
"Heh... lu bertiga bisa diem ngga sih?!" bentaknya.
Sontak ketiga gadis yang sedang berdiskusi seru pun diam dan menatap ke arah mahasiswa yang menegur mereka kedua kalinya.
Jessica dan Daisy menciut, sementara Jemima terlihat tidak suka dengan sikap mahasiswa tersebut. Dia bangun sambil menggebrak meja di depannya.
"Heh, Kupret. Nggak usah bentak-bentak deh. Bisa negur baik-baik kan lu. Nggak usah jadi paling bener deh," balas Jemima.
"Lu sadar nggak sih kalo ini perpustakaan? Bisa diem nggak? Disini bukan cuma ada lu doang. Hargai yang lain juga dong," sanggah mahasiswa bernama Fredy atau yang sering dipanggil kupret oleh Jemima dan temannya.
"Lu nggak nyadar kalo elu yang bikin ribut duluan? Pake bawa-bawa harga segala lagi. Emang berapa harga lu, hah? Sini gue beli. Rese bener nih anak," gerutu Jemima.
Keributan tersebut membuat penjaga perpustakaan datang dan menegur kedua mahasiswa yang berdebat itu.
"Kalian ini ngakunya mahasiswa, tapi kok malah nggak tau aturan. Mending kalian semua keluar dari pada ganggu yang lain," tegur petugas perpustakaan.
Petugas itu terus berkacak pinggang sambil memperhatikan kedua orang tersebut. Fredy pun akhirnya hanya bisa menurut. Dengan kesal dan berkali-kali menghela nafas panjang, sambil tangannya membereskan semua barang miliknya.
Jessica dan Daisy pun menarik-narik lengan Jemima agar mau duduk, dan membereskan semua peralatan mereka, lalu segera keluar dari sana.
Keempat mahasiswa itu pun akhirnya diusir dari perpustakaan karena membuat keributan. Bahkan sampai di luar pun, Fredy masih melihat kesal ke arah Jemima karena membuatnya terganggu saat mengerjakan tugas.
__ADS_1
"Ape lu lihat gue kek gitu? Mau berantem di sini lu? Hayuk gue jabanin. Dikira gue takut ama cowo cupu kek elu," tantang Jemima yang bahkan sudah membusungkan dadanya.
Jessica dan Daisy yang melihat gelagat tak baik itu pun segera memegangi kedua lengan Jemima, dan meminta Fredy untuk segera pergi.
"Lu mending pergi deh, dari pada tambah ruwed," seru Jessica.
Fredy tak menyahut, dan menatap jengah ke arah Jemima. Dia pun berbalik namun sambil mengumpat.
"Freak!" umpatnya lirih.
Jemima yang mendengar pun meradang kembali dan mencoba lepas dari rangkulan sahabatnya.
"Apa lu bilang, hah? Balik lu ke sini. Jangan jadi pengecut lu. Heh, Kupret!" maki Jemima.
"Dia yang mulai. Lepasin gue, biar gue pites tuh anak. Heh, balik lu," teriak Jemima
"Mah, udah deh. Lagian tuh anak juga udah pergi. Mending kita ke kantin aja yuk. Cari yang dingin biar ati lu adem," bujuk Jessica.
Setelah Fredy menghilang dari pandangan, Jessica dan Daisy pun melepaskan pegangan mereka dari lengan Jemima.
Adik Tomi dan Jordi itu pun mendengus kesal, kemudian berbalik berjalan lebih dulu menuju ke kantin.
__ADS_1
Jessica dan Daisy saling pandang sambil menghela nafas lega karena sahabatnya itu akhirnya mau berhenti berulah.
Dari kejauhan, seseorang terlihat memperhatikan kegaduhan yang sempat dibuat oleh Jemima dan juga Fredy di depan perpustakaan.
...🐥🐥🐥🐥🐥...
Setibanya di kantin, Jemima langsung melempar tasnya di atas meja, dan menelungkupkan badan bagian atasnya di meja dengan kedua lengan yang terlipat.
Jessica dan Daisy pun ikut duduk mengalir gadis tersebut. Namun keduanya dibuat terkejut gara-gara Jemima yang tiba-tiba kembali bangun dan duduk tegak sambil menghela nafas panjang.
"Bener-bener cowo rese. Nyebelin parah sumpah. Nggak di kelas nggak di perpus, nggak di mana-mana kalo ketemu dia pasti bikin kesel," keluh Jemima.
"Ati-ati lu, Mah. Bisa jatuh cinta lu ama dia entar," ledek Jessica.
"Dih... amit-amit. Kek nggak ada cowo lain aja. Gue mau ama dia kalau di dunia ini udah nggak ada cowo lagi. Dengan kata lain, impossible. Catet tuh," jawab Jemima kesal.
"Oke gue catet," sahut Daisy.
Sementara Jemima masih bersungut-sungut, kedua temannya justru tersenyum geli melihat kelakuan temannya yang selalu ribut dengan mahasiswa bernama Fredy itu.
Bersambung... 🐥🐥🐥🐥🐥
__ADS_1
Visual Fredy