
disaat diperjalanan tanpa sengaja
Draka mendengar curhatan isi hari Andini.
"Narazu apakah nantinya keluargamu bisa menerima diriku ini yah".ucap Andini dengan lesuh
"kamu tenang saja mereka semua orang baik kok serta gak usah kamu pikirkan tentang apa yang terjadi tadi yah.aku tidak mau melihatmu sedih".ucap Narazu
"tapi meskipun mereka menerimaku apakah keluargaku bisa diterima oleh keluargamu itu kan yang saya dengar bahwa orang kaya itu suka mempermainkan rakyat kecil".ucap Andini yang merasa takut keluarganya tidak diterima
"kamu tenang saja aku bakal berada disisimu selalu jadi jangan takut dan cemas serta apakah kau ingat yang diucapkan oleh Draka tadi dia sudah menganggap kamu sebagai Calon anggota keluarganya".ucap Narazu menghibur
"yah walaupun aku sudah diterima tapi tetap saja bakal terjadi masalah apakah kau lupa tadi dia meremukkan pergelangan tangan bibiku dan yang mungkin sudah kamu ketahui bahwa keluarganya itu adalah salah satu mafia yang ditakuti didaerah situ Narazu jadi aku khawatir kalau nantinya ia malah terluka karena diriku".ucap Andini
"kalau soal itu kamu tenang saja karena keluarga bibimu itu kelompok mafia kecil bagi dirinya atau mungkin saja mereka hanya dianggap sebagai anak kecil saja oleh dia".ucap Narazu
Tak berselang lama mobil mereka pun sampai di depan sebuah rumah yang dikelilingi sekitar 4 jenis hewan buas dan sesuai apa yang diperintahkan Draka Narazu pun mencoba membangunkannya.
"hei bangun cepat ini sudah sampai sesuai apa yang kau mau.cepat bangun".ucap Narazu sambil menggoyang goyangkan Draka
"Narazu aku takut cepat bangunin saudaramu dong nanti kalau terlambat bisa bisa kita jadi makanan mereka ".ucap Andini dengan wajah ketakutan
__ADS_1
"iya ini lagi coba bangunin ni orang juga tidurnya nyenyak sekali serta sepertinya sangat sulit membangunkannya".ucap Narazu yang merasa bahwa sahabatnya itu memang sangat pemilih saat ada yang membangunkannya
akan tetapi saat mereka masih mencoba membangunkan Draka para bawahan arga pun mendekat serta seperti mencoba mencari tahu siapa yang ada didalam mobil. karena hal itu juga Andini pun berteriak keras sampai terdengar kedalam rumah. tak berselang lama pintu mobil bisa dibuka dan harimau itu pun melihat bahwa sang tuan tak sadarkan diri harimau itu pun langsung meraung dengan marah akan tetapi saat harimau tersebut pengin menyerang terdengarlah terikan yang menghentikan harimau tersebut.
"berhentiiiii.serta cepat kembali aku pengin lihat siapa yang ada didalam jadi kamu kembali saja yah ketempat semula".ucap Rembulan yang tanpa sengaja melihat bawahan dari Arga sedang mencoba menyerang seseorang
"eh kamu Narazu cepat bawa masuk saja mobilnya".ucap Rembulan yang melihat bahwa Narazu yang berada didalam mobil
Setelah melihat bahwa para hewan tersebut sudah memberi jalan ia pun memajukan mobilnya serta Gerbang pun terbuka otomatis. mereka pun keluar dati mobil serta Narazu pun memberi tahukan bahwa Draka sedang berada dalam mobil dan tidur dengan nyenyak.
"tapi kak kalau bahu saja aku pun juga bersedia memberikannya pelukan hangat untuk dirinya menenangkan diri".ucap Narazu
"hei sejak kapan kamu panggil aku kakak".ucap Rembulan
"yah sejak pulang dari kantor tadi kan Draka bilang aku bisa menganggap ibu draka menjadi ibuku dan kalau saya merasa kurang enak bisa anggap saja ibunya itu tanteku jadi otomatis kamu itu kakak ipar dari sepupuku".ucap Narazu
"iya iya kamu boleh panggil diriku kakak tapi kau juga harus ingat kau belum sah jadi suami dari wanitamu ini yah dan sebagai kakak ipar mu sekarang cepat kamu tenangin tuh dan awas saja coba coba ngambil kesempatan dalam kesempitan".ucap Rembulan sambil menjewer telinga Narazu
__ADS_1
"iya iya kakakku yang cantik aku masuk sekarang nih".ucap Narazu sambil berjalan pergi bersama Andini
"Kak ulfah cepat kemari bantu Rembulan nih bangunin mas Draka yang molor". ucap Rembulan dengan berteriak
"apan sih teriak teriak Rembulan kecilku aku tadi juga dekat sini kok".ucap ulfah yang merasa kesal karena kelakuan sang adik sekaligus calon istri draka juga
"ini kak bantuin aku bangunin Draka nih serta aku bingung dianya pengin makan siang bareng malah tertidur".ucap Rembulan
"gini saja sekali kali kita jewer aja tu telinganya sekali kali. bagaimana setuju".ucap Ulfah yang mulai jahil
"ok. aku setuju".ucap Rembulan dengan semangat
Mereka pun masuk dan menjewer telinga draka hingga Draka terbangun dan terlihat bahwa kedua bidadarinya sedaang menjewer telinganya. ia pun pura pura kesakitan hingga membuat keduanya tertawa.
"ampun Ratu ratu mohon beri hamba pengampunan serta belas kasihannya "ucap Draka memelas
"bagaimana Ratu ulfah apakah bisa kita beri pengampunan untuk bawahan kita yang satu ini".tanya Rembulan pada ulfah
"hemm.sepertinya bisa kita beri ampunan karena kesalahannya juga tidak besar ya sudah hukumanmu kami ganti menjadi kamu harus menemani kami makan".ucap ulfah yang mendapat anggukan dari Rembulan
__ADS_1
Mereka pun masuk bersama kedalam rumah.