Identitas Tersembunyi Menantu

Identitas Tersembunyi Menantu
bab 49


__ADS_3

"gak bisa begitu pak karena ini mencangkup kenyamanan berlalu lintas jadi harus bapak yang menyelesaikannya". ucap pak polisi tersebut setelah berhasil kembali mengerjar draka yang kabur


"apakah pak polisi yakin ingin menghalangi saya dengan meletakkan motor anda didepan mobil saya".ucap draka sambil menahan kesal


"betul hukum tetap harus ditegakkan bagi pelanggarnya".ucap pak polisi


"mas sudahlah keluar saja sekarang dari pada nanti tambah masalah".ucap ulfah menenangkan


"pak mohon maaf sebaiknya bapak ikuti permintaan suami saya deh pak dari pada bahaya nanti".ucap Rembulan yang melihat draka sudah hampir habis kesabarannya


"gak bisa gitu mbak karena kalian sudah melangar aturan berkendara maupun lalu lintas karena parkir sembarangan serta melakukan hal mesum ditempat umum".ucap pak polisi


"saya tanya sekali lagi pilih jalan baik atau jalan buruk".ucap draka


"apa maksud mas dengan menyebut seperti itu apakah anda sedang mengancam saya".ucap pak polisi tanpa rasa takut


"baiklah karena kau pilih jalan buruk".ucap draka sambil membuka pintu mobil dan keluar


setelah keluar dari mobil draka pun langsung menendang polisi tersebut dengan santai agar tak menimbulkan cidera sang polisi yang ditendang pun mencoba mengambil pistol yang ia bawa sewaktu waktu ada panggilan mendadak.


polisi itu pun mengarahkan moncong pistol tersebut kearah draka akan tetapi saat pak polisi tersebut akan menarik pelatuknya terdengarlah teriakan untuk berhenti.


"kau yakin menggunakan pistol untuk berhadapan denganku".ucap draka


"tidak juga karena saya mungkin hanya bisa melumpuhkan anda agar bisa dibawa kekantor karena telah melawan anggota kepolisian".ucap pak polisi tersebut sambil bersiap menarik pelatuk


" tapi kamu tak bisa menanggung akibatnya loh kalau sampai aku terluka".ucap draka dengan santai tanpa merasa terancam


..berhentiiiiii.. teriakan seseorang saat pelatuk hampir tertarik


"maaf pak ada apa yah sampai anda turun tangan kemari".ucap pak polisi tersebut setelah melihat siapa yang berteriak


"apakah kamu tau siapa yang kau hadapi serta apa kau yakin menyelesaikan masalah setelah berhadapan dengannya".ucap polisi yang baru datang


"ooo.rupaya sudah datang kau doni sekarang kau urus masalah ku disini aku pamit dulu dengan istriku".ucap draka


"pi apakah doni bisa berkenalan sebentar sama mami kan saat papi menikah doni tak sempat fokus karena rencana papi yang mengamankan itu" ucap Doni sambil memohon


"baiklah boleh ayo kemari tapi awas jangan terlalu lama liatnya" .ucap draka


"beres pi tenang saja mana berani doni merebut mami dari papi kan doni masih ingin hidup" .ucap doni sambil mendekat dan melihat dalam mobil

__ADS_1


"halo ini siapanya mas draka yah sampai manggil papi tadi".ucap Ulfah


"hai mami mamah ini kenalin saya doni Stromt anak yang ditolong papi dulu bisa dibilang kayak anak angkat lah bukan adik angkat".ucap doni


"ooo.begitu salam kenal juga saya noor Ulfah white kamu bisa panggil aku Ulfah".ucap ulfah


"salam kenal juga Doni aku noor Rembulan white bisa dipanggil Rembulan".ucap rembulan


"salam kenal gak doni pengin manggil mami Ulfah dan mamah Rembulan saja dan doni pamit yah untuk mengurus masalah papi".ucap doni


"baiklah kalau begitu makasih atas bantuannya yah doni".ucap Ulfah


"tak perlu berterima kasih mi masa anak bantu orang tua pakai terima kasih segala".ucap Doni berlalu pergi


"bagaimana sudah kenal dengan kedua istriku" .ucap draka


"papi emang the best langsung dapat dua".ucap Doni sambil memberi jempol 👍👍


"udah sana urus biar papi pergi nemenin mami dan mamah tuh".ucap draka sambil masuk kedalam mobil dan langsung pergi


setelah kepergian draka Doni pun kembali berubah menjadi tegas tanpa ada aura kekanakan seperti saat bersama draka.


