Identitas Tersembunyi Menantu

Identitas Tersembunyi Menantu
bab 20


__ADS_3

tak berapa lama setelah bercanda gurau mereka pun langsung menuju meja makan dan makan bersama dan disitu juga Draka pun mulai memberitauhukan rencananya yang bakal menikahi kedua calon istrinya tersebut setelah menyelesaikan masalah yang sedang dihadapinya.


setelah selesai makan bersama mereka pun pergi ada yang beraktivitas kembali maupun beristirahat. tak selang lama pun mereka semua pun kembali kekamar masing masing setelah melakukan aktivitas.


Dikamar Draka terjadilah kecanggungan diantara mereka bertiga karena tidak pernah tidur bertiga dengan sadar akhirnya karena Hal itu Draka pun mengalah dan memilih tidur disofa untuk sementara agar paling tidak bisa menghilangkan kecanggunan tersebut nantinya saat sudah menikah.


Tak terasa tiga hari pun telah berlalu Draka pun selama hqri tersebut ia selalu menemani kedua calon istrinya tersebut dan sekarang ia pun sedang berpelukan sama keduanya setelah pamit kesemua yang ada disana serta berpesan pada sikembar untuk menunggu perintah dalam bergerak.


Draka pun kembali kekota sendirian ia pun langsung saja menuju perusahaannya sesampai disana ia sudah disambut oleh Narazu yang ingin menyampaikan laporan bisnisnya.ia pun langsung menuju keruangannya.


"Narazu bagaimana perkembangan bisnis kita sekarang ini". ucap Draka


"lapor tuan untuk pelelangan sudah sesuai apa yang tuan sampaikan dan juga tuan sekarang kalau kita pengin mengambil bisnis dari musuh kita sepertinya hampir tidak bisa sekarang karena kita bakal kekurangan orang yang bisa dipercaya serta mampu dalam mengemban bisnis bisnis yabg berada dibawah kendali musuh tersebut". ucap Narazu


"baiklah.karena tujuanku sekarang lah menuju puncak bisnis karena kalau beradu kekuatan kita sudah menang jauh dari ketiga keluarga besar itu jadi aku sekarang pengin bermain dengan divisi perang Hanka karena mereka sudah berani mengkhianati diriku serta sudah berapa kali mereka mengirim pembunuh bayaran untuk melenyapkan ku." ucap draka sambil mulai tersenyum penuh arti


"tuan apakah pergerakan pasukan bakal langsung dimenyelesaikan malam hari ini juga karena sepertinya menurut diriku kalau kita hanya menyerang satu bagian saja itu masih berbahaya untuk kita tuan". ucap Narazu


"kamu tenang saja saya tau dibalik ketiga keluarga kau pasti mengkhawatirkan pendukung dibalik keluarga tempest adalah divisi perang star bukan aku bakal memberi tahumu bahwa divisi perang tersebut adalah milikku dulu saat kami masih dimedan perang kami membangun pasukan sampai akhirnya kami berhasil membangun pasukan besar dan dalam perjalanan menuju kesana kami bakal menyerang inti dari divisi perang dari tiap negara sampai akhirnya para negara tersebut mengaku damai dan kami pun sepakat untuk membangun divisi perang star tersebut. saya juga tahu siapa yang berada didivisi milikku itu yang menjadi pendukung keluarga tersebut." ucap Draka


"kalau seperti itu ini bakal seru sepertinya apakah aku boleh ikut tuan aku juga sudah lama tak bergerak nih kalau tuan tau setelah dilatih sama tuan aku udah sangat lama tak menggerakkan tubuh terakhir kali mungkin saat aku mulai jatuh cinta sama perempuan akan yah mungkin kerena nasibku buruk jadi sifat wanita tersebut terlihat oleh diriku jadi akhirnya yah habis dua pasangan itu serta itupun juga gak sampe sepersepuluh dalam hal tenaga". ucap Narazu


"Kamu cari orang baik perempuan maupun pria latih mereka bisnis serta beladiri karena saat kita mengambil alih aku gak langsung mengumumkan kepublik dengan cepat dan sedangkan orang yang kamu latih bisa jadi latih tanding dengan dirimu atau kalau perlu kau bisa latih tanding sama salah satu anggota pasukan baik pemimpin maupun hanya ketua disana kita harus melatih yang berada dibidang bisnis ini dengan baik dan benar aku tidak mau hanya karena uang kita memihak pada orang yang memang bersalah akan tetapi malah dibenarkan kelakuannya". ucap Draka


"baik tuan untuk sekarang aku permisi dulu ". ucap Narazu setelah mendapatkan anggukan dati Draka


Diruangan tersebut draka pun keluar dari ruangannya serta menuju keatap untuk melihat pemandangan kota.


"mungkin sudah saatnya keadilan dinegara ini muncul untuk mengimbangi sifat keserakahan manusia". gumam Draka dengan wajah dingin tanpa eksperisi yang kembli muncul setelah ia tidak bersama kedua calon istri serta keluarganya.

__ADS_1


setelah bergumam Draka pun mengingat siapa siapa yang menjadi pendukung oleh keluarga besar tersebut.


"hemm. untuk keluarga tempest itu sudah yang termudah untuk dihadapi jadi sepertinya hanya tersisa menghadapi pendukung kecil pertama divisi perang hanka untuk keluarga agour yang sudah membuang ibuku serta keluarga ingra yang hanya numpang ketenaran dari ayahku dan sekarang pendukung keluarga tersebut hanya geng kelompok bawah tanah jadi sekarang hanya tersisa satu pendukung". gumam Draka sambil tersenyum iblis


setelah puas diatap ia pun turun dan menuju mobilnya dan akhirnya menuju markas pasukannya , sesampai disana ia pun disambut oleh pasukannya setelah Draka mengangguk pasukan tersebut pun kembali keaktivitasnya masing masing sedangkan draka masuk kedalam dan bertemu Veldora yang sudah mendekat untuk menyambut kedatangan dirinya.


