Imah, Si tukang Ngabrut

Imah, Si tukang Ngabrut
Slah kamar


__ADS_3

Petang sekitar pukul enam lewat beberapa menit, ketika kumandang adzan maghrib menggema di seluruh penjuru kota, Fredy dan Jemima terlihat sedang melaju di jalanan.


"Kenapa nggak anterin gue ambil mobil aja sih?" tanya Jemima kesal.


Pasalnya, dia kembali berdebat dengan pemuda itu perkara diantar ke rumah atau kampus.


"Mobil lu aman di kampus. Gue cuma mau jadi cowok yang bertanggung jawab aja. Elu udah pulang malem lagi gara-gara anterin gue keliling, jadi ya gue mesti balikin lu lagi ke rumah dengan selamat," jawab Fredy.


"Elah... lebay bener emang lu," sahut Jemima ketus.


Motor vespa itu pun melaju di jalanan hingga akhirnya sampai di depan gerbang rumah Jemima.


"Masuk dulu. Kalo nggak, yang ada nyokap gue ngomel lagi," seru Jemima ketus.


"Oke. Kebeneran gue mau ketemu ama abang lu," sahut Fredy.


Mereka pun masuk bersama.


Mamah yang saat itu sedang bersantai di ruang tengah, langsung menghampiri tamunya dan menyapa dengan sangat ramah.


"Eh... Nak Fredy. Habis dari mana ini?" tanya Mamah.


"Gue ke atas dulu," ucap Jemima yang langsung pergi ke atas.

__ADS_1


"Maaf, Tante. Tadi, aku pinjem Jemima buat nemenin keliling cari tempat penelitian," ucap Fredy sopan.


"Oh... nggak papa. kebeneran biar si Imah punya pengalaman buat skripsinya nanti. Yuk duduk dulu. Mau minum apa?" tawar Mamah.


"Nggak usah tante. Ehm... Jordinya ada nggak, Tan?" tanya Fredy.


"Ada di kamarnya. Naik aja ke lantai dua yang paling ujung," jawab Mamah.


"Iya, makasih Tante," sahut Fredy.


Pemuda itu pun kemudian naik ke lantai dua dan melihat ke kanan dan kiri. Pasalnya, tangga rumah itu berada di tengah, dimana ujungnya ada dua.


"Si Jordi kamarnya sebelah mana ya? Kanan apa kiri?" gumam Fredy.


Dia pun berniat bertanya kepada nyonya rumah, tapi saat dia berbalik, Mamah sudah tak ada di ruang tengah.


Ada dua kamar di sana, dan kamar yang paling ujung memiliki pintu yang dipenuhi oleh stiker band rock dunia.


"Ini kek kamar cowok deh. Ini kali ya?" gumamnya lagi.


Pemuda itu lalu mengetuk pintunya, namun tak ada sahutan dari dalam.


"Di, Jordi. Lu di dalem nggak? Ini gue, Fredy," ucap Fredy dari balik pintu.

__ADS_1


Namun, tetap tak ada jawaban. Dia pun lalu mencoba memutar gagang pintu dan ternyata tidak terkunci.


Fredy pun masuk begitu saja dan melihat bahwa kamar tersebut memang terlihat seperti kamar laki-laki dengan segala macam poster dan ornamen lainnya.


Dia bahkan tak melihat adanya satu pun boneka di sana.


"Di... lu di mana?" panggil Fredy lagi.


Dari arah kamar mandi, terdengar suara gemericik air yang menandakan ada seseorang yang sedang mandi.


Namun sejenak kemudian, suara itu berhenti dan pintu kamar mandi pun terbuka. Fredy sudah menunggu sambil duduk di ranjang dan melihat ke arah kamar mandi.


Namun, dia tiba-tiba memalingkan wajahnya saat melihat sesuatu yang seharusnya tak dilihatnya.


"Aaaaaaaaaaaa...," pekik Jemima yang baru saja keluar dari kamar mandi.


Gadis itu pun kembali masuk ke dalam setelah melihat keberadaan Fredy di sana. Gadis itu hanya mengenakan handuk yang membalut tubuhnua dari bagian dada hingga paha atas saja.


"Eh, kupret si*lan! Keluar lu dari kamar gue. Anjir lu, mesum. Bangs*t!" maki Jemima.


"Sorry, Mah. Gue nggak tau kalo ini kamar lu. Gu... gue kira ini kamarnya si Jordi," tutur Fredy.


"Nggak peduli. Pokoknya lu keluar sekarang juga," pekik Jemima.

__ADS_1


Fredy pun buru-buru keluar dari sana dan berjalan ke arah sebaliknya, dimana kamar Jordi berada.


Bersambung... 🐥🐥🐥🐥🐥


__ADS_2