
tak terasa draka pun sampai kepinggiran kota yang terdapat sebuah panti asuhan yang kumuh dan rapuh hampir tak layak lagi untuk ditempati oleh orang.
Andi pun langsung keluar dan masuk kedalam untuk memanggil perawat panti tersebut dan keluarlah seorang ibu paruh baya menghampiri draka.
"nak makasih sudah menolong Andi atas kejadian yang hampir merenggut nyawa mas".ucap ibu panti tersebut
"udah ibu gak usah berterima kasih karena saya juga bakal ada perlu sama Andi nanti kalau dirinya mau".ucap draka
"tapi maaf nak ada urusan apa yah serta lebih baik dibahas didalam saja kalau mas berkenan"ucap ibu panti
"gak papa kok bu kami mau ku masuk kedalam serta gak usah sungkan dengan kami".ucap ulfah
"benar bu kita juga sama sama orang yang sederhana kok kalau soal pola hidup".ucap Rembulan
Akhirnya mereka semua pun masuk keruang tamu tersebut serta duduk lesehan disana.
"nak jadi ada urusan apa nantinya sama Andi mas agar saya tak cemas dan khawatir memikirkannya".ucap ibu panti
"pertama tama perkenalkan bu nama saya draka tempest Serta kedua wanita ini istri saya ulfah dan rembulan".ucap draka
"iya nama saya Rabiah sering disebut bu biah disini".ucap bu biah
"salam kenal bu saya Noor ulfah ibu bisa panggil aku ulfah bu".ucap ulfah
"saya Noor rembulan bu salam kenal".ucap rembulan serta keduamya pun tanpa nama belakang keluarga
"gini bu saya pengin nyawa andi ibu serahkan kepada saya".ucap draka sambil tersenyum mesterius
"gak boleh saya gak bakal menyerahkan myawa andi padamu lebih baik kamu pergi dari sini sekarang".ucap bu biah
"bu tenang yah kalau itu memang keinginan anda saya terima dengan syarat jangan sentuh orang orang dipanti asuhan ini".ucap andi dengan nada sedih
__ADS_1
"hahahhahahahahaha".tawa draka dengan keras sampai akhirnya dijewer sama ulfah baru berhenti ketawa
"maafkan ucapan suami saya yah bu soal tadi karena bercandanya yang sudah kelewatan".ucap Ulfah
"benar bu maafkan yah dan sepertinya anak angkat ibu lulus ujian deh".ucap rembulan sudah bisa menebak
"hah.maaf ujian apa yah maksud nona".ucap bu biah sambil menatap kearah Rembulan
"ibu bisa dengarkan saja nantinya kalau suami saya memang ingin memberitahukannya ".ucap Rembulan
"baiklah kalau memang begitu serta saya pengin minta maaf juga karena sudah membentak kalian tadi".ucap bu biah
"gak papa bu karena andi sudah mau baiklah sekarang apakah bisa saya bertemu anak anak lain yang ibu didik".ucap draka
"boleh mas tapi maaf masih banyak yang anak anak mas".ucap bu biah sambil berdiri
mereka semua pun akhirnya langsung pergi menemui anak anak yang sedang bermain dan sesampai disana draka sangat terkejut dengan apa yang ia lihat serta terlihat aneh bagi orang yang melihat dirinya.
"maaf bu benar anak anak ini ibu temukan dijalan maupun dibuang oleh orang tuanya apalagi memang tak punya orang tua lagi".ucap draka
"gak papa bu nanti ibu paham sendiri kenapa saya menanyakan hal tersebut".ucap draka
"mas emang ada apa sampai nanya seperti itu".ucap Ulfah penasaran
"hampir yang remaja rata rata semuanya bisa dibilang imbang sama Andi".ucap draka
Ulfah serta Rembulan pun terkejut dengan apa yang disebutkan sama Draka karena mereka tak menyangka hal ini apakah memang sudah tak tadir atau malah hanya kebetulan belaka.
"bu apakah boleh saya minta izin sama anda untuk merenovasi panti ini".ucap draka
"tentu saja boleh kalau memang masnya tidak keberatan melakukannya dengan ikhlas".ucap bu biah
__ADS_1
"tentu baiklah kalau begitu apakah ada diantara anak anak ini yang masih sekolah".ucap draka
"maaf mas dulu memang mereka yang remaja sekolah akan tetapi karena faktor ekonomi mereka semua sepakat untuk berhenti saja dan membantu ekonomi panti".ucap bu biah dengan haru campur sedih
"Ulfah kamu dan rembulan pergi bahan masakan bersama bu biah atau beli makanan aja sekalian kalau perlu".bisik draka
"baikalah tapi aku tak bisa menyetir".bisik ulfah
"coba tanya rembulan apakah bisa".bisik draka
keduanya pun saling berbisik sampai akhirnya Rembulan meminta kunci mobilnya pada draka.ketiga wanita itu pun pergi setelah berpamitan.
"Andi kamu bawa adik adik kamu yang remaja kemari untuk ikut ngobrol".ucap draka
"baik mas segara".ucap Andi sambil memanggil yang lain
"begini untuk andi apakah kamu yakin dengan keputusan kamu tadi".ucap draka
"yakin mas demi ibu yang sudah merawatku dari kecil ".ucap Andi
"baiklah kalau kau yakin serta jalan yang bakal ditempuh berbahaya serta tak mudah mudah loh apakah yakin".ucap draka
"siap yakin sekali".ucap andi dengan semangat sekaligus bertekad
"bagus kalau memang sudah siap dan untuk kalian berlima bisa kembali sekolah dengan dibawah pengawasanku nanti ".ucap draka
"maaf mas kenapa mereka berada dibawah pengawasan anda".ucap Andi
"karena mereka belum siap untuk ikut jejak dirimu serta juga semuanya kalau memang ada yang menarik pasti bakal ditarik masuk nantinya".ucap draka
mereka berenam pun menangis bersama dan sedangkan draka sedang menghubungi narazu dan yang lain untuk mempersiapkan latihan bagi keenam pria yang sedang menangis sekarang.
__ADS_1
draka yang bosan menunggu akhirnya tanpa sadar tertidur dengan sendiri dan nyenyak.
......................