
sesudah memanggil nomor sahabatnya wanita itu pun menghubungi nomor pribadi dari ratu kerajaan yang ternyata kedua suami mereka sedang bermusuhan entah sebab oleh apa.
panggilan telepon pun tersambung dan kedua wanita itu pun mengobrol panjang lebar layaknya sedang menggosip dan yang dibahas oleh keduanya ternyata tentang draka menantu mereka.
sedang draka yang sedang mengemudi pun seketika saja bersin sambilu menggosokkan hidungnya yang tiba tiba saja terasa gatal tanpa sebab pasti.
ia pun hanya menganggap bahwa hal tersebut terjadi karena dirinya yang kurang fit entah disebabkan oleh apa sampai membuat ia berpikir seperti itu .
akan tetapi seiring perjalanan draka kembali ia malah semakin sering bersin hingga membuat dirinya mengambil kesimpulan bahwa seseorang sedang membicarakan dirinya.
dia pun hanya bisa memikirkan satu oramg yang berani membicarakan dirinya karena draka seluruh musuh draka yang membicarakannya bakal mati seketika saja kalau mengobrolkan tentang perbuatan baik maupun buruk dari dirinya.
sedangkan bagi orang terdekatnya kalau berani membicarakan dirinya malah merasakan kegelian selama yang dibicarakan tidak mengancam dirinya dan orang terdekatnya.
sesampai ia kembali dari kerajaan draka pun langsung masuk kedalam villa milik jack untuk beristirahat terlebih dahulu.
tak terasa draka pun tertidur selama satu hari karena disebabkan oleh kekuatannya yang tiba tiba saja menurun secara signifikan.
disaat ia terbangun ternyata hari sudah malam dan jack pun berniat untuk mengajak tuannya agar makan malam bersama.
jack yang didepan pintu kamar draka sambil berniat untuk mengetuk pun seketika saja tak jadi sebab tuannya sudah bangun dan membuka pintu kamar tersebut disaat tangannya sudah didepan pintu.
keduanya pun langsung saja makan bersama dengan para orang orangnya yang berada dibawah kekuasaan jack.
malam itu pun dihabiskan semua orang dengan berpesta kecil kecilan sambil menunggu waktu yang tepat untuk bergerak dalam menjalankan rencana miliknya akan tetapi disebabkan zona waktu yang berbeda ia pun hanya bisa memperkirakan berbagai kemungkinan yang ada.
tak terasa draka pun kembali menuju bandara dan langsung menuju pulang yaitu negara inggrlasia.
......................
__ADS_1
ditempat istrinya berada keduanya sedang bersiap untuk pergi berbelanja bahan makanan untuk stok sekaligus membeli bahan masakan yang memang tidak ada didalam mansion sikembar.
keduanya pun pergi hanya dikawal oleh anggota milik sikembar walaupun kedua kakak beradik tersebut terasa berat untuk melepaskan kakak ipar mereka.
entah kenapa keduanya merasakan sebuah firasat buruk bakal menimpa kakak iparnya maupun kakak besar mereka.
keduanya pun langsung menghubungi seluruh saudara dan saudari mereka untuk berkumpul dalam mencari tahu apa yang bakal terjadi pada kakak besar mereka.
seluruh orang pun langsung panik tak tertolong hingga membuat semuanya bergerak menuju mansion milik sikembar dengan hanya menggunakan pakaian seada mereka.
entah kenapa waktu dalam berkumpul seluruh saudara semua nya malah datang terlambat dengan berbagai alasan yang seperti mengisyaratkan bahwa kalian tak bakal bisa menolong dia lagi.
dan benar saja atas kekhawatiran dari sikembar menjadi kenyataan karena tak berapa lama setelah ia memerintahkan berkumpul.
telepon milik rapael berbunyi dan nomor yang menghubunginya pun ternyata adalah bawahan miliknya yang menemani kakak ipar mereka.
dalam suara telepon itu pun terdengar dengan nada serak seperti hampir kehabisan nafas.
ternyata kelompok orang tersebut memiliki perbedaan regu akan tetapi memiliki tujuan yang sama yaitu membawa keduanya kehadapan raja mereka.
keduanya pun dibawa oleh kelompok tersebut menuju kesebuah tempat yang hanya terdapat tanah kosong karena disebabkan oleh peperangan yang masih belum diketahui oleh rakyat tempat tersebut.
keduanya pun dibawa kesebuah rumah kecil akan tetapi lebih bisa dibilang sebagai gazebo.
di gazebo tersebut terlihat seorang pria paruh baya berusia sekitar 46 tahun dan 45 tahun yang sedang mengobrol sesuatu.
akan tetapi kalau lebih diperhatikan keduanya malah lebih terlihat sebagai obrolan permusuhan yang terpancar dikedua mata masing masing.
kedua istri draka pun ketakutan saat melihat keduanya karena merasakan suatu firasat buruk dan baik secara bersamaan.
__ADS_1
benar saja tak berapa lama keduanya menatap kedua orang tersebut muncul sebuah pesawat tempur mendarat didekat tempat mereka.
"hahahah ternyata benar ia memang lemah disaat kita sudah mendapatkan kelemahannya".ucap pria paruh baya yang berusia 46 tahun
"benar sekarang kita tak perlu lagi memikirkan bahaya yang bakal menimpa rencana kita masing masing".ucap pria paruhbaya yang berusia 45 tahun
saat keduanya sedang merasa senang terdengar sebuah teriakan yang memanggil mereka berdua atau lebih tepatnya dipanggil secara kasar tanpa langsung oleh orang yang lebih muda dari mereka.
"hai kakek tua sekarang serahkan istruku agar diriku tidak bersikap kasar kepadamu".ucap draka
"hahahah. apa kau pikir saat dirimu kemari kami tak melakukan persiapan. seluruhnya bersiap".ucap pria 46 tahun
"kalian semua cepat bersiap untuk menembak kearah dia".ucap pria 46 sambil menunjuk kearah draka
setelah mendapat perintah seluruh pasukan tiba tiba saja muncul entah dari mana dan langsung mengarahkan moncong senjata mereka kearah draka yang sedang berdiri sambil tersenyum.
draka tak merasa sedikit pun ketakutan atau pun kecemasan dalam menghadapi sebuah kematian yang sudah menantinya.
"seluruh divisi tembak".ucap pimpinan pasukan
dor.dor.dor.dor.dor.dor
suara tembakan pun terus berlangsung layaknya sebuah hujan tapi sekarang seluruh peluru mengarah kepada satu orang yaitu draka.
draka yang ditembaki pun hanya meliuk liukkan tubuhnya tanpa ada peluru yang berhasil menyentuhnya.
"apakah hanya ini kemampuan dari pasukanmu tua bangka dasar payah".ucap draka
kedua pria paruh baya itu pun terpancing dan benar saja keduanya langsung memerintahkan bawahannya untuk mengeluarkan sebuah bazooka agar menghancurkan draka.
__ADS_1
kedua istri draka yang melihat suaminya dihujani peluru pun tanpa henti menangis mengeluarkan air mata mereka.
bawahan raja pun langsung mengarahkan bazooka menuju draka yang masih bisa berdiri sambil tetap mempertahankan wajah senyum khasnya.