
Selama pertarungan dua sosok itu pun berhasil memojokkan kedua puluh musuh yang mereka hadapi dengan mudah.
Saat keduanya mulai agak bosan muncul seseorang dengan tubuh penuh berlumuran darah mulai dari kepala hingga kaki dan sosok itu hanya menggunakan celana pendek selutut.
Kedua sosok itu pun menjadi waspada saat melihat musuh baru yang muncul sebab mereka mengetahui ilmu apa yang digunakan oleh sosok tersebut.
Kedua sosok itu pun kurang begitu yakin untuk bisa mengalahkan sosok tersebut sebab mereka harus bisa membunuh musuh tersebut tanpa mengeluarkan darah sedikit pun.
Baik dari darah diri sendiri maupun musuh itu sendiri dan yang pernah menghadapi musuh yang merepotkan seperti ini hanya lah para pemimpin besar kelompok.
"tak kusangka kita bakal menghadapi orang yang memiliki ilmu the kill blood ".ucap sosok putih
"benar apakah kamu masih sanggup untuk bertarung joker".ucap sosok merah
"mungkin masih akan tetapi apakah kita memiliki persentasi untuk menang dalam melawan dia As".ucap joker sambil menunjuk kearah musuh
"mungkin hanya 30 % untuk kita bisa mengalahkannya serta itu dihitung tanpa mempedulikan luka yang mungkin dialami oleh kita".ucap As
"huh mau gimana lagi kita hanya bisa mencoba".ucap joker yang mulai bersiap untuk menyerang
akan tetapi tepat saat joker bersiap untuk melesat kearah musuh sebuah tangan sudah terulur dan membolongkan tubuh musuh tepat pada jantung.
Pp
"pelajaran tambahan saat menghadapi musuh yang memiliki ilmu seperti ini kalian harus menyerang dan menghancurkan jantung musuh hingga berkeping keping tanpa tersisa".ucap sosok biru gelap
"siap. Dan tak kusangka boss bakal menyuruh pemimpin bayangan untuk datang mengawasi".ucap joker
"hahaha kau sama sekali tak berubah joker.baiklah sudah saatnya aku kembali".ucap sosok tersebut
Setelah berucap sebentar sosok itu pun tertutupi kabut hitam dan menghilang dan joker serta As pun ikut pergi dari sana.
......................
Ditempat draka sekarang ia terlihat sangat amat bahagia sebab baru saja mendapat kabar bahagia dari sang istri yang hamil.
__ADS_1
Saking bahagia Draka ia yang selalu memasang wajah datar pun langsung tersenyum lebar.
Para bawahan draka yang bersembunyi dalam kegelapan pun ketakutan sebab selam ini saat boss mereka tersenyum pasti ada yang bakal mati dan bermandian darah.
Tak berapa lama saat kedua istrinya sedang menuju mobil untuk mengambil sesuatu tiba tiba saat ada yang mendekap mereka dari belakang dan menyeret keduanya kesebuah gerbang aneh dan menghilang.
Draka yang mendapat firasat buruk pun langsung bergegas mencari keberadaan istrinya yang menghilang.
Tepat setelah selesai acara Draka pun langsung memakai pakaian perang lamanya lengkap dengan berbagai senjata.
Para saudaranya pun mencoba mencegah Sang kakak untuk bertindak gegabah dalam mengambil keputusan.
Akan tetapi saran itu tak digubris oleh draka yang sudah masuk mode mengamuk.
Saat sikembar mendapat info kakak ipar nya menghilang dan sang kakak mengamuk keduanya pun mencoba menahan sang kakak.
Tetapi keduanya datang terlambat sebab pada saat mereka telah tiba disana hanyalah terdapat para saudara angkatnya yang tak bisa menggerakkan tubuhnya.
Semua saudara draka hanya bisa melihat dan berbicara tanpa dapat menghentikan kepergian sang kakak.
"maaf tidak ada waktu bagi kami untuk mengejar kakak besar".ucap Rapael
"kenapa kak kenapa".ucap veldora dengan wajah tertekan
"sebab kak draka sudah memasuki mode mengamuknya yang bisa kita lakukan hanyalah melihat dan bersiap kalau diperlukan nantinya".ucap Rapaela sebelum Rapael sempat menjawab
"baiklah kalau memang itu yang bisa kita lakukan".ucap soui
"Rapael coba kamu cek tempat senjata keramat milik kakak apakah masih ada biar diriku yang mengobati mereka".ucap rapaela
"beres kak dan kakak juga jangan terlalu memaksakan diri, kita tidak sekuat dulu lagi".ucap rapael
......................
Setelah berbagi tugas sikembar pun langsung bergerak tanpa sadar bahwa kondisi fisik mereka telah kembali sempurna nyaris kembali berkembang.
__ADS_1
setelah mendapat tugas Rapael pun langsung bergegas pergi menuju sebuah tempat penyimpanan rahasia yang hanya diketahui oleh sikembar dan draka.
Sesampai disana Rapael pun tidak ingin membuang banyak waktu lagi seperti perjalannan menuju ketempat sekarang ia berdiri.
Dia pun masuk kedalam dan terlihat dua buah senjata terikat rantai aneh disebuah dinding batu dengan memiliki simbol atau pun pola kuno yang aneh.
Rapael yang melihat hanya dua senjata saja yang terdapat disana pun membuat hatinya bergemuruh karena cemas.
Sebab kalau senjata milik mereka bertiga telah tercabut dari rantai tersebut , bisa dipastikan bahwa senjata itu bakal mandi darah pekat dan nyawa yang tak terbilang sedikit.
Terutama senjata milik sang kakak yaitu sebuah pedang khusus yang entah bagaimana cara bisa berubah menjadi berbagai bentuk senjata.
Sedangkan senjata miliknya hanya bisa memiliki dua mode perubahan yang pertama adalah sebuah pisau sedangkan yang kedua adalah pedang lengkung yang pas mengelilingi tubuhnya.
Senjata milik Rapaela pun juga begitu hanya bisa memiliki dua mode yang pertama adalah sebuah tombak sedangkan yang kedua adalah sebuah panah berwarna emas kegelapan yang menjadi senjata utama miliknya.
Setelah secara perlahan menenangkan diri Rapael langsung melesat kearah tempat para saudaranya berada.
Sesampai disana ia melihat tempat sudah terombak ambik tak karuan dan kondisi Rapaela yang mengeluarkan pupil mata emas kehijuan serta sedikit berwarna ungu gelap.
Ditangan sang kakak pun terdapat sebuah kepala tanpa badan yang terlihat menunjukkan eksperisi ketakutan.
Rapaela yang melihat sang adik pun langsung sadar dari kondisi mengamuknya akibat emosi yang terlalu tinggi hingga lepas kontrol pada tubuhnya.
"Rapael kak telah menyembuhkan fisik kita malah ikut meningkat juga".ucap Rapaela dengan nada seolah tak percaya
"itu berita bagus bagi kita akan tetapi kabar buruknya adalah pedang keramat milik kakak tidak ada ditempatnya".ucap Rapael
"yah mau bagaimana lagi yang bisa kita lakukan hanyalah menunggu untuk membereskan kekacauan yang ada nantinya".ucap rapaela
"benar dan semoga saja kedua kakak ipar dan kakak selamat tanpa mengalami luka sedikit pun ".ucap Rapael
"betul baik luka fisik atau pun luka mental dab sebagainya".ucap Rapaela
Setelah membahas sebentar tentang apa yang terjadi keduanya pun langsung bergegas ketempat keluarganya berada.
__ADS_1