"dimana ken kirim dirinya kemedan perang untuk membantuku nanti dan soal nanti malam kalian coba diskusikan dengan Red apa semua pasukan kesana atau hanya sebagian dari para yang datang kesana kalian tentu dan aku bakal membawa hadiah untuk situa bangka itu karena sudah berani mengrim orang untuk memata matai diriku"m ucap Draka


"baik lord dan untuk ken sudah saya kirim kemedan jadi lord hanya perlu datang kesana serta untuk musuh yang dimedan tersebut sebenarnya sudah ditaklukan oleh pasukan kita jadi lord hanya membersihkan sampah pasukan kita saja kesana nanti jadi lord bisa lebih cepat untuk bisa kembali". ucap Veldora


"baiklah kalau seperti itu jadi aku bisa pergi langsung kesana setelah mengurus disini. ayo sekarang kita bahas apa yang bakal kita lakukan". ucap Draka


tak berapa lama Draka pun disambut oleh para saudaranya yang lain dan mereka pun membahas berbagi hal sampai akhirnya draka pun pergi dari sana dan langsung menuju kemedan perang dengan menaiki helikopter.


setelah draka pergi Veldora pun menelpon Red dan akhirnya diputuskan lah bahwa para semua saudara bakal pergi kesana dengan membawa 20 orang setiap pasukan yang mereka miliki.


Draka yang sudah sampai pun langsung saja pergi masuk kebasecam pasukan yang dibawa ken tersebut akan tetapi dirinya disana tidak memabahas mengenai perang yang bakal dihadapi melainkan bertanya pada ken.


"ken siraja boneka lama tak bertemu apakah pihak Argus tempest memperlakukanmu dengan baik dan sopan serta sepertinya kamu sudah bosan hidup yah apakah kau sudah tahu selak beluk pasukanku jadi sampai berani masuk keposisi pemimpin sekarang". ucap Draka sambil mengeluarkan sedikit aura membunuhnya


"hah.ternyata kamu sudah mengetahui dari mana usulku tapi walaupun kau tahu kamu tak bakal bisa menyentuhku karena keluarga tempest memiliki pendukung kuat yang tak bisa kamu sentuh jadi lebih baik kau menyerah saja". ucap ken


"apakah maksudmu divisi perang star yang membuatmu merasa bangga serta berani berhadapan denganku baiklah karena kau sudah mau menuju kematianmu aku bakal memberitahumu bahwa kalau divisi tersebut adalah wilayah kekuasaanku yang terbesar diluar jadi kamu tenang saja cepat atau lambat rubah licik tersebut bakal kutendang keluar walau pun itu sulit ". ucap Draka


Ken yang mendengar hal itu malah kaget dan tercengang karena mengetahui bahwa yang selama ini menjadi pendukung tuannya adalah musuhnya sendiri dan saat ia sadar ia langsung ketakutan ken pun mundur akan tetapi saat dirinya pengin berlari kepalanya sudah terpisah akan tetapi ia baru sadar saat tubuhnya sydah menjauh sejengkal dari tubuhnya.


mata kepala ken tersebut melotot ketakukan. setelah selesai membunuh ken Draka pun keluar dari basecam dan menuju ketempat pasukan yang berada.


"kalian semua yang merasa Zegion Ace tidak berkhianat dari pasukan kita silahkan untuk berlutut sedangkan yang memilih ken sebagai pemimpin yang sudah bersumpah setia silakan tetap berdiri". ucap Draka dengan lantang dan keras

__ADS_1


tak berapa lama pasukan sudah terbagi setengah setelah melihat hal tersebut ia pun berkata.


"kalian semua yang berlutut silahkan kembali kemarkas karena disini tidak ada terjadi perang ini semua hanya rencana serta kalian yang sedang berada diujung kegelapan sana keluarlah.". ucap Draka



tak berapa lama keluarlah pasukan yang dianggap musuh akan tetapi setelah mendengar perintah dari draka mereka pun langsung berlutut.



"kami siap menerima perintah kapten". ucap pasukan tersebut


draka pun menganggukkan kepalanya serta ia pun kembali melihat kepasukan yang masih setia pada zegion.


"kalian semua aku ingin bertanya kenapa kalian masih percaya bahwa zegion tidak berkhianat dari pasukan kita". ucap draka


"izin menjawab lord kami semua percaya karena melihat para pemimpin yang sepertinya hanya berpura pura untuk membunuh tuan zegion serta kami juga sudah banyak melalui cobaan kematian bersama tuan zegion karena hal itu lah kami semua mencoba menyatukan pikiran kami dan akhirnya sepakat bahwa kami harus berpura pura dalam mengikuti tuan ken". ucap Salah satu orang dari pasukan tersebut


"baiklah kalian sudah bisa bersiap untuk pergi serta untuk sementara waktu kalian bersembunyilah sama teman kalian yang lain". ucap Draka


"siap laksanakan lord". ucap mereka serempak dengan tersenyum karena ternyata pemimpin mereka sudah mengetahui bahwa ada teman yang lain bersembunyi mereka pun pergi


"kalian angkat senjata dan bunuh mereka semua serta kalian bungkus kepala pimpinan ken dan kirim kedivisi hanka bilang sebagai hadiah". ucap draka


"siap laksanakan kapten.seluruh pasukan bergerak". ucap pemimpin pasukan tersebut


setelah draka berbalik badan terdengarlah suara tembakan yang beruntun.


......................

__ADS_1


__ADS_2