
"FLASBACK Veldora dragon strom dimulai "
Ditempat berbeda draka bersama Narazu dan sikembar sedang menyiapkan persiapan untuk menemui setiap calon mertua saudaranya sebagai perwakilan dari pihak keluarga sebab hampir seluruh anggota inti keluarga strom adalah anak yatim.
Diwaktu itu draka hanya sendirian hingga secara perlahan bertemu sikembar dan dua pemimpin besar sekarang yaitu veldora dan red dalam keadaan menyedihkan.
Sikembar ditemukan saat draka yang waktu itu masih mendalami ilmu medis kuno dan pengendalian binatang tanpa sengaja bertemu sikembar yang waktu itu baru berhasil kabur dari disebuah laboratorium seorang ilmuwan gila yang terobsesi dengan sebuah pencampuran gen manusia dengan berbagai gen lainnya.
Draka yang saat itu masih ceroboh tanpa persiapan dirinya langsung menyerang dan menghancurkan lab tersebut sendirian tanpa memikirkan konsekuensi yang bakal dia dapatkan sebab hal itu juga ia harus merelakan satu tangannya menghilang dalam insiden tersebut serta ilmuwan yang berhasil kabur walaupun juga terluka parah.
Disaat dirinya kehilangan tangannya awalnya draka hampir frustasi akan tetapi disaat itu juga dirinya terus memperdalam ilmu medis dan pengendalian binatang secara ekstrem dan diwaktu itu juga ia mengajarkan ilmu bela dirinya yang ia punya pada sikembar secara bersamaan.
Ilmu bela diri yang ia ajarkan malah berhasil dimodifikasi oleh sikembar dengan gayanya sendiri serta saat beberapa waktu berlalu draka berhasil menghasilkan berbagai ramuan maupun pil obat yang memiliki khasiat diluar nalar manusia sebab hal itu juga tangannya berhasil tumbuh kembali tanpa ada kecacatan.
Tak berselang lama ketiganya pun pergi dari tempat tersebut dan kembali bergerak menuju tempat tempat yang disebut oleh banyak orang dengan tempat terlarang atau pun tempat keramat dan sebagainya.
secara perlahan ketiga orang terus melanjutkan perjalanan mereka hingga disaat ditengah jalan mereka bertemu seorang anak laki laki yang memiliki usia sekitar 9 tahun yang memiliki perbedaan usia sama mereka bertiga berkisar 1 tahun dengan sikembar serta dia 2 tahun sama Draka sendiri.
ketiganya pun menolong anak tersebut yang sudah berkondisi mengenaskan sebab tangan serta bagian tubuh lainnya yang sudah seperti bekas digigit hewan buas serta waktu itu ketiganya juga melihat kawanan serigala yang menunjukkan taringnya pada mereka berempat.
para serigala itu tidak ada yang berani yang maju disebabkan aura yang dikeluarkan oleh Draka dan sikembar yang pada saat itu masih belum bisa mengontrol penuh kekuatan mereka yang bisa menyebabkan banyak korban jiwa kalau sampai lepas kendali.
__ADS_1
Draka remaja waktu itu belum tahu apa apa membiarkan saja hal tersebut , berbeda lagi sama siRapaela yang melihat serigala dengan penuh minat pada para serigala , SiRapael pun tak berbeda jauh sama saudarinya yang sangat terlihat pada pancaran matanya.
pada Rapaela seperti seorang wanita yang melihat mainan atau idola yang diminatinya berada didepannya berbeda sama Rapael yang terlihat memiliki minat untuk menjadikan para serigala sebagai hewan peliharaannya.
Draka hanya menatap datar pada para serigala dan fokus pada anak yang terbaring sekarat dekat dirinya. Ia yang masih remaja itu pun memiliki ide gila yang tercetus pada kepalanya yang bakal membahayakan anak yang sedang menghadapi situasi hidup dan mati.
