
Beberapa saat yang lalu, Fredy dan teman-temannya baru saja melakukan sound check. Kini mereka bersiap untuk memulai pertunjukan.
Tepat sesaat sebelum Husein memukul drum stick-nya, dia melihat kehadiran seseorang yang sejak tadi dicarinya.
Ketemu juga, batin Fredy.
Dia sampai hampir terlambat masuk ke lagu, karena fokus pada sosok tersebut. Beruntung, jam terbang yang cukup banyak, membuatnya bisa dengan pintar menyesuaikan irama dan dentingan gitarnya.
Sepanjang lagu pertama, tatapannya selalu tertuju pada satu titik, seolah dia tak mau melepaskan orang tersebut.
Yang ditatap pun rupanya juga balas menatap, namun dia segera berpaling dan memesan minuman.
Fredy terus memperhatikan orang dia seberang sana, hingga lagu pertama selesai. Jordi yang merasa suara Fredy yang sedikit kaku pun menoleh ke arah Husein. Namun sepertinya Sang drummer tak menyadari hal tersebut.
Mereka pun kembali mulai membawakan lagu ke dua. Saat hampir memasuki refrain, permainan gitar Fredy seolah tak setenang sebelumnya. Husein pun mulai merasa ada yang aneh dengan sang vokalis, hingga dia saling tatap dengan Jordi.
Meski begitu, tak ada satupun pengunjung yang sadar, dan tetap menari dengan antusias dibawah komando lagu mereka.
__ADS_1
Jemima, lu bener-bener ya, bati Fredy kesal.
Sejak tadi, dia memperhatikan adik Jordi yang memang berencana datang ke Dark Rose Club untuk mencari bahan tugas kelompok mereka.
Gadis itu tak mau mengikuti arahan Fredy, dan memilih melakukan dengan caranya sendiri. Fredy yang awalnya tak tahu, merasa tak peduli dengan apa yang akan dilakukan gadis tersebut.
Namun setelah tak sengaja mendengar perkataan Jemima dengan kedua temannya, dia merasa jika dia harus ikut ke tempat tersebut.
Meskipun pada akhirnya tak melakukan apa-apa, paling tidak dia harus memastikan, jika nantinya Jemima tidak akan menghambat dirinya di mata kuliah Bu Dian, karena ini adalah salah satu mata kuliah ulangan yang dia ambil.
Dia ingin agar tahun ini bisa wisuda, karena dia sudah telat satu semester demi mengulang semua mata kuliah yang gagal di tahun sebelumnya.
Itulah sebabnya, Fredy mau mengambil job di tempat yang sebenarnya dia tak suka.
Saat memasuki refrain pertama, pemuda tersebut melihat sekelompok pemuda yang mendekati Jemima, seperti sedang mengalihkan perhatian gadis tersebut.
Sementara dua yang lain, terlihat sedang memasukkan sesuatu ke dalam minuman gadis itu.
__ADS_1
Hal itu membuat Fredy semakin tidak tenang. Dia terus memperhatikan Jemima dari jauh, hingga dia melihat gadis itu meminum minuman yang sudah dicampur sesuatu.
Dasar beg*. Nih lagu juga kapan selesainya sih? rutuknya dalam hati, membuat dia benar-benar tak bisa fokus.
Akhirnya, semua ketenangannya hilang, saat melihat Jemima dipapah oleh para pemuda itu. Bahkan Fredy sampai buru-buru menghentikan permainan gitarnya sebelum mencapai bagian akhirnya.
Husein dan Jordi kebingungan dengan hal itu. Apalagi saat Fredy langsung melepas gitarnya, sedangkan mereka masih ada beberapa lagu lagi.
"Lu mau kemana, Fred? Kita masih ada lagi lain," tanya Husein.
"Sen, lu mending ngomong ke Bang Jun kalo kita cuma bisa sampe sini. Di, lu ikut gue. Adek lu dalam bahaya," seru Fredy.
"Maksud lu?" tanya Jordi.
"Ikutin gue aja," sahut Fredy.
Dia pun pergi, disusul Jordi yang penasaran dengan perkataan temannya tersebut. Sementara itu, Husein harus membereskan keributan di atas panggung dan menenangkan semua pengunjung, belum lagi menjelaskan kepada pengelola klub itu.
__ADS_1
Bersambung... 🐥🐥🐥🐥🐥