ADS_2