Draka pun langsung mengambil sebuah cairan obat yang ia buat dari bahan tulang yang dia nyakini sebagai tulang dari hewan yang dikatakan mitos dan melegenda yaitu seekor naga.
Tempo dulu saat pembuatan cairan tersebut ketiganya telah mencoba menyuntikkan atau pun meminumnya secara langsung namun tak ada hasil yang terlihat dari ketiga dan menyisakan satu botol yang belum digunakan.
Draka pun langsung mengambil jarum suntik dan menyuntikkan cairan obat tersebut ketubuh anak yang baru ia temui itu tanpa fikir panjang sambil berharap percobaan nya kali ini berhasil.
" aaaaaaaaaaa aaaaaaa ".teriakan anak itu pun terdengar ditelinga sikembar
sikembar pun langsung menatap kearah anak tersebut yang sedang berteriak kesakitan yang membuat keduanya mengurungkan niat mereka yang ingin memjinakkan para kawanan serigala.
akan tetapi disaat melihat saudaranya malah menatap saja kearah anak tersebut keduanya pun bernafas lega dan mencoba meminta pendapat melalui mata pada Draka.
" lakukan lah sesuka kalian".ucap draka sambil memposisikan tubuh nya untuk tidur
tak berselang lama setelah Draka merebahkan tubuhnya ia pun tertidur hingga terdengar dengkuran halus lewat mulutnya serta anak itu juga terus menerus berteriak-teriak histeris akibat memahan rasa sakit yang ia rasakan pada tubuhnya.
__ADS_1
mata sang anak itu pun terlihat berubah menjadi merah saat menatap kearah draka yang sedang tiduran serta darah yang keluar dari mata nya menambah kengeriangan yang anak tersebut rasakan.
akan tetapi berkat dendam yang membara untuk membalas anak tersebut terus memaksakan dirinya hingga ketingkat ekstrem yang membuat dia berakhir dengan pingsan disaat tanpa disadari rasa sakit dari cairan obat sudah berhenti dan berhasil diterima oleh tubuh sang anak.
Sikembar pun juga ikut rebahan dengan berbantalan tubuh para serigala yang sedang pingsan serta draka yang entah sejak kapan sudah menjadikan dua serigala sebagai bantal dan gulingnya saat tidur.
keempat anak remaja itu pun tertidur dengan pulas tanpa ada yang berani mengganggu waktu tidur anak tersebut terutama para binatang yang berada didekat sana sebab insting bertahan hidup mereka menyatakan tanda bahaya pada anak anak tersebut.
beberapa waktu pun berlalu tak terasa sore hari pun tiba dan anak tersebut bangun dengan wajah datar serta niat membunuh yang amat terpancar pada tubuhnya saat melihat draka yang masih tertidur pulas sambil memeluk seekor serigala.
Saat itu juga ia mendekat dengan niat ingin mencekik draka akan tetapi akibat dari niat membunuh tak terkontrol Rapael yang pertama kali merasakan pun langsung bergerak dan mencengkeram leher anak tersebut serta melempar tubuh sang anak kearah pohon besar dengan Rapaela yang juga masih mengucek mata yang menandakan ia baru saja bangun dari tidurnya.
"Ada apa Rapael kau melempar anak ini".ucap rapaela sambil menunjuk kearah anak yang merasa kesakitan pada punggungnya
"dia ingin membunuh kakak besar kak".ucap Rapael dengan santai dan datar
"hohohoho.ternyata anak kelinci percobaan kakak besar sudah ingin mencoba menggigit tuannya ternyata".ucap Rapaela sambil tersenyum yang membuat merinding bagi yang melihatnya
"sudahlah kak biar kita beri pelajaran kode kesopan santunan saja".ucap Rapael yang diangguki oleh Rapaela
Setelah itu bunyi pukulan maupun tamparan pun terdengar hingga membuat Draka terbangun olah dan tertawa saat melihat anak yang ia jadikan objek percobaan telah babak belur dihajar saudaranya serta benjolan yang amat terlihat dibagian wajah dan kepala.
__ADS_1