Imah, Si tukang Ngabrut

Imah, Si tukang Ngabrut
Es krim


__ADS_3

"Napa lu? Senyum-senyum gitu," ucap Fredy.


Jemima tak menjawab dan hanya meraih es krim yang diberikan oleh pemuda tersebut.


"Kagak. Thanks es krimnya," sahut Jemima.


Keduanya pun terlihat menikmati es krim corn dengan rasa berbeda. Entah sadar atau tidak, Jemima yang sejak tadi terus cemberut dengan wajah tertekuk, tiba-tiba terlihat full senyum dan menikmati momen tersebut.


"Lu bolos yah?" tanya Fredy.


"Ho'oh... lagi males. Sekali-kali jadi anak bandel gapapa kan," sahut Jemima enteng.


"Ya sekali-kali sih nggak papa. Tapi jangan keterusan, entar kek gue telat lulus," seru Fredy.


"Oh, iya. Emang kenapa sih, kok elu bisa telat lulus?" tanya Jemima penasaran.


"Ada lah... nggak usah kepo. Gue males jelasinnya," ucap Fredy.


"Dih... sok iyes banget sih," gerutu Jemima.


Meski kesal dengan jawaban Fredy, namun Jemima tak lagi emosi atau bahkan ngegas seperti sebelumnya. Dia lebih memilih mengabaikan dan membiarkannya berlalu begitu saja.


"Gue udah habis. Buruan abisin, terus kita ke perpus," seru Fredy.

__ADS_1


"Bentar ah... lagi nikmatin juga," keluh Jemima.


Gadis itu tak peduli dengan Fredy yang menunggunya sedikit lama. Hingga akhirnya, pemuda tersebut bangun dan membuat Jemima cepat-cepat menghabiskan es krimnya.


"Ampun deh nih cowo. Eh, kupret. Tungguin kali," pekik Jemima.


"Lu kelamaan kek siput," sahut Fredy.


"Bener-bener nih cowo," gerutu Jemima.


Keduanya pun berjalan menuju ke perpustakaan, dan mulai mencari referensi yang ada di tempat itu.


Mereka nampak membolak balik buku mencari bahan pendukung yang bisa dijadikan acuan tugas mereka. Namun, Jemima terlihat bosan dan hanya membolak-balikan halaman demi halaman dengan kasar.


"Lu kenapa sih? Perasaan udah gue charge pake es krim deh," tanya Fredy yang akhirnya merasa terganggu.


"Gue nggak biasa pake cara begini. Cuma lihat doang keknya kurang maksimal banget nggak sih?" sahut Jemima.


"Terus maksudlu, lu mau terjun langsung ke lapangan gitu?" tanya Fredy.


Jemima pun seketika menegakkan duduknya dengan mata yang berbinar.


"Yuk," ajaknya tiba-tiba.

__ADS_1


"Berarti kita harus ke dinas sosial, cari data kawasan pra sejahtera yang ada di sekitar sini," ucap Fredy.


"Sekarang aja yuk. Lu nggak ada kelas lagi kan?" tanya Jemima.


Fredy meraih ponselnya dari dalam tas dan melihat jam di layar ponsel.


"Keknya nggak bisa sekarang. Gue ada janji bimbingan sama dosbing. Gimana kalo jam dua aja?" tawar Fredy.


"Ya udah, jam dua lu telpon gue aja. Sini HP lu," pinta Jemima.


"Ngapain?" tanya Fredy.


"Ya kasih nomer gue ke elu lah. Emang lu dah punya?" tanya Jemima balik.


Gadis itu langsung meraih ponsel dari tangan Fredy, tanpa menunggu persetujuan dari si empunya.


Jemima lalu mengetikkan nomor dan langsung menge-save-nys di sana. Kemudian, sebuah bunyi dering ponsel datang dari HP Jemima yang ada di atas meja.


"Nah... udah masuk. Nih gue balikin. Gini kan enak. Kalo ada apa-apa tinggal chat atau telpon aja," gumam Jemima.


Fredy melihat ponselnya dan tertera nama Jemima di dalam daftar kontaknya. Sebuah senyum simpul terbit di wajah pemuda itu.


Dia lalu kembali membaca buku di tangannya, sementara Jemima masih memainkan ponselnya.

__ADS_1


Bersambung... 🐥🐥🐥🐥🐥


__ADS_2