
Keesokan harinya di kampus. Jemima terlihat sudah berada di dalam kelas, dengan dagu yang disangga oleh telapak tangan.
Kedua temannya, Jessica dan Daisy yang baru saja datang, melihat aneh ke arah temannya itu.
"Nces, tuh si Imah kenapa?" tanya Daisy.
"Tau... yuk samperin," sahut Jessica.
Keduanya lalu mendekat dan duduk seperti biasa bersama dengan Jemima.
"Kenapa lu pagi-pagi ngelamun?" tanya Jessica.
Jemima terlihat malas menjawab, dan hanya mencebik seraya mengganti tangan yang menyangga dagunya.
"Dih... nih anak ditanya juga, malah nyuekin gitu," keluh Daisy.
"Gue juga nggak tau, gimana mau jawab kalian," sahut Jemima.
Wajahnya benar-benar ditekuk karena perasaan aneh yang menghampirinya sejak semalam.
"Nggak jelas banget sih lu. Oh iya, gimana kemaren? Lu udah ngomong ama si Fredy?" tanya Jessica.
Tiba-tiba, Jemima mengangkat wajah dan menegakkan tubuhnya.
__ADS_1
"Guys, gue mau tanya deh sama kalian," ucap Jemima.
"Yeeeehhh... nih anak. Bukannya jawab pertanyaan gue malah nyaut yang laen," gerutu Jessica.
"Tau nih si Imah. Emang mau nanya apaan lu, hah?" tanya Daisy.
"Kira-kira kalo kita deg-degan, terus wajah mendadak panas pas inget seseorang, itu kenapa yah?" tanya Jemima.
Jessica dan Daisy pun saling tatap saat mendengar pertanyaan tersebut dari mulut gadis tersebut.
"Jujur ma kita, lu lagi jatuh cinta sama siapa?" tanya Jessica kemudian.
Jemima pun seketika mengerutkan keningnya tatkala temannya itu menerka hal yang menurutnya sangat aneh.
"Lu yang parah. Yang lu bilang tadi tuh tanda-tanda orang lagi jatuh cinta. Emang si lu kan belum pernah jatuh cinta, jadinya nggak tau soal beginian," jelas Jessica.
"Kata siapa? Kemarin waktu gue suka sama Pak Dimas nggak kek gini kok. Ngarang lu," kilah Jemima.
"Heh, pe a. Lu ke Pak Dimas tuh bukan cinta, itu cuma obsesi lu karena dia mirip sama biaslu. Paham kan sekarang?" timpal Daisy.
Masa sih? Jatuh cinta? Apa iya? batin Jemima.
Gadis itu tiba-tiba bergidig memikirkan kemungkinan yang dikatakan oleh kedua temannya.
__ADS_1
"Siapa sih, hah? Cerita dong siapa cowok langka yang bisa bikin lu jatuh cinta," goda Jessica.
"Apaan sih? Kagak ada. Udah ah, gue mau bolos aja. Kalian bantu absenin gue ya," seru Jemima.
"Dih, nih anak. Woi, cerita dulu napa. Mah... Imah," panggil Daisy.
"Udah biarin. Lagian kalo dipaksa di kelas juga nggak bakalan fokus dia. Tunggu aja, nanti juga cerita sendiri," sahut Jessica.
...🐥🐥🐥🐥🐥...
Sementara itu, Jemima yang memutuskan untuk membolos pun pergi ke taman di dekat gedung fakultasnya. Dia duduk di salah satu bangku yang ada di sana, dan meletakkan map mika yang sejak tadi dibawanya di atas bangku tersebut.
"Hah...," helaan nafas panjang terdengar dari mulut gadis itu.
Dia kembali bertopang dagu dengan menumpukan siku di atas pahanya yang bertumpuk.
Pandangannya masih kosong menerawang ke depan, memikirkan suasana hatinya yang begitu aneh sejak semalam.
Tiba-tiba, seseorang duduk di sampingnya dan menyodorkan sebuah es krim corn rasa Mocca ke hadapan Jemima.
Gadis itu pun seketika menoleh dan terkejut dengan kehadiran orang tersebut. Namun yang membuatnya aneh, tanpa sadar senyum mengembang di wajahnya yang sejak tadi terus cemberut.
Bersambung... 🐥🐥🐥🐥🐥
__ADS_1