Imah, Si tukang Ngabrut

Imah, Si tukang Ngabrut
Gila!!!


__ADS_3

Malam hari di akhir pekan, seperti biasa Jordi tak pernah berada di rumah, karena job manggung yang pasti menumpuk dari satu panggung ke panggung lain, dari kafe hingga tempat hiburan malam.


"Aku pergi dulu, Mah, Pah," pamit Jordi saat setelah selesai makan malam.


"Manggung di mana, Di?" tanya Tomi.


"Malem ini ada empat tempat, Bang. Mungkin aku pulang pagi. Nginep di tempat Fredy dulu buat istirahat," jawab Jordi.


"Ya udah. Pesen Mamah yang penting kamu hati-hati. Jangan minum alkohol banyak-banyak, apa lagi sampe mabuk," ucap Mamah.


"Siap, Nyonya. Aku pergi dulu. Bye," sahut Jordi.


Pemuda itu pun menuntun motornya hingga halaman, dan memanaskan mesin terlebih dahulu sebelum ia memakainya.


Sambil menunggu, dia memakai sarung tangan dan juga helm. Setelah selesai, dia pun naik dan mulai melajukan motor tersebut keluar dari gerbang.


"Pergi dulu, Pak," sapa Jordi pada petugas keamanan.


Dia melaju ke arah gerbang depan komplek perumahan tempat rumahnya berada. Saat dia melewati gerbang dan melaju di jalan raya, sebuah mobil tiba-tiba melaju dan mengikuti kemana pemuda itu pergi.


"Gue bakal ikutin lu kemana juga lu pergi. Gue yakin pasti ada petunjuk kalo soal malam itu, kalo gue ngikutin lu terus."

__ADS_1


"Tapi emang paling cepet kalo gue ke klub itu lagi sih. Cuma ngeri aja kalo gue nggak sadar lagi kek waktu itu," gumam Jemima pada dirinya sendiri.


Dia bertekad untuk menguntit sang kakak hingga dia bisa tau apa yang terjadi padanya di malam itu. Meski dia tau ini bukan ide paling bagus, tapi setidaknya ini yang paling aman.


Mereka membelah jalanan ibu kota yang begitu padat, karena banyak warga yang keluar untuk menikmati malam akhir pekan setelah seminggu beraktivitas.


Hingga dia melihat Jordi berbelok ke dalam sebuah kafe, Jemima pun ikut berhenti di seberang tempat tersebut.


Dia masih berada di dalam mobil, sambil memperhatikan kakaknya dari jauh. Kafe itu hanya memiliki tempat parkir luar, sehingga Jemima bisa dengan mudah melihat semuanya.


Di sana sudah ada dua orang lagi yang menunggu kedatangan Jordi. Jemima awalnya tak terlalu memperhatikan kedua orang tersebut, sampai dia melihat pemuda ber hoodie, yang mirip dengan jaket yang dipakai Fredy kemarin lalu.


Karena semakin penasaran, Jemima pun sampai mengambil teropong dari dalam dashboard dan mulai memperhatikan mereka bertiga.


Namun, saat Fredy membuka tudung jaketnya, Jemima semakin membola tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Anjir... gila...! Itu beneran si cupu Fredy? I... itu... itu bukannya vokalis yang waktu itu?" tanya Jemima pada dirinya sendiri.


Dia kembali meneropong ke seberang, dan melihat ketiga pemuda itu berjalan memasuki kafe.


Jemima pun segera menyimpan kembali teropongnya ke dalam dashboard, dan bersiap keluar dari mobil.

__ADS_1


"Mending gue tetep parkir di sini aja deh. Dari pada di sana, bisa-bisa entar ketauan Bang Odi kalo gue ngikutin. Nggak papa lah, bentar ini nggak bakal kena tilang kan," gumam Jemima.


Dia pun meninggalkan mobilnya di tepi jalan tepat di seberang kafe tempat Jordi akan manggung.


Jemima sengaja mengenakan topi baseball dan menggerai rambut panjangnya agar tak mudah dikenali sang kakak.


Dia lalu masuk dan duduk di meja yang berada di sudut, agar dia bisa melihat lebih luas ke sekelilingnya.


Tak berselang lama, band indie Jordi dan kawan-kawan pun naik ke atas panggung, dan mulai melakukan sound check.


Saat itulah, Jemima melihat sang kakak yang sedang mencoba keyboardnya. Dia lalu beralih ke kedua personel lain, dan mendapati sosok vokalis yang pada malam itu terus menatap ke arahnya.


Oh My God... jadi itu beneran si kupret? Jadi... kalo dia waktu itu di sana, berarti Bang Odi juga..., batin Jemima.


"Fix ini mah. Si kupret yang lihat gue di sana, terus dia ngadu ke Bang Odi, abis itu gue di seret pulang. Soal kenapa gue sampe nggak sadar, mending gue cari tau entar aja." gumam Jemima.


Dia kemudian bersiap untuk pergi bahkan sebelum band mulai bermain.


"Percuma gue nunggu sekarang. Yang ada malah gue di suruh pulang langsung," lanjut Jemima.


Dia lalu berjalan keluar dari kafe. Namun, dia tak menyadari bahwa Fredy sudah menyadari kehadirannya sejak tadi, saat dia mulai naik ke atas panggung.

__ADS_1


Ekor matanya bahkan sampai mengikuti gadis itu hingga menghilang di balik pintu.


Bersambung... 🐥🐥🐥🐥🐥


__ADS_2