
saat hampir pagi Draka pun pergi ketempat Ulfah berada menggunakan topeng hitam yang sudah ia siapkan agar wanitanya itu tidak mengenali dirinya.
"kak kau mau kemana sepagi ini dengan menggunakan topeng hitam itu".ucap Aulia yang kebetulan lewat dekat pintu rumah
"ada urusan yang harus diselesaikan segera olehku dan juga kau siap siap sana nanti sikembar membawa ibu serta saudara yang ada disini untuk menghadiri pernikahan kakak iparmu".ucap Draka
"kak bukankah kak ulfah dan kak Rembulan bakal nikah sama kakak".ucap Aulia dengan nada tinggi
"nak pergilah ibu yang mengurus adikmu ini".ucap bunda datang saat mendengar keributan tadi
"baik bu Draka pamit dulu".ucap Draka sambil mencium telapak tangan ibunya
sementara draka yang pergi setelah mendapat izin dari ibunya beda lagi sama Aulia yang masih menahan kemarahannya pada sang bunda.
"bun kenapa bunda melindungi kakak yang menjual kakak ipar pada orang misterius sih".ucap Aulia yang masih kesal
"nak kamu tenang dulu coba dipikir apakah kakakmu memiliki sifat itu pada dirinya".ucap bunda
"ahhh.benar juga kakak bukan seperti itu yah walau pun aku baru mengenal kakak tapi memang betul bahwa ia bukan tipe orang seperti itu jadi kenapa kakak melakukan hal tersebut".ucap aulia yang baru sadar dari marahnya
"entahlah bunda juga tidak tahu alasannya tapi yang pasti kakakmu itu bakal menikahi kakak iparmu tersebut".ucap Bunda
"baiklah bunda Aulia paham sekarang lebih baik kita dandani kakak ipar agar tambah cantik diacara tersebut".ucap Aulia sambil menarik sang ibunda menuju kekamar Rembulan
__ADS_1
sesampai didepan kamar Aulia pun mengetuk pintu tersebut hingga akhirnya terlihatlah Rembulan yang membuka pintu tersebut dan juga didalam kamar itu pun hanya ada Rembulan yang hampir membuat keduanya sedikit bingung.
"kak dimana mbak ulfah kok tidak ada dikamar".ucap Aulia
"iya nak dimana nak ulfah kok tidak terlihat dalam kamar ".ucap bunda
"maaf dek ,bun kak rembulan tidak bisa menghentikan kakak ulfah untuk kabur dari sini karena suatu alasan".ucap Rembulan dengan raut wajah sedih
"udah kamu jangan dipikirkan hal itu lebih baik nak rembulan mandi dan berganti pakaian karena mungkin sebentar lagi perias akan datang kemari".ucap Bunda
"benar kak mungkin itu sudah pilihan yang sudah diputuskan oleh mbak ulfah".ucap Aulia
"kalian benar mungkin mas Draka sudah menyiapkan yang lebih baik untuk kami".ucap Rembulan yang kembali semangat
Mereka pun bersiap sesuai kebutuhan masing masing hingga akhirnya Narazu membawa perias untuk para wanita terutama Rembulan.
sementara Para wanita dirias Draka pun juga sudah sampai ditempat tujuannya.
"brian bagaimana keadaannya apakah ia masih bersedih".ucap draka
"lapor baginda ratu masih bersedih karena nasib nya yang hanya seperti mainan bagi para laki laki".ucap brian
"benar baginda ratu seperti frustasi dan mungkin sudah pasrah dengan nasibnya".ucap wolf
"baiklah sekarang kalian bisa kembali karena orang suruhan narazu sudah sampai kemari".ucap Draka
__ADS_1
"siap. kami pamit baginda".ucap Mereka serempak
memang benar saat kedua makhluk tersebut menghilang terdengarlah ketukan dipintu dan Draka pun membuka pintu tersebut.
"ya apakah kalian yang sudah ditugas oleh Narazu untuk merias pengantinku".ucap Draka
"benar tuan kami yang ditugaskan oleh tuan Narazu untuk merias pengantin wanita yang satunya".ucap salah satu wanita tersebut
"baiklah kalian ikut aku menemui pengantin wanita yang ingin dirias tapi sebelum itu kalian tutup mata dan telinga terlebih dahulu".ucap Draka
Akhirnya mereka pun melakukan apa yang diperintahkan oleh draka dan draka pun mengeluarkan pistol dan langsung mengarahkannya tepat dibelakang pada kedua perias tersebut.
...dor...dor
Draka pun berhasil mengenai kedua penyusup musuh yang sedang bersembunyi.
"kalian sekarang sudah boleh membuka mata dan telinga kalian sekarang".ucap draka
"maaf tuan apakah kami sudah bisa melakukan pekerjaan kami".ucap wanita yang satunya
"boleh sekarang kita menuju ke pengantin wanita".ucap draka sambil berjalan menuju sebuah kamar
sesampai disana draka pun melihat bahwa Ulfah memang sedang meratapi nasibnya ka pun merasa kasian dan sedih melihat tersebut.
"baiklah kalian rias dengan baik wanitaku dan jangan sedikit pun bicara sesuatu tentang pernikahan".ucap draka
__ADS_1
keduanya pun masuk kedalam kamar tersebut dan draka pun menuju ruang tamu yang ada disana.