Imah, Si tukang Ngabrut

Imah, Si tukang Ngabrut
Perpustakaan


__ADS_3

Beberapa hari berlalu, Jemima bersama dengan ketiga temannya baru saja selesai mengikuti mata kuliah terakhir.


"Tugas Pak Koco kapan mau digarap nih? Due date nya sampe jumat doang," tanya Jemima.


"Entar aja sih. Gue masih mau cari bahan buat tugasnya Bu Dina yang akhir bulan dikumpulin," keluh Daisy.


"Lagian elu, gue ajak buat observasi bareng kagak mau," cibir Jemima.


"Ogah gue ikutan jadi gembel kek elu. Malu kali sampe ikutan dijemput sama abang lu di kantor dinsos. Iuhhh...," kilah Daisy.


"Sok cakep lu, Is. Kek abang gue mau aja ama elu," sahut Jemima.


"Eh, Imah. Dukung gue napa sih lu," rengek Daisy.


"Maunya. Lagian bagusnya Bang Jordi tuh apa sih? Tengil gitu juga," ejek Jemima.


"Itu karena elu adeknya. Wajar kalo lu bilang nggak menarik. Lah... Si Iis kan beda. Normal kalo dia kesengsem ama abang lu," ucap Jessica.


keduanya pun saling menjulurkan lidah mengejek satu sama lain, karena terus berselisih paham setiap kali membahas soal Jordi.


"Dari pada lu bedua ribut, mending kita ke perpus deh sekarang. Bener kata Si Imah, mending kita garap tugas kelompok Pak Koco dulu yang deadline minggu depan. Soal tugas Bu Dina, entar lu bareng gue aja observasinya," seru Jessica.

__ADS_1


"Setuju," sahut Jemima.


"Hah... ya udah deh. Tapi bener ya, Ces. Entar lu bantu gue buat cari bahan," pinta Daisy.


"Oke, bebeh," sahut Jessica.


Gadis cantik berambut panjang ikal penyuka Jeno itu pun merangkul pundak kedua temannya dan menggiring mereka menuju ke perpustakaan kampus.


...🐥🐥🐥🐥🐥...


Kampus Harapan Jaya, sebuah universitas swasta yang terkenal dengan fakultas ilmu sosialnya, memiliki luas total sekitar kurang lebih dua ratus hektar, dengan terdiri dari beberapa gedung perkuliahan tiap fakultas.


tepat di tengah, terdapat gedung rektorat, auditorium, dan juga perpustakaan pusat. Di sana lah Jemima dan kedua temannya pergi.


Jemima dan yang lainnya masuk dengan menscane kartu anggota dan menuju ke area lesehan dengan banyak meja rendah yang cukup luas.


"Sini aja. Enak adem deket AC," ajak Jemima.


"Norak lu, Mah," ejek Jessica.


"Biarin. Weeekkk...," sahut Jemima sambil menjulurkan lidah.

__ADS_1


"Sssttt...," tegur seorang mahasiswa yang duduk tak jauh dari ketiganya.


Jessica dan Daisy langsung diam dan membekap mulut mereka, begitu pun dengan Jemima. Namun gadis tomboy itu melirik mahasiswa tadi dengan tajam seolah tak suka.


"Gue ambil buku dulu ke sana," ucap Daisy sambil berbisik.


"Gue ikut," sahut Jessica.


Keduanya pun beranjak dan menuju ke rak buku yang ada disekitar mereka. Sementara Jemima mempersiapkan laptop untuk mengetik tugas yang akan mereka buat.


Tak berselang lama, Daisy dan Jessica kembali dengan beberapa buku di tangan, dan meletakkan buku-buku tersebut di atas meja di depan Jemima.


"Segini doang?" tanya Jemima.


Kedua temannya melihat ke arah lain, dimana mahasiswa yang menegur mereka duduk. Di mejanya, terdapat banyak buku yang juga dicari oleh ketiga gadis tersebut.


"Wah... si kutu kupret udah duluan ambil. Ya udah lah, kita coba cari di jurnal online dulu aja, sambil nunggu dia kelar," keluh Jemima.


Yang lain pun setuju dan mulai mengerjakan tugas. Proses diskusi berjalan dengan seru, mereka menemukan banyak artikel online yang bisa menjadi bahan tugas yang mereka buat.


Sangking serunya, mereka sampai lupa bahwa saat itu sedang berada di perpustakaan. Hingga mahasiswa yang sejak tadi serius mengerjakan tugas seorang diri di sana merasa terganggu.

__ADS_1


"Heh... lu bertiga bisa diem ngga sih?!" bentaknya.


Bersambung... 🐥🐥🐥🐥🐥


__ADS_2