"apa kau tau akibat dari bikin masalah sama orang tadi".ucap doni


"heuhhh siapa namamu".ucap doni setelah bernapas panjang


"siap gani pak".ucap Gani


"baiklah sepertinya orang tadi masih memberi kesempatan sama kamu untuk hidup karena apa".ucap doni penasaran


" siap pak saya tadi hanya terus menerapkan dan mejelaskan hukum yang ada pada dia pak".ucap Gani


"ternyata begitu sepertinya dia melepaskan kamu karena kepatuhanmu dalam hukum yang bagus".ucap Doni


"mohon izin bertanya pak".ucap Gani


"boleh silahkan apa yang ingin kau tanyakan".ucap Doni


"siap siapakah orang tadi serta apa hubungan bapak dengannya".ucap Gani dengan hati hati


"dia adalah ayah angkatku serta asal kau tau kalau tadi ia memang sudah marah besar tak ingin buang waktu satu tendangannya bisa menghilangkan daging dan tulangmu dalam sekejap".ucap doni

__ADS_1


"maaf pak berarti ia berbahaya untuk orang dan negara kenapa tak ditangkap".ucap Gani


"tak bakalan ada yang berani menangkapnya serta pihak atasan sana pun bakalan tak bisa menolongmu kalau sudah mencari masalah sama mereka".ucap doni


"baiklah aku pamit dan ini simpan kontakku mungkin nanti papi bakal ingin menghubungimu entah karena apa".ucap doni sambil berlalu pergi


sepeninggal Doni gani pun masih tercengang dengan apa yang diberitahu oleh Doni dan bingung untuk apa draka bakal menemuinya dimasa depan.


ia pun pergi penuh pertanyaan dan kebingungan. Sedangkan Gani yang bingung beda lagi sama Draka yang sudah kembali manja seperti anak kecil pada keduanya terutama pada Ulfah.


saat draka berbaring dipaha Ulfah sambil menonton televisi kesukaan Rembulan dan ulfah terdengar ketukan pintu diluar ketiga nya pun langsung menuju pintu tersebut dan Draka pun langsung mempersilahkan tamu tersebut untuk masuk.


"halo tuan bagas tempest untuk apa datang kemari yah".ucap draka sambil tersenyum pura pura


"Ulfah rembulan buatkan minuman buat tamu boleh".ucap draka


"tentu sayang tunggu sebentar yah".ucap Ulfah sambil menarik Rembulan


"oh rupanya anak terbuang sudah sukses rupanya".ucap bagas


"terserahmu saja tuan bagas dan apakah saya bisa bicara berdua sama nyonya Anggun sebentar ".ucap draka


"boleh untuk terakhir kalinya karena kakekmu sudah menjodohkan bibimu dengan orang kaya".ucap bagas


"mari nyonya ikut saya".ucap draka sambil berjalan keruang kerjanya sambil diikuti oleh Bibinya.


sesampai disana draka langsung memeluk bibinya yang sudah lama tak bertemu.


"bi apakah mereka menyakiti bibi disana".ucap draka


"tidak nak ternyata kamu sudah besar yah sejak terakhir bibi melihatmu".ucap bibi draka


"udah bibi pokoknya kalau nanti mereka memaksa apalagi menyakiti bibi bilang sama draka yah".ucap draka


"iya nanti bibi bilang".ucap bi Anggun berbohong


"ini bi nomor draka ".ucap draka langsung menyentuh kening bibinya tanpa izin


"gak terjadi apa apa nak serta apa yang kamu lakukan tadi".ucap bibi anggun


"udah bibi gak usah khawatir dan ayo bi kita keluar sekarang sebelum sibagas curiga ".ucap draka

__ADS_1


mereka pun kembali dan akhirnya setelah minum bibi kesangannya dan paman bagasnya pun pulang tanpa diantar sama draka dan hanya diantar oleh kedua istrinya.


......................


__ADS_2