
tak berselang lama draka pun melihat Narazu keluar dari kantor dan menghampirinya.
"apakah sudah urusannya Narazu".ucap Draka
"sudah, serta apakah boleh menjemput pacar saya dulu tuan karena dari sini lumayan jauh".ucap Narazu
"tenang saja kita pakai mobilku saja yang baru dimodifikasi itu sekalian dites apakah sudah sesuai dengan yang. diharapkan karena nantinya tu mobil bakal sering dipakai olehku".ucap Draka
"baik tuan kalau begitu serta saya juga ingin melaporkan bahwa seluruh persiapan pernikahan untuk anda sudah selesai. jadi hanya tinggal melaksanakannya saja ".ucap Narazu melaporkan
"baiklah nanti kucoba berdiskusi sama ibu tanggal berapa yang baik untuk dilakukan acara serta ayo sekarang cepat kamu kendarai itu mobil".ucap Draka sambil menunjuk serta menuju sebuah mobil yang terkesan sederhana
mereka pun berangkat menuju rumah pacar Narazu dan kebetulan ternyata hampir searah menuju tempat tinggal sikembar.
sesampai disana Narazu langsung mengetuk pintu dan terlihatlah seorang wanita yang terlihat anggun dan polos serta tak kalah cantiknya dengan para bidadari Draka yang melihat hal itu pun mulai muncul otak jahilnya untuk mengerjai pacar sahabat yang sudah dianggap sebagai kerabat baginya.
"Maaf yah lama menunggu diriku menjemputmu din dan kenalin yang dimobil itu kerabat sekaligus bosku serta Namanya adalah Draka Tempest".ucap Narazu
"iya gak papa kok serta sekarang jadi nih kita pergi kerumah keluargamu Narazu".ucap Andini
"hei Narazu ayolah jangan bermesraan dong didepan pintu nanti tetangga pada jadi gosip loh".ucap Draka sambil berjalan menuju Mereka
"iya iya bossku yang hebat ini".ucap Narazu bercanda
"Narazu kamu yakin dengan wanita miskin seperti ini apakah nantinya kamu tidak takut ia hanya menginginkan uang kamu saja".ucap Draka sambil memasang wajah mengejek
"Draka jaga ucapanmu jangan menghina andini walau pun dia dari keluarga sederhana aku gak bakal melawanmu kalau kau sampai berani menyakitinya".ucap Narazu sambil mengeluarkan aura pembunuh miliknya
"ooo jadi kamu berani melawan bosmu ini hah apakah kau sudah tak sayang nyamamu".ucap Draka yang juga mengeluarkan sedikit aura miliknya
__ADS_1
"sudah kalian jangan bertengkar hanya diriku aku juga bakal mundur kalau kalian sebagai kerabat sampai terpecah seperti ini hanya karena diriku yang bukan siapa ini".ucap Andini sambil menahan air matanya
"Draka asal kau tau walau pun kau bosku aku juga bakal tak segan menyerang walaupun nyawaku taruhan untuk melindungi dirinya".ucap Narazu
"apakah kamu yakin ingin menyerangku sepertinya kau lupa bahwa harta yang kau miliki sekarang hasil dari mana serta apa kamu tidak takut perusahan milikmu kuhancurkan".ucap Draka dengan nada tinggi
"lakukan saja sesuka mu kalau pun kau ambil serta dihancurkan yah tinggal aku bangun sendiri ditempat lain dan ingat satu hal aku bakal tetap menikahinya walaupun kau tak mensetujuinya".ucap Narazu
"sudah Narazu mulai sekarang aku mundur jadi jangan ganggu diriku lagi".ucap Andini sambil menangis serta membuka pintu
Akan tetapi saat Andini akan masuk kedalam rumah terdengarlah teriakan memanggil namanya hingga hal itu membatalkan dirinya untuk masuk kedalam rumah.
