
Rasa penasaran Jemima benar-benar tinggi. Dia tak bisa tinggal diam karena terus ingin tau apa yang terjadi di malam itu.
Malam ini, dia meminta ijin kepada Papah dan Mamah agar besok bisa menginap di rumah Jessica. Saat makan malam, gadis itu mengutarakan niatnya kepada kedua orang tua.
"Lu yakin mau nginep di rumah temen lu?" tanya Jordi yang curiga dengan maksud sang adik.
"Beneran lah. Tugas lagi banyak. Kalo dikerjain bareng lumayan ada temen buat diskusi," sahut Jemima.
Tapi, Jordi tak serta merta percaya, karena kejadian tempo hari saat sang adik ijin menginap fi rumah Daisy yang berujung di klub malam seorang diri.
Setelah makan malam, Jordi bahkan masuk ke dalam kamar sang adik dan menginterogasinya.
"Lu boong kan kalo mau nginep di rumah temen lu?" tanya Jordi.
"Kagak," jawab Jemima singkat sambil scroll ponselnya.
"Awas aja kalo elu ketauan boong, dan sampe-sampe kek kemaren lagi," ancam Jordi.
"Ya elah, Bang. Nggak usah diulang terus napa. Gue udah tau kok," sahut Jemima kesal.
Jordi pun akhirnya keluar meninggalkan Jemima. Sementara sang adik melirik ke arah pintu, sambil memicing.
"Tenang aja, Bang. Kali ini target gue itu elu," gumam Jemima.
__ADS_1
...🐥🐥🐥🐥🐥...
Keesokan harinya setelah pulang kuliah. Jessica dan Daisy seperti biasa segera bersiap pulang ke rumah.
"Nces, gue ikut lu," seru Jemima.
"Hah? Ngapain lu?" tanya Jessica bingung.
Pasalnya, Jemima belum sama sekali memberitahu temannya itu bahwa dia akan menginap atau ikut pulang ke rumahnya.
"Gue numpang ngadem sambil nunggu malem," ucap Jemima.
"Hah? Maksudnya?" tanya Jessica lagi.
"Hah... heh... hah... heh... Udah deh. Pokoknya gue ikut lu ke rumah. Nggak udah bingung napa," jawab Jemima.
Malam menjelang, Jemima bersiap pergi ke suatu tempat.
"Mau kemana lu? Udah mau balik?" tanya Jessica.
"Kalo bokap nyokap gue nanyain, bilang aja gue udah tidur ya," sahut Jemima.
"Eh, mau ngapain lu, Mah? Jan ngadi-ngadi lagi lu," seru Jessica panik.
__ADS_1
Dia takut kejadiannya sama seperti ketika temannya itu berkata akan menginap di rumah Daisy.
"Tenang aja. Kali ini gue nggak akan macem-macem. Gue cuma lagi ada misi. Besok gue kabarin," jawab Jemima.
Gadis itu pun selesai mengemas barangnya dan bersiap pergi.
"Mah, seenggaknya lu bilang deh mau kemana? Kalo enggak gue aduin lu ke bokap lu," ancam Jessica.
"Ya elah nih anak. Gue nggak mau ngapa-ngapain. Gue cuma cari tau kejadian malem itu. Itu doang?" jawab Jemima.
"Jadi maksud lu, lu mau ke tempat itu lagi? Nggak... nggak... gue nggak bisa kalo kayak gini," tolak Jessica.
"Ngapain gue pergi ke sana. Gue cuma mau nguntit Bang Odi aja kok. Udah deh, nggak usah khawatir. Gue pergi ya," ucap Jemima.
Gadis itu pun pergi. Dia pamit kepada kedua orang Jessica yang sedang duduk menonton TV di ruang tengah.
Lalu, dengan diantar oleh Jessica, Jemima pun keluar dan menuju ke mobil.
"Gue pergi ya. Besok lu bisa keluar nggak? Kita nongkrong mumpung weekend," ajak Jemima.
"Oke. Tapi lu beneran nggak mau macem-macem kan?" tanya Jessica lagi.
Jemima mengangkat tangannya sambil mengacungkan telunjuk dan jari tengahnya tinggi-tinggi.
__ADS_1
"Udah ya, gue pergi duluan. Bye," ucap Jemima.
Bersambung... 🐥🐥🐥🐥🐥