
"Bang, ceritain kek kenapa semalem lu bisa bawa gue pulang," tanya Jemima.
"Gua lagi nyetir. Lu nggak usah berisik deh," sahut Jordi ketus.
"Gue kan juga mau tau, Bang. Pelit amat dah," gerutu Jemima.
Saat ini dia sedang bersama Jordi yang ikut menumpang mobilnya, karena kakaknya itu meninggalkan motornya di klub malam, setelah berhasil menolong Jemima dari para pemuda yang bermaksud tidak baik kepada adiknya.
Jordi ingat betul bagaimana Fredy panik dan pergi ke bagian belakang klub. Dia awalnya tak tahu maksud dari temannya, bahkan sampai Fredy menarik salah satu pemuda yang berjalan di depan mereka, dia belum sadar apa yang terjadi.
Barulah saat Fredy berteriak padanya untuk segera menolong adiknya, Jordi baru sadar bahwa pemuda-pemuda itu sedang membawa seorang gadis yang nampak tak sadarkan diri.
Setelah dilihat dengan jelas, Jordi benar-benar kaget karena gadis itu adalah sang adik. Serta merta dia pun menyerang dua pemuda sisanya, membuat Jemima terjatuh dan terduduk dengan punggung membentur dinding.
Dia benar-benar marah karena melihat sang adik dalam keadaan seperti itu. Keributan terjadi hingga membuat petugas keamanan klub berdatangan dan melerai mereka semua.
__ADS_1
Husein yang saat itu bersama Jun, pengelola klub malam tersebut, ikut datang karena mendengar ada keributan di bagian belakang klub.
Fredy terlihat sudah mau berhenti memukul, namun Jordi masih belum puas memukul pemuda-pemuda kurang ajar yang ingin berbuat buruk pada adiknya, sampai kedua tangannya harus dipegang oleh dua bodyguard bertubuh besar.
"Bang, kita mau minta maaf kalo kita udah nggak bisa manggung lagi. Ada insiden nggak enak. Mereka mau kurang ajar sama adeknya si Jordi. Jadi, kita minta kebijaksanaan Abang," ucap Fredy.
"Jadi cewe ini adeknya Jordi? Ehmm... ya udah. Mending sekarang bawa dia pulang, tapi next time kalian harus bisa manggung di sini lagi ya?" sahut Jun.
"Soal itu kita bakal usahain, Bang. Lagian malam ini juga kita sebenarnya nggak enak, cuma mau gimana. Kita nggak mungkin main tanpa Jordi," timpal Husein.
"Gue paham. Ya udah, next time aja kita bahas ini lagi. Sekarang, kalian pulang aja," pungkas Jun.
Akhirnya, Fredy mengantar Jordi pulang bersama Jemima.
"Lu mau bawa pulang adek lu kek gitu?" tanya Fredy.
__ADS_1
"Maksud lu?" tanya Jordi.
"Mending lu hapus make up dia deh. Bokap nyokap lu pasti bakal nanyain kenapa adek lu dandan kek gitu," seru Fredy.
"Bener juga. Di dash board ada tisu nggak?" tanya Jordi.
Fredy pun melihat dan mendapati sebungkus tisu basah. Dia lalu memberikannya kepada Jordi.
Anak kedua Pak Budiman itu lalu menghapus riasan di wajah sang adik hingga pucat, dan melepas anting besar yang ada di telinganya.
Tak lupa dia juga melepas sepatu high heels-nya, dan mengganti menjadi sneakers yang ada di bagian belakang mobil.
Meski pun dia selalu ketus dan terlihat tak peduli dengan sang adik, namun dia sebenarnya sangat perhatian kepada Jemima.
Dia tak mau gadis itu sampai mendapatkan masalah, karena tertangkap pergi ke klub malam sendirian. Dia ingin memberi pelajaran sendiri pada sang adik, agar dia tak lagi nekat pergi ke tempat seperti itu.
__ADS_1
Namun, dia enggan mengatakan kejadian lengkapnya kepada Jemima, karena takut adiknya mengalami trauma akibat masalah tersebut. Biarkan dia lupa, dan jika harus tau, biarkan dia tau dengan sendirinya.
Bersambung... 🐥🐥🐥🐥🐥