"keponakan kurang ajar kamu yah berani sekali tidak membayar hutang milik ayahmu dengan tepat waktu.cepat sekarang bayar uangnya".ucap seorang Wanita paruh baya
"maaf bibi kasih aku waktu ngumpulkan uang untuk membayarnya serta Andini mohon jangan usir saya dari sini bi".ucap Andini sambil memohon
"hah kasih waktu apakah kau maaih bisa membayar sih kalau tidak cepat kamu kemasi barang barangmu dan pergi sekarang juga dari sini".ucap Bibi Andini
Narazu yang melihat hal itu ingin membantu akan tetapi ia teringat sifat yang dimiliki sang kekasih ia pun tidak jadi untuk mengucapkannya dan sedangkan Draka hanya mengamati hal tersebut. sampai akhirnya sang bibi yang sudah tak tahan tangannya dipegang oleh Andini pun langsung menghempas tangan tersebut dan mencoba mengayunkan tangannya untuk menampar Andini akan tetapi saat Andini sudah memejamkan matanya yang sudah siap menerima tamparan tersebut pun tercengang setelah melihat hal didepannya.
"kamu jangan pernah sekali kali menyakiti calon keluargaku dan harusnya kau memohon ampun agar Andini tidak menuntut balasan dari sifatmu ini bibi tua".ucap Draka yang menahan tangan sang bibi serta dengan tatapan tajam dan dingin yang berhasil membuat takut serta merinding disekitarnya
"lepaskan tanganku kalau kau tidak pengin mati dan juga siapa kamu berani sekali membela keponakanku yang kurang ajar ini".ucap Bibi Andini
Draka yang sudah kehabisan kesabaran pun langsung meremas tangan sang bibi sampai membuat remuk tulang tangan wanita tersebut.
__ADS_1
"aaaaaaaa.sakit apa kamu sudah gila berani sekali berbuat seperti ini diwilayah keluargaku".ucap Bibi Andini
"ooo ternyata kamu memiliki hubungan dengan pemegang wilayah disini baiklah kukasih kamu bermain dengan pemegang wilayah disini".ucap Draka
"huh kamu tunggu saja nanti balasan dariku".ucap Bibi Andini sambil berlalu pergi
"Aku tunggu besok kamu bawa seluruh orangmu kesini".ucap Draka dengan keras
"terima kasih sudah menolong".ucap Andini yang masih ketakutan serta bingung
"hei masa calon adik iparku ini berterima kasih padaku sih". ucap Draka sambil tersenyum
"hei kau kenapa tadi menghinanya sekarang malah melindunginya hah bos sekaligus sepupuku yang seram ini".ucap Narazu dengan nada penuh tekanan
"hahaha apakah kau pikir aku bakal membiarkan keluarga besar yang terhubung ini bisa memasukkan orang sembarangan".ucap Draka
"jadi sekarang kenalkan namaku Draka tempest kamu boleh panggil aku abang maupun nama juga boleh ".ucap Draka
"hem.jadi saya sudah diterima serta tadi hanya tes saja bukan beneran".ucap Andini dengan polos
"yah kalau beneran siNarazu ini bakal gila mengejarmu karena ditinggal sang kekasih serta cepatlah ayo kita berangkat".ucap Draka
mereka pun masuk kedalam mobil serta Andini pun hanya masih malu malu duduk didepan disamping Narazu. ditengah jalan
"Narazu kamu saat persimpangan tadi belok kesebelah kiri dan tinggal lurus saja tanpa ada belokan serta nanti kalau sudah melihat ada banyak hewan yang sedang berjaga kau bangunkan saja aku yah".ucap draka
"baiklah emang kau emang bisa tidur berduduk dimobil".ucap Narazu
"bukan tidur berduduk tapi berbaring serta Andini kamu nanti tanda tangan yah keswbuah surat perpindahan kuasa".ucap Draka
"maaf mau nanya bukan kah disana hutan belantara saja yang tidak pernah tau sampai maja jalan tersebut serta surat apa yang harus kutanda tangani".ucap Andini
__ADS_1
"benar apa yang kau sebutkan serta kalau surat itu kau pokoknya hanya perlu tanda tangan dan tak perlu khawatir dengan hal apa yang kau tanda tangani karena itu juga tidak merugikan dirimu".ucap Draka yang mendapat anggukan dari Andini
Draka pun tertidur setelah mempersiapkan tempat untuk tidur dirinya selama perjalanan tersebut.