Imah, Si tukang Ngabrut

Imah, Si tukang Ngabrut
Imah eror


__ADS_3

"Selamat pagi semua," sapa dosen pengganti yang baru saja datang.


"Pagi, Pak," sahut semua mahasiswa serentak.


"Pagi, ganteng," sahut seseorang yang memuat seisi kelas menoleh kaget.


"Mah, lu apa-apaan sih," tegur Jessica lirih.


Imah terlihat bertopang sagu sembari senyum-senyum menatap dosen baru tersebut.


Terlihat Fredy memutar bola matanya jengah melihat tingkah gadis Jemima Yang seenaknya.


Dosen baru itu pun menatap Jemima balik, dan berjalan beberapa langkah ke depan, sambil memasukkan kedua tangan ke saku celana.


"Sepertinya saya sudah mendapat fans di kelas ini," ucap sang dosen.


Semuanya tertawa mendengar perkataan dosen muda itu, terlebih melihat tingkah konyol Jemima yang terang-terangan menunjukkan minatnya pada sang dosen pengganti.


Namun seperti biasa, seorang Jemima sama sekali tak peduli pada pandangan orang lain terhadapnya, selama hal itu benar menurutnya.


"Baiklah. Perkenalkan, saya Dima Prayoga, dosen pengganti selama Bu Dina cuti melahirkan. Jadi...," ucap sang dosen muda.


"Selamanya juga nggak papa. Aku rela jadi mahasiswa abadi kok," sela Jemima.


Semua kembali tertawa mendengar perkataan gadis tersebut. Jessica dan Daisy hanya bisa menepuk kening mereka dan menunduk, menyembunyikan wajah karena malu dengan tingkah Jemima yang begitu blak-blakan.

__ADS_1


"Bisa diem nggak sih, lu," tegur Fredy yang jengah melihat kelakuan gadis yang duduk di belakangnya.


"Lu yang diem," sahut Jemima ketus.


Namun hal itu hanya berlaku pada Fredy, karena sedetik kemudian dia kembali tersenyum ke arah Dimas.


Dosen itu menggaruk keningnya melihat kelakuan mahasiswa yang akan ia ampu selama beberapa waktu ke depan.


"Baiklah. Mari kita mulai saja kuliah hari ini," ucap Dimas kemudian.


Perkuliahan berjalan seperti biasa. Hanya Jemima yang kali ini tak fokus pada pelajaran, dan hanya memandangi sosok baru yang sudah langsung mencuri perhatiannya.


Bahkan hingga kelas usai, dia sama sekali tak mencatat apapun di bukunya. Jessica dan Daisy hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan temannya yang aneh itu.


Tanpa terasa, kelas pun usai. Semua mahasiswa keluar dan menyisakan empat orang, Jemima beserta kedua temannya dan juga Fredy.


Namun, baru saja dia berdiri hendak keluar dari tempat duduknya, Jemima menyelanya hingga Fredy terhuyung dan hampir jatuh.


"Sorry, Bro," ucap Daisy yang merasa tak enak dengan pemuda tersebut.


Jessica dan Daisy mengejar Jemima yang berjalan cepat hendak menghampiri sang dosen yang tengah mengemas barang-barangnya.


"Selamat siang, Ayang Agus, eh... Pak Dimas. Hehehe...," celetuk Jemima.


"Iya, ada apa Jemima?" tanya Dimas.

__ADS_1


"Wah... daebak. Kok Bapak bisa tau namaku? Ehm... Bapak searching-searching soal aku ya. Ih... so sweet banget sih," ucap Jemima.


"Bukannya tadi saya panggil pas cek kehadiran?" sahut Dimas.


"Ehm...,"


Jessica langsung menutup mulut Jemima dengan tangannya agar sang sahabat tak mengoceh lagi.


"Ehm... maaf, Pak. Si Imah emang anaknya suka pedekate sama orang baru. Maaf ya, Pak," ucap Daisy mewakili.


Jessica pun langsung menarik Jemima keluar kelas, agar tak lagi membuat malu dirinya.


"Permisi, Pak. Selamat siang," ucap Jessica saat keluar dari kelas.


"Permisi, Pak," timpal Daisy sembari menutup pintu.


Dimas yang melihat kelakuan mahasiswinya itu pun hanya bisa geleng kepala. Fredy melihat semua itu dengan tatapan datar.


Setelah Jemima dan teman-temannya pergi, dia pun turun dan menyapa sang dosen, lalu berjalan keluar dari kelas.


Bersambung... 🐥🐥🐥🐥🐥


Si Imah emang kadang-kadang keluar erornya, mohon maklum ya readers, soalnya dosennya kek gini 👇


Visual Dimas

__ADS_1



__ADS_2