Imah, Si tukang Ngabrut

Imah, Si tukang Ngabrut
Ragu


__ADS_3

"Mah, aku pergi dulu ya," pamit Jemima kepada Mamah.


"Mau kemana?" tanya Mamah.


"Ambil mobil yang semalem ketilang lah. Masa mau di sana terus. Sekalian aku juga mau jalan-jalan," sahut Jemima.


"Ya udah. Tapi ati-ati ya. Jangan parkir sembarangan lagi, nanti kena tilang lagi," seru Mamah.


"Iya, Mamah ku yang cantik... tapi bawel. Hehehe...," ledek Jemima.


"Bawel aja kamunya gitu, apalagi nggak bawel," gerutu Mamah.


"Hehehe... ya udah. Aku berangkat dulu. Taksinya udah di depan. Bye, Mah," ucap Jemima.


Gadis itu hanya melambaikan tangan dan berlalu dari hadapan sang Mamah yang asik membaca majalah mingguan.


Di perjalanan, dia kembali teringat dengan sosok Fredy semalam, yang jauh berbeda dari yang biasa dilihatnya di kampus.


Aura seorang Fredy yang cupu, tiba-tiba saja menghilang, dan tergantikan dengan sosok vokalis band sekaligus gitaris yang benar-benar membuat siapapun pasti akan terpana.


Anjir! Kenapa gue jadi mikirin tuh anak mulu? batin Jemima.


Dia tiba-tiba tersadar dari lamunan dan seketika memukuli kepalanya. Dalam hati dia mengagumi sosok Fredy semalam, akan tetapi egonya mengelak dan seolah tak ingin mengingatnya lagi.


Seharian dia mengurus mobilnya yang kena tilang semalam akibat parkir sembarangan. Sekitar pukul satu, dia baru bisa membawa kembali mobilnya dan melaju ke sebuah mall di pusat kota Jakarta.


Sebelumnya, dia sudah mengirim pesan kepada kedua temannya, Jessica dan Daisy, untuk datang dan nongkrong bareng di sana.


Sekitar dua puluh menit perjalanan, Jemima akhirnya sampai di mall tersebut. Dia segera naik menggunakan lift begitu selesai memarkirkan mobilnya.


Tiba di lantai lima, dia keluar dan menuju ke sebuah kafe and resto yang ada di lantai tersebut. Jemima belum melihat keberadaan kedua temannya, dan memutuskan untuk menunggu di dalam.


Tak berselang lama, satu persatu temannya muncul dan bergabung dengan gadis tersebut.

__ADS_1


"Hai, Mah. Dah lama lu?" tanya Jessica.


"Nggak sih. Minuman gue juga belum dateng. Si Iis mana?" tanya Jemima.


Jessica menoleh ke arah pintu masuk dan menunjuk dengan dagunya.


"Noh dia, baru dateng," sahutnya.


Jemima pun menoleh dan melihat Daisy berjalan ke arah mereka sambil melambaikan tangan.


"Sorry telat. Ada macet dikit tadi di deket rumah gue," ucap Daisy yang baru datang.


"Nyantai aja. Kita juga baru dateng kok," sahut Jemima.


Jessica terlihat melambaikan tangan ke arah pelayan.


"Lu udah pesen kan, Mah?" tanya Jessica.


"Gue dong, Nces. Pesenin es americano aja," timpal Daisy.


"Oke," sahut Jessica.


Gadis berambut panjang itu lalu memesan pesanan temannya sendiri, dan menambahkan satu loyang pizza untuk dimakan bersama.


"Eh... semalem lu beneran tidur di rumah si Ences?" tanya Daisy.


"Kagak. Boong lagi dia," sahut Jessica.


"Gue ketilang semalem, jadi gue ngikut Bang Odi keliling panggung," tambah Jemima.


"Hah? Gimana ceritanya lu bisa sampe ketilang? Ada-ada aja lu ye," tanya Daisy.


Jemima pun menceritakan semua kejadian semalam, dari mulai pergi dari rumah Jessica sampai akhirnya mengikuti kemana Jordi pergi.

__ADS_1


"Eh, bentar. Gue mau kasih lihat sesuatu ke kalian," ucap Jemima.


Dia nampak menggeser-geser layar ponselnya. Sementara kedua temannya saling pandang, dan mengedikkan bahu melihat berapa seriusnya Jemima.


"Nah... ini... lihat deh," seru Jemima.


Dia memperlihatkan sebuah foto. Jessica dan Daisy pun mencondongkan tubuh mereka ke depan dan melihat foto tersebut.


"Kek kenal," ucap Daisy.


"Bukannya ini Fredy?" terka Jessica.


Jemima membulatkan matanya menoleh ke arah temannya yang bisa menebak siapa orang di dalam foto tersebut.


"Kok lu bisa langsung tahu?" tanya Jemima.


Sementara Daisy, dia langsung merebut ponsel Jemima dan memperhatikan foto tersebut.


"Iya nih. Ini si Fredy. Gila, cakep bener dia di mari," puji Daisy.


"Kok kalian bisa langsung kenal sih?" tanya Jemima.


"Kenapa lu? Mulai tertarik kan lu. Hah... hah... hah...," goda Jessica.


"Dih... pede gila. Udah di bilang dia bukan spek gue," elak Jemima.


"Yang mana maksud lu? Yang di kampus... apa yang di foto itu, hah?" tanya Jessica.


"Ya...," Jemima seolah tak bisa menjawab, karena merasa penilaiannya terhadap Fredy mulai berubah.


Kenapa nih? Kok gue ragu sih? batin Jemima.


Bersambung... 🐥🐥🐥🐥🐥

__ADS_1


__ADS_2