Identitas Tersembunyi Menantu

Identitas Tersembunyi Menantu
bab 51


__ADS_3

seketika suasana dikamar itu pun canggung dan hening tanpa ada obrolan atau pun percakapan dan draka pun mendekati keduanya yang sudah gugup dan menutup kedua mata mereka seolah sudah pasrah akan apa yang terjadi.


draka yang melihat hal itu tersenyum dan langsung mencium kening dan kedua pipi mereka secara bergantian hingga berakhir dibibir keduanya. ia pun mencium kedua bibir manis tersebut dengan lembut.


"kalian tidurlah sekarang kalau sudah ngantuk.saya tau istri yang manis manis ini masih belum siap".ucap draka


"makasih mas sudah mau mengerti kami".ucap Ulfah


"maaf mas apa bisa buat nama panggilan tersendiri saat kami manggil mas begitu sebaliknya agar lebih beda dari yang lain".ucap Rembulan


"ide yang bagus tuh kalian mau panggil aku apa nih".ucap draka


"bagaimana kalau Ulfah panggil mas dengan sebutan suamiku apakah boleh".ucap Ulfah


"ehmm. kak aku ikut kakak saja karena rembulan gak ada ide lain nih boleh".ucap Rembulan


"tentu boleh dong kan suami kita sama".ucap Ulfah yang mendapatkan anggukan dari Rembulan


"baiklah boleh juga tapi apa mas juga harus bikin panggilan untuk kalian nih".ucap draka


"boleh juga kalau suamiku ini pengin ngasih nama panggilan lain pada kami".ucap Ulfah


"Rembulan ikut suamiku dan mbak Ulfah aja".ucap rembulan


"bagaimana kalau untuk Rembulan mas panggil dengan sebutan malaikatku untuk Rembulan sedangkan untuk Ulfah bagaimana dengan sebutan bidadariku. bagaimana menurut kalian".ucap Draka


"baikalah boleh juga ide suamiku ini ya sudah yuk tidur ".ucap Rembulan

__ADS_1


"ayuk suamiku kita semua tidur".ucap Ulfah


Draka tetap diam walau pun diajak dan dibujuk oleh kedua istrinya hingga akhirnya ia akan menyerah.


"draka gak mau tidur sebelum mendapatkan kecupan lebih dulu". ucap Draka merengek seperti anak kecil


"ayo suamiku tidur yuk masa mau begadang sendirian kan sepi nanti dan dingin jadinya disisiku".ucap Ulfah dengan wajah memerah


"gak mau karena belum ngantuk".ucap draka masih tetap diam ditempat


cup.cup.cup.cup.cup.cup. *suara kecupan dari kedua istrinya dikening dan pipi*


"sudah ayo tidur sekarang kan katanya besok mau ngurus kantor tadi".ucap Ulfah dengan lembut


"ehmmm".ucap draka sambil.menganggukkan kepalanya


mereka bertiga pun tertidur pulas dengan posisi Draka ditengah dipeluk sama Istrinya. saat pagi tiba Draka sudah terbangun sendirian dan ia melihat jam pun langsung bergegas mandi serta bersiap siap untuk pergi kekantor.


"malaikatku dan bidadariku kalian sedang masak apa".ucap draka


"masak tumis kangkung sama semor jengkol aja suamiku kesukaan rembulan serta nasi goreng kesukaan mas kalau untuk sarapan".ucap Ulfah


"begitu jadi Malaikatku ini sangat suka sekali jengkol rupanya".ucap draka


"enak loh suamiku kamu harus coba yah apalagi ini masakan kak ulfah dan rembulan loh".ucap rembulan


"maaf malaikatku aku tak bisa makan jengkol ".ucap Draka

__ADS_1


"kok gitu suamiku emang kenapa saat kamu makan jengkol apa yang terjadi".ucap Ulfah


"gak tau juga kalau saat aku makan jengkol pasti langsung mual walau pun sedikit sekali tetap saja aku nya muntah".ucap draka


"begitu rupanya gak jadi deh aku makannya kalau suamiku gak suka".ucap Rembulan dengan wajah sedih


"udah kamu makan saja sepuasnya aku tak mempermasalahkan kok kalau kamu suka hanya saja aku nya aja yang tak bisa memakannya".ucap draka


"iya dek makan aja nanti kakak bantu menghabiskan nya nanti kalau kamu kewalahan".ucap Ulfah


mereka pun dengan lahap memakan makanan tersebut sambil mengobrol ringan hingga akhirnya selesai. draka pun ikut membantu mencuci piring dan alat masak yang sudah dipakai saat memasak tadi.


setelah selesai bersih bersih. draka pun diantar kedepan pintu dan kedua istrinya pun menyalami dan mengecup punggung tangan miliknya.


"nanti kalau ada apa apa hubungi suamimu ini yah".ucap draka


"iya suamiku kami bakal menghubungi kamu kok kalau terjadi masalah yang tak bisa kami tangani sendiri".ucap ulfah


"iya suamiku serta kapan pelayan untuk bantu bantu datang kemari kata kamu sudah dicari".ucapa Rembulan


"mungkin nanti siang baru datangnya nanti coba aku tanya Narazu deh apakah memang sudah ada pelayannya".ucap draka


"ya udah suamiku sana kerja yang semangat yah dan hati hati jalannya".ucap ulfah sambil sedikit mendorong draka


draka pun masuk mobil dan langsung menuju kekantor. sepanjang perjalanan draka tidak ada wajah senyum seperti saat bersama istri dan keluarganya yang ada hanya lah seorang pria tampan dengan wajah dingin dan berkharisma.


sesampai dikantor draka pun langsung masuk tanpa ada senyum saat disapa sama para karyawannya ia hanya menganggukkan kepalanya sebagai balasan dari senyum dan sapaan dari mereka.

__ADS_1


saat sudah masuk kedalam ruang kerjanya Draka pun langsung menelpon Narazu untuk masuk keruangan nya sambil menunggu ia pun meminta OB disana untuk membuatkan kopi untuknya.


tak selang lama Narazu pun masuk setelah mengetuk pintu sebelumnya. draka pun mempersilahkan narazu duduk Narazu hingga ditengah obrolan kopi yang dipesan draka pun datang dan keduanya pun kembali mengobrol serius setelah pergi OB tersebut.


__ADS_2