
"kak untuk ibu bagaimana keadaan beliau kak". ucap Aulia
"kamu tenang saja nanti kakak bakal melihat keadaan ibu seperti apa jadi kalau keadaan beliau masih bisa disembuhkan itu ibu bakal kakak tempatkan disini untuk sementara waktu karena kakak bakal menghadapi masalah besar jadi tidak bisa menolong kalian kalau saat dalam bahaya besar yang bisa menimpa kalian nanti". ucap Draka
"baiklah kak kalau kakak sudah punya rencana tapi kak aku juga ingin ikut bentrok karena aku juga sangat marah setelah mengetahui fakta yang terjadi pada keluarga kita kak." ucap Aulia
"udah kamu jadi gadis biasa aja gak usah ikut yang berhubungan pembunuhan dan berdarah jadi kamu fokus belajar dan bantu kakak dalam mengembangkan bisnis kakak serta melindungi ibu saja. oke adik kecil". ucap draka sambil mencubit pelan hidung adiknya itu
"oke.kakak jadi kapan kakak datang menjemput ibu kak serta kapan kakak kenalin aku sama kakak kakakku yang lain serta kakak iparku kak. " ucap Aulia
"kamu ini yah masih kecil sudah paham tentang iti yah.ehmm kalau untuk ingin bertemu mereka semua nanti saja setelah semua sudah selesai tapi kalau soal pengin bicara saja kamu bisa meminta kepada kedua kakakmu yang ada disini untuk memberimu kontak para kakak kakak angkatmu yang lain.oke " ucap Draka
setelah mendapat anggukan kepala sang adik ia pun pamitan sama adiknya itu dan kembali bertemu sama sikembar dan memberitahu rencananya sekaligus memberi mereka untuk mencari tempat tersembuyi untuk menanam obat obatan yang langka agar kita bisa banyak meneliti serta pembuatan pil yang mujarab.
Setelah berpamitan Draka pun langsung menuju rumah sakit kejiwaan yang diberitahu oleh orang mesterius tersebut.
__ADS_1
tak berapa lama ia pun sampai serta ia pun masuk dan bertanya pada penjaga disana tentang ibunya itu. setelah mendapatkan info tentang ibunya iya pun langsung pergi menuju tempat tersebut.
ia pun langsung seketika tanpa sadar menangis dan berlutut didepan seorang wanita yang tubuh wanita tersebut sangat kotor dan kurus serta wanita tersebut hanya memiliki eksperisi muka sedih dan linglung secara bersamaan.
Draka pun dengan kuat mencoba untuk tegar dan bertahan untuk bisa mendekat dan memeriksa keadaan ibunya tersebut.
ia pun langsung mencoba mengambil tangan beliau untuk mengecek denyut nadinya akan tetapi hal itu tidak berjalan mulus karena sang ibu yang selalu berlari menjauh karena ketakutan.
draka yang melihat hal itu ia pun mau tak mau mencoba mencari bantuan dari para penjaga yang ada disini sampai akhirnya ia menemukan seorang perempuan tua yang bisa mendekat dan menenangkan ibunya itu. ia pun lantas langsung menceritakan serta meminta bantuan dari nenek tersebut untuk memberikan obat tidur kepada ibunya agar ia bisa mengecek kondisi ibunya tersebut.
setelah menerima bantuan dari sang nenek tersebut ia pun lantas langsung saja mengecek kondisi sang ibu dan matanya pun langsung berbinar karena mengetahui bang ibunya itu masih sembuh. setelah mengetahui hal itu ia pun langsung mengurus kepulangan untuk sang ibu karena ia bakal mengobati ibunya itu sendiri.
setelah melakukan itu ia pun langsung saja membawa masuk dan langsung melakukan sebuah tutukan untuk menahan sang ibu agar tidak membahayakan Rembulan nanti saat merawatnya.
"Rembulan aku mungkin nanti selama seminggu nanti bakal pergi kesuatu tempat untuk mengambil sebuah tanaman obat yang menjadi salah satu campuran penting dari pil yang bakal kubuat ini jadi tolong serta mohon untuk merawat serta menyayangi beliau dengan baik." ucap draka
"mas kamu tenang saja aku dari kecil sudah tidak anggap oleh ayahku serta saat ibuku ada pun aku belum sempat berbakti pada beliau jadi ibumu juga ibuku juga jadi kamu bisa tenang dalam urusan ibu.oke" ucap Rembulan sambil tersenyum ceria
__ADS_1
"baiklah. mungkin besok aku bakal langsung bergerak agar aku tidak membuang waktu nanti. jadi kamu kalau ada yang lain bilang saja sama mereka hal ini akan tetapi kalau ada orang yang tak dikenal oleh kamu untuk bertemu diriku maupun ibu kamu coba hubungi salah satu adik angkat kita untuk mencoba memeriksa dan mengetahui siapa dirinya". ucap Draka
langtas setelah mengatakan itu draka pun melihat Rembulan mengangguk, ia pun langsung mengajak rembulan makan serta tak lupa pula ia membawakan makanan untuk sang ibu yang ada dirumah tersebut.
setelah sampai rumah Rembulan pun langsung meyambar dan mwngambil bungkus makanan itu dan langsung masuk kedalam kamar ibunya itu.
Draka yang melihat hal itu pun tersenyum langsung masuk kamar dan mengurua urusan bisnis yang dipegang oleh Narazu tersebut.
"Narazu bagaimana perkembangan perpindahan dan pembuatan kantor pusat bisnis kita dikota yang sudah kita tetapkan itu." ucap Draka
"tuan untuk pembangunan sudah hampir 60% selesai tuan tapi hanya saja masalahnya sekarang terdapat pada karyawan kita tuan karena para karyawan kita mayoritasnya orang kota sini jadi mereka memiliki keluarga jadi itulah yang sekarang jadi pemikiran dan pertimbangan tuan.
"baiklah aku juga bakal bantu pikirkan solusi yang bagus nanti." ucap Draka
__ADS_1
...****************...